Minggu, 24 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Kamis 4 September 2025, Harus Berani Move On

Mari simak renungan katolik Kamis 4 September 2025. Tema renungan katolik harus berani move on.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Kamis 4 September 2025, Harus Berani Move On
POS-KUPANG.COM/EKLESIA MEI
PERSIAPAN MISA- Mari simak renungan katolik Kamis 4 September 2025. Tema renungan katolik harus berani move on. 

Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring, bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!

Bacaan Injil : Luk 5:1-11

Mereka meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Yesus.

Pada suatu ketika Yesus berdiri di pantai Danau Genesaret. Orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan sabda Allah. Yesus melihat dua buah perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 

Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahu itu sedikit jauh dari pantai. Lalu Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. 

Selesai berbicara Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi atas perintah-Mu aku akan menebarkan jala juga." 

Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap ikan dalam jumlah besar, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain, supaya mereka datang membantu. Maka mereka itu datang, lalu mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. 

Melihat hal itu Simon tersungkur di depan Yesus dan berkata, "Tuhan, tinggalkanlah aku, karena aku ini orang berdosa." Sebab Simon dan teman-temannya takjub karena banyaknya ikan yang mereka tangkap. 

Demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Yesus lalu berkata kepada Simon, "Jangan takut. Mulai sekarang engkau akan menjala manusia." Dan sesudah menghela perahu-perahunya ke darat, mereka lalu meninggalkan segala sesuatu, dan mengikuti Yesus.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik 

Injil hari ini menggambarkan kegagalan Simon sebagai seorang nelayan. Ini bukan yang pertama, tetapi mungkin yang kesekian kalinya. Kegagalan dalam berbisnis itu manusiawi dan wajar, mengingat bisnis itu selalu berjalan pasang surut. Yang tidak wajar adalah jika dalam kegagalan seakan-akan tidak ada celah Tuhan untuk bekerja, atau bahkan Tuhan selalu dipersalahkan atas kegagalan sehingga kita tidak berdoa, tidak pergi ke gereja, malas mendengarkan firman, dan akhirnya berdiam diri di rumah.

Simon menjadi teladan bagi kita dalam menghadapi kegagalan. Walaupun kita terkadang gagal dan terpuruk dalam bisnis serta hati kita bergejolak dalam keputusasaan, kita harus tetap setia mendengarkan Tuhan dan melayani-Nya. Dalam situsi seperti itu, tidak jarang Tuhan menghadapkan kita pada peristiwa "trauma" kegagalan kita supaya kita melakukan lagi dengan iman dan mengandalkan kuasa-Nya. Kita pun diundang untuk menghadapi pengalaman kegagalan dan trauma itu dalam dan dengan iman. Jangan sampai kita terpuruk dan tidak mampu untuk move on. Tuhan terkadang mau menunjukkan kuasa-Nya kepada kita.

Ya Bapa, ajarilah kami untuk terus mendengarkan-Mu di tengah kegagalan dari keputusasaan kami. Amin. (Sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved