Semana Santa Larantuka 2026
Tradisi Mengaji Semana Suku-suku di Dalam Kerajaan Larantuka Jelang "Hari Bae Nagi"
Selama Prapaskah selama 40 hari mulai dari Rabu Abu hingga Rabu Trewa, suku-suku semana melaksanakan mengaji semana untuk Semana Santa.
Penulis: Cristin Adal | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Kapela-Tuan-Ma-di-Kelurahan-Larantuka.jpg)
Ringkasan Berita:
- Setiap umat pada suku-suku yang ada di wilayah Kerajaan Larantuka wajib melaksanakan mengaji semana untuk menyambut Semana Santa.
- Di mana mereka berdoa bersama keluarga di suatu tempat yang sama di waktu yang sama, doa yang sama untuk menyambut Hari Bae,
TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA- Semana Santa atau prosesi perayaan Pekan Suci Paskah di kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur tak sekadar perayaan liturgi.
Bagi umat Katolik di kota Larantuka, Semana Santa menjadi ruang perjumpaan antara tradisi Gereja Katolik dan tradisi kebudayaan Lamaholot selama berabad-abad.
Tradisi Seman Santa juga tak lepas dari sejarah dan eksitensi Kerajaan Larantuka. Raja Larantuka , Don Andreas Martinus DVG, mengatakan masyarakat Larantuka menyebut Semana Santa dengan "Hari Bae Nagi".
Setiap tahun pada masa Prapaskah selama 40 hari mulai dari Rabu Abu hingga Rabu Trewa, suku-suku yang ada di dalam Kerajaan Larantuka wajib melaksanakan mengaji semana untuk menyambut "Hari Bae Nagi".
Baca juga: Jelang Semana Santa 2026 di Larantuka, Ratusan Peziarah dari Berbagai Daerah Mulai Mendaftar
"Setiap umat pada suku-suku yang ada di wilayah Kerajaan Larantuka wajib melaksanakan mengaji Semana. Di mana mereka berdoa bersama keluarga di suatu tempat yang sama di waktu yang sama, doa yang sama untuk menyambut Hari Bae,"kata Don DVG, dalam talkshow yang bertajuk "Sambut Hari Bae-Semana Santa Larantuka 2026" yang diselenggarakan Komsos Keuskupan Larantuka melaui kanal Youtube-nya, Jumat (27/3/2026).
Dia mengatakan dalam mengaji semana ini, semua umat merefleksi , merenungkan pikiran, memahami diri sendiri, dan penyesalan diri.
Dilansir dari TribunFlores.Com sebelumnya, mengaji semana oleh 13 suku dilakukan selama tujuh minggu atau dimulai pada saat Rabu Abu sampai Rabu Trewa. Dalam perannya, ke-13 suku dipimpin oleh Raja Ama Koten 'Diaz Viera de Godinho' (DVG).
Menurut dinasti atau garis keturuan Raja Larantuka ke-22, Don Andreas Martinus DVG, 13 suku tergabung dalam Serikat Confreria Reinha Rosari Larantuka wajib melaksanakan mengaji semana selama prapaskah.
Selama tujuh minggu, masing-masing suku mendapat jadwal mengaji semana pada hari Rabu, Jumat, dan Sabtu. Namun, hari Rabu hanya berlangsung dua kali yaitu saat pembukaan (Rabu Abu) dan penutup (Rabu Trewa).
Berita TribunFlores.Com Lainnya di Google News