Konflik Lahan di Adonara
Polisi Amankan 812 Senjata Pasca Konflik Adonara, Flores Timur NTT
Polres Flores Timur mengamankan 812 senjata dan barang berbahaya pasca konflik di Adonara Timur.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/AMANKAN-SAJAM-Polres-Flores-Timur-berhasil-mengamankan-sebanyak-812-senjata.jpg)
Ringkasan Berita:
- Polres Flores Timur mengamankan 812 senjata dan barang berbahaya pasca konflik di Adonara Timur.
- Senjata diserahkan secara sukarela melalui pendekatan persuasif dan humanis kepada masyarakat.
- Situasi kini kondusif, aparat masih siaga untuk mencegah konflik susulan.
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Polres Flores Timur berhasil mengamankan sebanyak 812 senjata yang terdiri dari senjata api rakitan, senjata tajam, amunisi, dan barang berbahaya lainnya pasca konflik sosial yang terjadi di Pulau Adonara pada 6 Maret serta 9 dan 10 Mei 2026.
Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, mengatakan barang yang diamankan terdiri dari 122 pucuk senjata api rakitan (senpira), 258 butir/selongsong amunisi, 431 buah senjata tajam, dan 1 buah tempat busur
Keberhasilan tersebut merupakan hasil pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan Polres Flores Timur bersama pemerintah desa. Melalui sosialisasi dan dialog dengan masyarakat, berbagai senjata yang digunakan saat konflik berhasil diserahkan secara sukarela.
“Kami mengedepankan upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Ketika masyarakat kooperatif, kami lebih mengutamakan kepentingan sosial dan terciptanya situasi yang aman serta kondusif,” ujar Kapolres dikutip dari tribratanewsntt.com Senin (1/6/2026).
Baca juga: Rekonsiliasi Damai di Adonara Timur Senin 1 Juni 2026, Polda NTT Apresiasi
Konflik Lahan
Konflik yang melibatkan warga Desa Waiburak dan Desa Nara Sosina, Kecamatan Adonara Timur, dipicu sengketa lahan dan mengakibatkan sekitar 50 rumah terbakar.
Saat ini situasi kamtibmas di wilayah Adonara Timur telah kondusif dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. Personel Polres Flores Timur dan Brimob masih disiagakan untuk menjaga keamanan serta mencegah terjadinya konflik susulan.
Sementara itu,Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan sikap kooperatif dengan menyerahkan berbagai senjata yang berpotensi mengganggu keamanan.
Langkah ini menjadi bukti bahwa penyelesaian konflik melalui pendekatan humanis, dialog, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat merupakan kunci dalam menjaga persatuan serta mewujudkan NTT yang aman, damai, dan penuh kasih,Tutup kabid Humas. (Sumber tribratanewsntt.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News