Rabu, 6 Mei 2026

Gunung Lewotolok Meletus

24 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok 3 Kali Gempa Letusan 27 Kali Gempa Hembusan

24 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok 3 kali Gempa Letusan 27 Kali Gempa Hembusan.Ili Lewotolok saat ini Level Waspada.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto 24 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok 3 Kali Gempa Letusan 27 Kali Gempa Hembusan
TRIBUNFLORES.COM/MAGMA INDONESIA
GUNUNG LEWOTOLOK - Gunung Lewotolok di Lembata, Senin (1/2/2025). 24 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok 3 kali Gempa Letusan 27 Kali Gempa Hembusan. Gunung Ili Lewotolok saat ini Level II atau Waspada. 

 

Ringkasan Berita:
  • Aktivitas vulkanik meningkat ringan: Terjadi 3 kali letusan dan 27 kali gempa hembusan dalam 24 jam terakhir, dengan asap kawah putih setinggi 50–700 meter.
  • Status tetap Level II (Waspada) dengan potensi bahaya guguran/longsoran lava di sektor timur, selatan–tenggara, dan barat.
  • Rekomendasi utama: Warga dan pengunjung dilarang beraktivitas dalam radius 2–2,5 km, gunakan masker untuk menghindari paparan abu, dan waspada potensi lahar terutama saat hujan.

TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Syawaludin, melaporkan kondisi gunung 24 jam terakhir, Minggu (30/11/2025).

Gunung Ili Lewotolok saat ini Level II atau Waspada.

Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.

"Berdasarkan pengamatan Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50-700 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut.Suhu udara sekitar 25-31°C,"tulis dia dikutip dari laman magma.esdm.go.id Senin (1/12/2025) pagi.

Baca juga: Status WASPADA, Gunung Lewotolok 1 Kali Gempa Letusan 22 Kali Gempa Hembusan

3 Kali Letusan

Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan 3 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 4.2-10.9 mm, dan lama gempa 35-43 detik.

27 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.5-5 mm, dan lama gempa 26-44 detik.

2 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 3.1-4.2 mm, S-P 1.1 detik dan lama gempa 17-18 detik.

2 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 2-4.4 mm, S-P 6.5-8.1 detik dan lama gempa 31-37 detik.

1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 1.5 mm, S-P 19 detik dan lama gempa 60 detik.

Pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:

(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved