Jumat, 8 Mei 2026

Gunung Lewotolok Status Waspada

Gunung Lewotolok NTT 43 Kali Gempa Letusan 189 Gempa Hembusan

Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur berstatus Level II (Waspada) dengan aktivitas kegempaan masih terjadi.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Gunung Lewotolok NTT 43 Kali Gempa Letusan 189 Gempa Hembusan
TRIBUNFLORES. COM/ARNOLDUS WELIANTO
GUNUNG LEWOTOLOK - Gunung Lewotolok di Lembata, NTT, Kamis (12/3/2026). Gunung Lewotolok NTT 43 Kali Gempa Letusan 189 Gempa Hembusan. 

Ringkasan Berita:
  • Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur berstatus Level II (Waspada) dengan aktivitas kegempaan masih terjadi.
  • Dalam 24 jam terakhir tercatat 43 gempa letusan, 189 gempa hembusan, serta beberapa gempa vulkanik dan tektonik.
  • Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 2–2,5 km dari kawah dan mewaspadai guguran lava, abu vulkanik, serta lahar saat hujan. 

TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Yeremias Kristianto Pugel, melaporkan kondisi gunung 24 jam terakhir, Rabu (11/3/2026) pukul 00.00 -24.00 Wita.

Gunung Ili Lewotolok saat ini Level II atau Waspada.

Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.

"Berdasarkan pengamatan visual, Gunung api tertutup Kabut 0-I hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur,"tulis dia dikutip dari laman magma.esdm.go.id Kamis (12/3/2026).

Sementara berdasarkan pengamatan klimatologi cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara sekitar 25-29°C.

Baca juga: Status Waspada, Gunung Lewotolok NTT 34 Kali gempa Letusan 162 Hembusan

Gempa Letusan

Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan, gunung Lewotolok 43 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 9-25.3 mm, dan lama gempa 37-63 detik.

189 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.1-9.7 mm, dan lama gempa 22-33 detik.

2 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2.3-11.3 mm, S-P 0.7-1.9 detik dan lama gempa 10-14 detik.

1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 2.4 mm, S-P 6.3 detik dan lama gempa 26 detik.

2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 5.1-16.3 mm, S-P 46 detik dan lama gempa 143-230 detik.

Rekomendasi

Pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:

(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved