Uskup Larantuka
Uskup Larantuka Mgr Hans Monteiro Ingatkan Bahaya Judi Online bagi Umat dan Kaum Religius
Uskup Larantuka, Mgr Yohanes Hans Monteiro, mengingatkan umat Katolik untuk waspada maraknya praktek judi online.
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Hilarius Ninu
Laporan Reporter TribunFlores.Com, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA- Uskup Larantuka, Mgr Yohanes Hans Monteiro, mengingatkan umat Katolik untuk waspada terhadap berbagai bentuk ajaran yang menyesatkan, termasuk maraknya praktek judi online.
Peringatan tersebut disampaikan Mgr Yohanes dalam homili Misa Pontifikal di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, Kamis (12/2/2026).
Dalam refleksinya, ia menilai bahwa lemahnya fondasi iman membuat umat bahkan para biarawan dan biarawati mudah terombang-ambing oleh godaan yang merusak kehidupan rohani dan sosial.
Menurut Uskup Larantuka, ketidakdewasaan iman kerap ditandai dengan sikap mudah terhasut dan diadu domba.
Baca juga: Mgr Hans Monteiro Pimpin Misa Pontifikal, Awal Pelayanan Uskup Keuskupan Larantuka
Ia mengaitkan fenomena judi online masa kini dengan praktek perjudian konvensional yang telah lama dikenal masyarakat.
“Ketidakdewasaan iman membuat orang mudah diombang-ambingkan dan terhasut oleh ajaran yang menyesatkan. Dulu, ketika kami masih frater, di Pasar Maumere banyak pemain dadu. Dengan satu gerakan, uang bisa hilang. Sekarang, judi itu hadir dalam bentuk lain judi online. Main-main, uang pun hilang,” ujar Mgr Yohanes.
Ia menegaskan bahwa praktek judi online tidak hanya menjangkiti masyarakat awam, tetapi juga mulai merambah kalangan religius.
“Sekarang ini trennya banyak yang jatuh dalam judi online. Bukan hanya awam, tetapi juga biarawan dan biarawati,” katanya.
Baca juga: Kardinal Suharyo hingga Ketua KWI Telah Tiba di Larantuka Jelang Tahbisan Uskup Larantuka
Dalam homilinya, Mgr Yohanes juga mengingatkan kembali hakikat pelayanan dalam Gereja. Ia menekankan bahwa para pelayan Gereja, uskup, imam, diakon, biarawan-biarawati, serta pelayan awam dipanggil bukan untuk mengejar kuasa, melainkan untuk memperlengkapi umat agar Gereja dapat bertumbuh secara utuh.