Gunung Lewotobi Status Awas
Status AWAS, Gunung Lewotobi 1 Kali Tremor Non-Harmonik 12 Kali Gempa Vulkanik Dalam
Status Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini berada di Level IV (AWAS) karena aktivitas vulkanik menunjukkan tren naik.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gunung-Lewotobi-Laki-laki-di-Flores-Timur-NTT-Jumat-2-Januari-2026.jpg)
4. Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
5. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
6. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Lewotobi Laki-laki.
Untuk informasi lebih jelas dapat mengubungi Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki atau mengubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon 022-7272606.
Naik Level
Sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT naik level empat atau Awas, Kamis 1 Januari 2026.
"Selamat malam bapak dan ibu izin menyampaikan Laporan Khusus peningkatan tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki dari level III (siaga) ke level IV (awas)" Kata Kepala Posmat Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman Yoseph, Kamis malam.
Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Terjadi peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Lewotobi Laki-laki sejak 31 Desember 2025 pukul 00.00 hingga 18.00 WITA. terekam sebanyak 122 kali Gempa Vulkanik Dalam.
Kenaikan gempa ini menunjukkan adanya suplai magma baru yang cukup. besar dan bergerak cepat menuju permukaan. Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya erupsi.
Gempa yang tercatat pada periode ini 23-31 Desember 2025 yakni 1 kali Gempa Guguran, 11 kali Gempa Hembusan, 4 kali Gempa Harmonik, 204 kali Tremor Non Harmonik, 5 kali Gempa Low Frekuensi, 115 Gempa Vulkanik Dalam, 15 Tektonik Lokal, dan 53 kali gempa Tektonik Jauh. Erupsi terakhir tercatat pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 WITA.
Secara visual dan berdasarkan data kegempaan, aktivitas Lewotobi Laki-laki mulai menunjukkan tren kenaikan pada 1 minggu terakhir.
Data deformasi dari Tiltmeter menunjukkan pola inflasi yang signifikan pada rentang waktu yang singkat yang mengindikasikan adanya pergerakan magma yang mempengaruhi permukaan pada tubuh gunung api.
Sementara itu, data dari Global Navigation Satellite System (GNSS) mulai menunjukkan pola inflasi pada komponen vertikal selama satu minggu terakhir, namun dalam tiga hari terakhir terpantau mengalami kenaikan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pergerakan magma dari kedalaman dalam ke arah dangkal masih berlangsung ke arah permukaan.
Berdasarkan analisis visual dan instrumental, aktivitas G. Lewotobi Laki-laki tergolong masih tinggi. Oleh karena itu, tingkat aktivitasnya dinaikan dari Level III (SIAGA) ke Level IV (AWAS). dengan rekomendasi: Masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi, serta 7 km sektoral pada arah barat laut-timur laut, serta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
Selain itu, masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana agar mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, terutama pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki, seperti di Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen. Warga yang terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan. (Sumber: MAGMA Indonesia/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News