Renungan Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 5 September 2025, Memperbarui Hati Setiap Hari
Mari simak renungan harian Katolik Jumat 5 September 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu memperbarui hati setiap hari.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gereja-Katolik-Aeramo-Nagekeo.jpg)
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
"Tidak seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua; sebab jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur." (Lukas 5:37)
1. Injil Hari Ini
Injil Lukas 5:33-39 menampilkan sebuah percakapan antara Yesus dengan orang Farisi. Mereka mempertanyakan mengapa murid-murid Yesus tidak berpuasa seperti murid Yohanes dan orang Farisi. Jawaban Yesus menyingkapkan sebuah kebenaran yang mendalam: ada waktu untuk berpuasa, tetapi juga ada waktu untuk bersukacita karena Sang Mempelai ada di tengah-tengah mereka.
Yesus kemudian menggunakan perumpamaan: “Tidak seorang pun menambalkan kain baru pada baju yang sudah usang” dan “Tidak seorang pun menuang anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua.” Perumpamaan ini menegaskan bahwa karya keselamatan yang dibawa-Nya adalah sesuatu yang baru, yang tidak bisa dipaksa masuk ke dalam pola lama yang kaku.
2. Makna Teologis
Yesus hadir untuk menghadirkan Kerajaan Allah yang baru. Cara hidup lama, yang hanya terikat pada hukum tanpa kasih, tidak bisa menampung kehidupan baru yang datang dari Injil. Inilah mengapa Yesus berkata tentang “anggur baru” yang membutuhkan “kantong kulit baru.”
Anggur baru melambangkan kasih karunia Allah, kehidupan Roh Kudus, dan sukacita Injil.
Kantong kulit baru adalah hati yang diperbarui, terbuka, dan siap menerima karya Allah yang melampaui aturan manusia semata.
3. Relevansi untuk Hidup Kita
Kita sering kali masih terjebak dalam pola pikir lama: legalisme, formalitas agama, atau kebiasaan rohani yang dilakukan hanya sebagai rutinitas. Namun Injil hari ini mengingatkan bahwa iman bukan sekadar kewajiban, melainkan hubungan hidup dengan Kristus.
Iman lama: hanya ikut misa karena kewajiban, doa karena rutinitas, tanpa hati.
Iman baru: berdoa dengan cinta, ikut misa karena rindu bertemu Yesus, melayani dengan sukacita.
Pertanyaan penting bagi kita: