Gunung Lewotolok Meletus
24 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok 178 Kali Gempa Letusan 2 Kali Gempa Guguran
24 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok 178 Kali Gempa Letusan 2 Kali Gempa Guguran. Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau siaga.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gunung-Lewotolok-NTT-52-Kali-Gempa-Letusan-56-Kali-Gempa.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Anselmus Bobyson Lamanepa melaporkan kondisi gunung 24 jam terakhir Rabu (3/9/2025) periode 00:00-24:00 Wita.
Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau siaga.
Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.
"unung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 5-100 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin lemah ke arah barat dan barat laut,"tulis Anselmus dikutip dari laman magma.esdm.go.id Kamis 4 September 2025.
Baca juga: Gunung Lewotolok NTT 52 Kali Gempa Letusan 56 Kali Gempa Hembusan
Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Lewotolok mengalami 178 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 4.6-33.4 mm, dan lama gempa 29-192 detik.
2 kali gempa Guguran dengan amplitudo 3-4 mm dan lama gempa 25-50 detik.
243 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.3-12.8 mm, dan lama gempa 25-53 detik.
8 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 2-5.1 mm, dan lama gempa 90-209 detik.
4 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 1.6-3.4 mm, S-P 1.3-2.5 detik dan lama gempa 13-18 detik.
Pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:
(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News