Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Hari Ini Jumat 5 September 2025, Mengubah Gaya Lama
Mari simak renungan hari Jumat 5 September 2025. Tema renungan hari ini yaitu mengubah gaya lama.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PATER-JOHN-LEWAR-SVD-Sosok-Pater-John-Lewar-SVD.jpg)
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
Hari ini orang Farisi bertanya kepada Yesus tentang puasa. Terlalu sering
fokus dari puasa adalah tidak makan. Mereka mempertanyakan mengapa
murid Yohanes dan Farisi berpuasa, sedangkan murid-murid Yesus makan
dan minum. Mereka pikir puasa itu hanya soal tidak makan minum.
Seharusnya puasa adalah melepaskan mata kita dari hal-hal duniawi dan
berpusat pada Tuhan. Dengan mengalihkan mata dari hal-hal dunia ini,
kita dapat memusatkan diri pada Kristus secara lebih baik. Puasa
menolong kita untuk memperoleh pandangan baru dan memperbaharui
ketergantungan pada Tuhan.
Puasa juga bukanlah cara untuk kelihatan lebih rohani dibanding orang
lain. Orang-orang Farisi berpikir bahwa mereka lebih rohani daripada
murid-murid Yesus karena menjalankan puasa. Mereka lupa bahwa puasa
dilakukan untuk menyiapkan kedatangan Tuhan, mempersiapkan hati
yang murni untuk Tuhan. Dan sudah ada Tuhan Yesus yang datang di
tengah-tengah mereka.
Ada lagi mengenai puasa. Puasa bukan untuk menghukum tubuh. Maka
waktu puasa juga harus dibatasi, bukan tanpa batas. Puasa tidak boleh
dianggap salah satu “metode diet”. Jangan puasa untuk menghilangkan
berat badan, tapi untuk memperoleh persekutuan yang lebih dalam
dengan Tuhan.
Ada lagi orang berpandangan bahwa dengan berpuasa pasti keinginan
kita akan tercapai, Tuhan akan mengabulkan permohonan kita. Puasa
bukanlah cara untuk membuat Tuhan melakukan apa yang kita inginkan.
Puasa mengubah kita, bukan mengubah Tuhan. Puasa adalah salah satu
latihan rohani. Puasa menjadi sarana bagi kita untuk mengendalikan diri
dari keinginan-keinginan tak teratur. Dengan demikian kita dibentuk,
diubah.
Susah memang mengubah hidup kita yang lama, cara pandang kita yang
lama. Kita merasa baik-baik saja dengan hidup dan cara pandang kita
yang lama. Lebih enak begini lah…dan tidak mau berubah. Kita bilang
“anggur tua lebih baik lah…” Maka kalau datang ajaran atau pandangan
baru, cenderung kita tolak. Kita sudah mapan dengan gaya hidup yang
lama. Tidak mau berubah.
Orang Farisi juga sulit berubah karena berpegang pada Perjanjian Lama
terus. Mereka pikir cukuplah mentaati hukum untuk dapat selamat.
Mereka hanya sibuk dengan penampilan luar, kelihatan lebih rohani
daripada yang lain. Padahal di dalam hatinya tidak berubah, bahkan tidak
melihat Tuhan.
Kita mungkin juga seperti mereka, orang-orang Farisi. Ketika dibaptis,
kita menerima Yesus. Dengan memakai nama santo ataupun santa dari
luar nampak suci. Kita rajin ke Gereja setiap minggu bahkan setiap hari.
Rajin berdoa, berpuasa dan memberi derma tetapi kalau sakit, masih
pergi ke dukun….. kalau mau buka usaha, masih ke gunung. Mengaku
Katolik tetapi masih pasang sesajen…masih suka pasang nomer togel…
Ibarat HP, kita hanya mengganti cashing ..menjadi cashing smartphone
tapi isinya masih hp abal-abal….. (diolah dari RD Yosef Setiawan,
https://dailyfreshjuice.net/06092013).
Doa:
Allah yang maha pengasih dan penyayang, ampunilah aku yang keras
kepala dan sombong….aku sering merasa nyaman dengan hidupku
sehingga sulit terbuka untuk Engkau bentuk seturut kehendakMu. Maka,
jadikanlah aku manusia yang berani berubah dan menerima perubahan
demi kemuliaanMu. ..Amin
Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Jumat Pertama, Pekan Biasa XXII.
Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada:
Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin. . (Sumber the katolik.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News