Rabu, 3 Juni 2026

Gempa Bumi di Flores Timur

Gempa Susulan Terus Terjadi, Rumah 7 Desa di Adonara Timur Flores Timur Rusak

"Desa Terong, Lamahala, Dawa Taa, Bilal, Ipi ema, kelurahan Waiwerang Kota, Desa Waiburak, Informasi yang sudah

Tayang:
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Gempa Susulan Terus Terjadi, Rumah 7 Desa di Adonara Timur Flores Timur Rusak
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/ARNOLD WELIANTO
ROBOH - Bangunan ambruk akibat gempa susulan di Adonara Flores Timur. 
Ringkasan Berita:
  • Kerusakan rumah akibat gempa di Flores Timur terus bertambah, dengan tujuh desa di Kecamatan Adonara Timur mengalami kerusakan ringan hingga berat.
  • Sebanyak 1.383 warga masih mengungsi di tenda darurat karena trauma dan kekhawatiran terhadap gempa susulan, meski bantuan logistik telah disalurkan.
  • Pemkab Flores Timur menetapkan status tanggap darurat bencana selama empat bulan, berlaku sejak 9 April hingga 8 Juli 2026.

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM,LARANTUKA - Kerusakan rumah akibat terdampak gempa bumi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur terus bertambah. 

Data sementara menunjukkan, terdapat 7 desa di Wilayah Kecamatan Adonara Timur mengalami kerusakan berat hingga ringan akibat gempa susulan yang terus terjadi. Tujuh desa yang terdampak ini yakni Desa Terong, Lamahala, Dawa Taa, Bilal, Ipi ema, kelurahan Waiwerang Kota dan Desa Waiburak Kecamatan Adonara Timur. 

Desa terdampak ini mengalami kerusakan rumah dari tingkat kerusakan berat hingga sedang. 

"Desa Terong, Lamahala, Dawa Taa, Bilal, Ipi ema, kelurahan Waiwerang Kota, Desa Waiburak, Informasi yang sudah masuk itu ada 7 Desa,Rata-rata kerusakan rumah, pada tingkat rusak ringan dan berat, " Kata 
Camat Adonara Timur, Ismail Daton Ban, Senin 13 April 2026.

 

Baca juga: Kisah Heroik Kurniawati, Pasang Badan Lindungi Anak dari Reruntuhan Bangunan Saat Gempa Adonara 

 

 

Hingga kini, Warga korban gempa bumi di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, masih memilih bertahan di tenda pengungsian akibat trauma dan kekhawatiran terhadap gempa susulan yang terus terjadi.

Bantuan Disalurkan

Hingga Minggu (12/4), jumlah pengungsi tercatat mencapai 1.383 jiwa yang tersebar di beberapa titik. Sejumlah bantuan logistik, termasuk beras, telah disalurkan kepada para korban untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa pengungsian.

Sementara itu, warga di desa sekitar juga merasakan dampak psikologis akibat gempa susulan, warga mengaku telah empat malam tidur di teras rumah sebagai langkah antisipasi. 

Kini,  Pemerintah Kabupaten Flores Timur, menetapkan status tanggap darurat bencana selama empat bulan usai terjadinya gempa bumi magnitudo 4,7.

Penetapan status tanggap darurat tersebut, terhitung mulai tanggal 9 April hingga 8 Juli 2026 setelah Pemerintah Kabupaten Flores Timur melakukan rapat koordinasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) pada 9 April 2026. (awk)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved