Gunung Lewotobi Erupsi
Gunung Lewotobi Laki-laki Waspada, Banjir Lahar Terus Mengancam
Banjir lahar terbaru terjadi 3–4 Desember 2025, terutama di desa Klatanlo dan Dulipali, merusak rumah dan jalan.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Tumpukan-material-akibat-terseret-banjir-Gunung-Lewotobi-Laki-laki.jpg)
Ringkasan Berita:
- Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada status Level IV (Awas); risiko banjir lahar dan erupsi masih tinggi.
- Banjir lahar terbaru terjadi 3–4 Desember 2025, terutama di desa Klatanlo dan Dulipali, merusak rumah dan jalan.
- Pengamatan gunung menunjukkan magma bergerak ke permukaan dan aktivitas gempa tinggi, sehingga warga di sekitar diminta tetap waspada.
TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOBI - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria menyebutkan ancaman banjir lahar Gunung Lewotobi Laki-laki harus diwaspadai.
Pasalanya, intensitas hujan saat ini terus meningkat.
Sebelumnya banjir lahar melanda pemukiman penduduk pada Rabu (3/12/2025) malam.
Lana mencatat, pagi tadi aliran lahar terjadi pada pukul 05.17 Wita-06.36 Wita.
Baca juga: Rumah Warga di Dulipali Ambruk Diterjang Banjir Lahar Dingin Gunung Lewotobi Laki-laki
Dampak Paling Parah
Area penduduk yang terdampak berada sekitar 4-5 kilometer sebelah utara puncak Gunung Lewotobi Laki-laki.
Dua desa, yaitu Klatanlo dan Dulipali mengalami dampak paling parah. Beberapa rumah warga rusak, dan material menumpuk di badan jalan.
"Ancaman bahaya lahar ini harus terus diwaspadai mengingat intensitas hujan di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki yang meningkat," ujar Lana.
Lana juga melaporkan berdasarkan data kegempaan pada periode 2 Desember-3 Desember 2025 hingga pukul 12.00 Wita, yaitu 5 kali gempa embusan, 47 kali Gempa Tremor Non-Harmonik.
Kemudian, 12 kali gempa low frequency, 4 kali vulkanik dalam, 5 kali tektonik lokal, dan 5 kali tektonik jauh.
Embusan asap putih tipis hingga sedang masih teramati berasal dari kawah dan rekahan arah barat laut.
Menurut Lana, suplai magma masih terus berlangsung yang disertai peningkatan pergerakan magma ke permukaan.
Pengukuran deformasi dengan menggunakan tiltmeter menunjukkan terjadinya akumulasi tekanan pada sumbu X (tangensial).
Sementara itu, data global navigation satellite system (GNSS) masih menunjukkan fluktuasi pada komponen vertikal selama satu minggu terakhir sehingga potensi terjadinya erupsi masih ada.
Lana mengimbau warga tetap waspada. Ia menegaskan tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada level IV awas. (Sumber Kompas.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News