Selasa, 5 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Hari Ini Jumat 5 September 2025, Mengubah Gaya Lama 

Mari simak renungan hari Jumat 5 September 2025. Tema renungan hari ini yaitu mengubah gaya lama.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Hari Ini Jumat 5 September 2025, Mengubah Gaya Lama 
TRIBUNFLORES.COM / GG
PATER JOHN LEWAR SVD - Sosok Pater John Lewar, SVD.Mari simak renungan hari Jumat 5 September 2025. Tema renungan hari ini yaitu mengubah gaya lama. 

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik 

Hari ini orang Farisi bertanya kepada Yesus tentang puasa. Terlalu sering 
fokus dari puasa adalah tidak makan. Mereka mempertanyakan mengapa 
murid Yohanes dan Farisi berpuasa, sedangkan murid-murid Yesus makan 
dan minum. Mereka pikir puasa itu hanya soal tidak makan minum. 
Seharusnya puasa adalah melepaskan mata kita dari hal-hal duniawi dan 
berpusat pada Tuhan. Dengan mengalihkan mata dari hal-hal dunia ini, 
kita dapat memusatkan diri pada Kristus secara lebih baik. Puasa 
menolong kita untuk memperoleh pandangan baru dan memperbaharui 
ketergantungan pada Tuhan.  

Puasa juga bukanlah cara untuk kelihatan lebih rohani dibanding orang 
lain. Orang-orang Farisi berpikir bahwa mereka lebih rohani daripada 
murid-murid Yesus karena menjalankan puasa. Mereka lupa bahwa puasa 
dilakukan untuk menyiapkan kedatangan Tuhan, mempersiapkan hati 
yang murni untuk Tuhan. Dan sudah ada Tuhan Yesus yang datang di 
tengah-tengah mereka.  

Ada lagi mengenai puasa. Puasa bukan untuk menghukum tubuh. Maka 
waktu puasa juga harus dibatasi, bukan tanpa batas. Puasa tidak boleh 
dianggap salah satu “metode diet”. Jangan puasa untuk menghilangkan 
berat badan, tapi untuk memperoleh persekutuan yang lebih dalam 
dengan Tuhan.  

Ada lagi orang berpandangan bahwa dengan berpuasa pasti keinginan 
kita akan tercapai, Tuhan akan mengabulkan permohonan kita. Puasa 
bukanlah cara untuk membuat Tuhan melakukan apa yang kita inginkan. 
Puasa mengubah kita, bukan mengubah Tuhan. Puasa adalah salah satu 
latihan rohani. Puasa menjadi sarana bagi kita untuk mengendalikan diri 
dari keinginan-keinginan tak teratur. Dengan demikian kita dibentuk, 
diubah.  

Susah memang mengubah hidup kita yang lama, cara pandang kita yang 
lama. Kita merasa baik-baik saja dengan hidup dan cara pandang kita 
yang lama. Lebih enak begini lah…dan tidak mau berubah. Kita bilang 
“anggur tua lebih baik lah…” Maka kalau datang ajaran atau pandangan 
baru, cenderung kita tolak. Kita sudah mapan dengan gaya hidup yang 
lama. Tidak mau berubah.  

Orang Farisi juga sulit berubah karena berpegang pada Perjanjian Lama 
terus. Mereka pikir cukuplah mentaati hukum untuk dapat selamat. 
Mereka hanya sibuk dengan penampilan luar, kelihatan lebih rohani 
daripada yang lain. Padahal di dalam hatinya tidak berubah, bahkan tidak 
melihat Tuhan.  

Kita mungkin juga seperti mereka, orang-orang Farisi. Ketika dibaptis, 
kita menerima Yesus. Dengan memakai nama santo ataupun santa dari 
luar nampak suci. Kita rajin ke Gereja setiap minggu bahkan setiap hari. 
Rajin berdoa, berpuasa dan memberi derma tetapi kalau sakit, masih 
pergi ke dukun….. kalau mau buka usaha, masih ke gunung.  Mengaku 
Katolik tetapi masih pasang sesajen…masih suka pasang nomer togel… 
Ibarat HP, kita hanya mengganti cashing ..menjadi cashing smartphone 
tapi isinya masih hp abal-abal….. (diolah dari RD Yosef Setiawan,  
https://dailyfreshjuice.net/06092013). 

Doa: 

Allah yang maha pengasih dan penyayang, ampunilah aku yang keras 
kepala dan sombong….aku sering merasa nyaman dengan hidupku 
sehingga sulit terbuka untuk Engkau bentuk seturut kehendakMu. Maka, 
jadikanlah aku manusia yang berani berubah dan menerima perubahan 
demi kemuliaanMu. ..Amin 

Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Jumat Pertama, Pekan Biasa XXII. 
Salam doa dan berkatku untukmu  dan keluarga di mana saja berada: 
Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin. . (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved