Rabu, 15 April 2026

Berita Manggarai Timur

Jalan Provinsi Rusat Berat, Warga Elar Selatan Minta Gubernur dan DPRD NTT Buka Mata

Memprihatinkan, ruas jalan provinsi NTT Bealaing-Mukun-Mbazang, tepatnya di wilayah Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Robert Ropo | Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Jalan Provinsi Rusat Berat, Warga Elar Selatan Minta Gubernur dan DPRD NTT Buka Mata
TRIBUNFLORES.COM/ROBERT ROPO
MELINTAS-Mobil milik anggota DPRD NTT Yohanes Rumat sulit melintasi jalan provinsi NTT di Elar Selatan yang sedang rusak berat. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, BORONG-Memprihatinkan, ruas jalan provinsi NTT Bealaing-Mukun-Mbazang, tepatnya di wilayah Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur kini semakin rusak parah. 

Pantauan TRIBUNFLORES.COM, Minggu terlihat jalan yang masih beralaskan tanah itu terlihat dari setelah Kampung Mbata, Desa Ranambata, Kecamatan Kota Komba Utara hingga di Mbazang, Kecamatan Elar Selatan dengan panjang kerusakan hingga mencapai 26 kilometer. 

Terlihat ada beberapa titik seperti sebelum dan sesudah jembatan Waerana perbatasan antara Kota Komba Utara dan Elar Selatan serta beberapa titik lain yang telah dibangun aspal hotmix. Namun sebagian besarnya meski sebagian sudah dilakukan pengerasan namun sudah rusak kembali. 

Tampak mobil milik anggota DPRD NTT Yohanes Rumat, yang melakukan Reses di Kampung Mamba dan Kampung Sulit, Desa Paanwaru, Kecamatan Elar Selatan, sulit melintasi badan jalan itu. Ada beberapa tanjakan terlihat mobil yang ditumpangi Yohanes Rumat sulit menanjak. 

Video momen mobil DPRD NTT yang sulit melintasi jalan provinsi yang diposting di media Facebook Tribun Flores mendapat beragam komentar dari netizen. Rata-rata netizen mendesak pemerintah provinsi NTT dan juga DPRD NTT khususnya Dapil IV untuk memperhatikan kerusakan jalan itu. 

Abdon, Engki dan sejumlah warga Elar Selatan meminta kepada gubernur NTT dan juga sepuluh orang anggota DPRD NTT Dapil IV Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat membuka mata untuk memperhatikan kerusakan jalan provinsi itu. 

"Pertama kami tentu menyampaikan terima kasih karena Provinsi sudah asalkan beberapa titik termasuk tahun ini ada kerja aspal hotmix sekitar 700 meter di Mamba. Tetapi kami berharap dan meminta kepada Pak Gubernur dan para wakil rakyat dari Manggarai Raya buka mata terkait kerusakan jalan ini. Ini jalan strategis sebagai akses masyarakat di Elar Selatan, termasuk jalan ini terhubung dengan Kabupaten Ngada,"Ujar Abdon diamini Engki dan warga lainya. 

Kepala Desa Paanwaru, Kecamatan Elar Selatan, Yatis Boneng, juga dihadapan Yohanes Rumat anggota DPRD NTT saat melakukan reses di Kampung Sulit, meminta kepada Yohanes Rumat untuk memperhatikan kerusakan jalan provinsi tersebut. 

"Terima kasih karena kali ada kerja sedikit di Mamba, harapan kami tahun depan tambah lagi biar sedikit-sedikit," ujarnya.

Sementara itu, Yohanes Rumat, Anggota DPRD NTT saat melakukan reses di Kampung Sulit juga memantau kondisi kerusakan jalan provinsi tersebut, sekaligus meninjau proses pekerjaan hotmix jalan tersebut di wilayah Kampung Mamba. 

Usai mengikuti misa di Paroki Salib Suci Mamba di hadapan ratusan warga, begitu juga saat melakukan reses di Kampung Sulit, Desa Paanwaru, Kecamatan Elar Selatan, Minggu 19 Oktober 2025  siang, menerangkan, pekerjaan jalan Provinsi pada masa gubernur Frans Lebu Raya ada asas adil dan merata, begitu masuk Gubernur NTT Viktor Laiskodat pekerjaan bersifat pola tuntas. 

Namun, pola ini, kata Yohanes, 'omong kosong'. Pekerjaan tidak berhasil tuntas, salah satunya jalan Provinsi di Elar Selatan yang saat ini masih rusak berat.  Selain itu, kebijakan Gubernur NTT waktu itu juga meninggalkan utang yang begitu besar dampak pinjaman kepada pihak ketiga dan juga Bank NTT. 

Karena itu, kata Yohanes, pada masa Gubernur NTT Melki Lakalena, kembali diterapkan pola asas adil dan merata. 

"Sehingga tahun anggaran 2025 ini, dana sekitar Rp 3 miliar lebih bangun hotmix di jalan Provinsi Bealaing-Wae Rasan batas Kabupaten Ngada tepatnya di Mamba dengan panjang sekitar 700 meter dan juga ada tambal sulam dibeberapa titik,"terangnya.

"Meskipun sedikit tapi ada, kita tetap perjuangkan ini, Mudah-mudahan tahun depan ada lagi,"Ujarnya.

Meski demikian, Yohanes juga meminta kepada Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur untuk tetap memprioritaskan perbaikan jalan Provinsi di Elar Selatan yang kini semakin rusak berat. (rob) 

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved