Selasa, 2 Juni 2026

Gempa Bumi di Flores Timur

Cerita Anggota DPRD Flores Timur Abdul Hamid Saat Gempa Melanda Adonara Timur

“Gempa datang tiba-tiba dan sangat menggagetkan. Suasana begitu mencekam, terdengar gemuruh dahsyat dari berbagai

Tayang:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Cerita Anggota DPRD Flores Timur Abdul Hamid Saat Gempa Melanda Adonara Timur
TRIBUNFLORES. COM/ARNOLDUS WELIANTO
RUMAH RUSAK - Rumah rusak akibat gempa di Desa Terong dan Lamahala di Adonara Timur, Flores Timur, Kamis (9/4/2026). 

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Abdul Hamid, Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur, menceritakan pengalaman mencekam saat gempa bumi mengguncang Adonara Timur, NTT.

Politisi dari Partai Gerindra ini, saat itu berada di kampung halamannya, Desa Terong, Adonara Timur, sedang mengunjungi keluarga. Abdul mengaku tidak memiliki firasat buruk sebelum gempa terjadi.

“Gempa datang tiba-tiba dan sangat menggagetkan. Suasana begitu mencekam, terdengar gemuruh dahsyat dari berbagai arah, disertai teriakan histeris warga,” ungkap Abdul saat wawancara via telepon, Kamis (9/4/2026).

Guncangan gempa terjadi beberapa kali dan menyebabkan rumah-rumah pesisir roboh rata dengan tanah. 

 

Baca juga: Warga Panik Usai Gempa Guncang Adonara Flores Timur, Mengungsi dan Tidur di Luar Rumah

 

 

Warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, berlari menyelamatkan diri meninggalkan sebagian barang di rumah. Banyak korban pun terpaksa berlindung di area terbuka.

Harta benda yang dimiliki masing masing warga dalam rumah tidak sempat diselamatkan.

Para korban kini hanya bisa mengandalkan bantuan dari luar untuk bertahan hidup menghadapi musibah yang dialami.

Permintaan Bantuan Darurat

Abdul Hamid mendesak pemerintah segera mendirikan posko darurat serta menyalurkan makanan, minuman, dan tenda bagi para korban gempa.

“Para korban sangat membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup sementara, karena rumah banyak yang hancur dan persediaan makanan menipis,” jelasnya.

Warga Mengungsi dan Dirikan Tenda Darurat

Sebelumnya, warga Dusun 3 Ebbo, Desa Terong, mendirikan tenda darurat di luar rumah pasca gempa Magnitudo 4,7 pada Kamis dini hari. Ria, seorang warga, menuturkan mereka berlari keluar rumah saat guncangan terjadi pukul 00.12 WIB dan memilih bertahan di luar hingga pagi.

“Tidak ada korban jiwa, namun beberapa warga mengalami luka-luka. Ibu hamil dan bayi tetap berada di halaman rumah,” ujar Ria. Satu warga sempat pingsan akibat tertimpa lemari, namun berhasil dievakuasi.

Data Gempa dan Dampak

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved