Kamis, 11 Juni 2026

Gunung Lewotobi Meletus

Gunung Lewotobi Erupsi 6 Kali Sejak Selasa Dini Hari hingga Pagi, Kolom Abu Capai 1.200 Meter 

Gunung Lewotobi mengalami 6 kali erupsi sejak dini hari hingga pagi 9 Juni 2026, dengan kolom abu tertinggi mencapai 1.200

Tayang:
Penulis: Cristin Adal | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Gunung Lewotobi Erupsi 6 Kali Sejak Selasa Dini Hari hingga Pagi, Kolom Abu Capai 1.200 Meter 
TRIBUNFLORES. COM/MAGMA INDONESIA
GUNUNG LEWOTOBI- Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami 6 kali erupsi sejak dini hari hingga pagi 9 Juni 2026, dengan kolom abu tertinggi mencapai 1.200 meter di atas puncak. Abu vulkanik teramati bergerak ke arah barat, barat laut, dan barat daya, dengan amplitudo letusan tertinggi mencapai 47,3 mm pada pukul 06.21 WITA. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengimbau warga menjauhi area dalam radius 5 km dari kawah, waspada banjir lahar hujan, dan menggunakan masker saat terjadi hujan abu. 

Ringkasan Berita:
  • Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami 6 kali erupsi sejak dini hari hingga pagi 9 Juni 2026, dengan kolom abu tertinggi mencapai 1.200 meter di atas puncak.
  • Abu vulkanik teramati bergerak ke arah barat, barat laut, dan barat daya, dengan amplitudo letusan tertinggi mencapai 47,3 mm pada pukul 06.21 WITA.
  • Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengimbau warga menjauhi area dalam radius 5 km dari kawah, waspada banjir lahar hujan, dan menggunakan masker saat terjadi hujan abu.

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meletus sebanyak enam kali beruntun sejak Selasa (9/6/2026) dini hari hingga pagi ini.

Erupsi terbaru terjadi pada pukul 08.30 WITA dengan tinggi kolom abu teramati mencapai kurang lebih 600 meter di atas puncak ( 2.184 meter di atas permukaan laut). 

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki mencatat letusan terakhir ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 24.4 mm dan durasi 95 detik, membawa abu tebal berwarna kelabu ke arah barat dan barat laut.

Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi 8 Kali Senin Dini Hari hingga Siang Ini, Warga Diimbau Pakai Masker

Rentetan Erupsi Pagi Ini

Berdasarkan laporan resmi tim pengamat magma di Desa Pululera, berikut adalah rincian data seismogram dari enam rentetan letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki sejak Senin dini hari hingga pagi.

Pukul 01:29 WITA: Tinggi kolom abu 1.200 meter di atas puncak. Erupsi terekam dengan amplitudo maksimum (ampmax) 29.6 mm dan durasi 184 detik. Abu mengarah ke barat dan barat laut.

Pukul 04:38 WITA: Tinggi kolom abu  800 meter. Ampmax 44.4 mm dengan durasi 151 detik. Abu mengarah ke barat dan barat laut.

Pukul 05:31 WITA: Tinggi kolom abu  1.000 meter. Ampmax 44.4 mm dengan durasi 93 detik. Abu berbelok ke arah barat daya dan barat.

Pukul 06:21 WITA erupsi terjadi dengan tinggi kolom abu kurang lebih 800 meter di atas puncak. Ampmax 47.3 mm dengan durasi 49 detik. Abu mengarah ke barat dan barat laut.

Erupsi pada pukul 08:03 WITA dengan tinggi kolom abu kembali mencapai kurang lebih 1.000 meter di atas puncak. Ampmax 44.4 mm dengan durasi cukup lama hingga 168 detik. Abu mengarah ke barat dan barat laut.

Erupsi  pada pukul 08.30 WITA dengan tinggi kolom abu teramati mencapai kurang lebih 600 meter di atas puncak ( 2.184 meter di atas permukaan laut). 

Rekomendasi PVMBG

Menyikapi rentetan letusan yang terus terjadi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat guna menjaga keselamatan warga:

Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki maupun pengunjung dan wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Warga yang bermukim di sekitar lembah sungai yang berhulu di puncak gunung diminta ekstra waspada terhadap potensi banjir lahar hujan jika terjadi hujan lebat. 

Wilayah siaga ini meliputi Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Warga yang terdampak paparan hujan abu vulkanik diimbau segera memakai masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi sistem pernapasan dari bahaya abu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved