Kamis, 14 Mei 2026

Gunung Lewotobi Status Siaga

Status Siaga, Gunung Lewotobi 2 Kali Harmonik dan 6 Kali Tremor Non-Harmonik

Status Siaga, Gunung Lewotobi 2 Kali Harmonik dan 6 Kali Tremor Non-Harmonik.Gunung Api Lewotobi Laki-laki saat status level III atau Siaga.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
Ringkasan Berita:
  • Gunung Api Lewotobi Laki-laki saat status level III atau Siaga.
  • Status Siaga, Gunung Lewotobi 2 Kali Harmonik dan 6 Kali Tremor Non-Harmonik
  • Gunung Api Lewotobi Laki-laki terletak di Kab\Kota Flores Timur, Nusa Tenggara Timur

TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOBI - Petugas Posmat Gunung Lewotobi Laki-laki, M. Nurjansyah Dwi Laksona melaporkan kondisi gunung itu selama 6 jam terakhir, Rabu (13/5/ 2026), periode 06:00-12:00 WITA.

Gunung Api Lewotobi Laki-laki terletak di Kab\Kota Flores Timur, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.5389°LU, Longitude 122.7682°BT dan memiliki ketinggian 1584 mdpl.

Gunung Api Lewotobi Laki-laki saat status level III atau Siaga.

"Pengamatan visual, Gunung api tertutup Kabut 0-I hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat dan barat laut,"tulis dia dikutip dari laman magma.esdm.go.id Rabu siang.

Klimatologi, Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 27-31°C.

Baca juga: Status Gunung Lewotobi Laki-Laki Naik Siaga, Warga Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km 

Pengamatan Kegempaan

2 kali Harmonik dengan amplitudo 3.7-11 mm, dan lama gempa 35-37 detik.

6 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 3.7-11 mm, dan lama gempa 68-105 detik.

1 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 2.2 mm, dan lama gempa 27 detik.

2 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2.9-7.4 mm, S-P 1.2-1.3 detik dan lama gempa 14-15 detik.

2 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 4.4-37 mm, S-P 6.9-9.6 detik dan lama gempa 26-35 detik.

2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2.9-5.1 mm, S-P 51.4 detik dan lama gempa 48-97 detik.

Level III

Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mengalami peningkatan signifikan. Pos Pengamatan Gunung Api resmi menaikkan status dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), Selasa (12/5/2026).

Kepala Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman Yoseph, menyampaikan bahwa peningkatan status ini didasarkan pada hasil pemantauan aktivitas vulkanik periode 1–11 Mei 2026 yang menunjukkan tren kenaikan signifikan, terutama pada gempa vulkanik dalam.

“Peningkatan aktivitas menunjukkan adanya suplai magma atau fluida magmatik dari kedalaman yang cukup kuat menuju sistem gunung api,” ujarnya.

Dalam periode pengamatan tersebut, gempa Vulkanik Dalam (VA) tercatat mencapai 21–32 kejadian per hari pada awal Mei, kemudian menurun namun masih berada di atas kondisi normal. Selain itu, gempa Tremor Non-Harmonik juga terpantau tinggi dan stabil, dengan puncak mencapai 27 kejadian per hari.

Kondisi ini menunjukkan sistem fluida di bagian dangkal gunung masih aktif dan terus mengalami pergerakan. Sementara itu, gempa Low Frequency (LF) relatif rendah, namun menunjukkan adanya respons tekanan dari kedalaman menuju permukaan.

Dari hasil pengamatan visual, aktivitas permukaan seperti guguran dan hembusan sempat terlihat pada beberapa hari awal Mei. Asap solfatara juga terpantau pada bagian barat laut kawah.

Data deformasi tiltmeter Wolorona (WLR2) turut menunjukkan adanya inflasi yang mengindikasikan peningkatan tekanan di dalam tubuh gunung api. Pola ini memperkuat dugaan bahwa sistem magmatik Lewotobi sedang mengalami fase pengisian ulang tekanan.

Imbauan Keselamatan untuk Warga

Berdasarkan analisis tersebut, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini berada pada fase peningkatan tekanan magmatik yang berpotensi berkembang lebih lanjut jika tekanan terus bertambah di bagian dangkal.

Dengan kenaikan status ini, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Selain itu, warga di sekitar kawasan rawan bencana diminta mewaspadai potensi banjir lahar terutama saat hujan lebat, khususnya di daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki seperti Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut saat terjadi hujan abu untuk menghindari gangguan pernapasan.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved