Injil Katolik
Bacaan Injil Katolik Hari Ini Sabtu 6 September 2025 dan Renungan Harian Katolik
Mari simak bacaan Injil Katolik hari ini Sabtu 6 September 2025. Bacaan injil katolik hari ini lengkap renungan harian Katolik.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Kolhua-Kota-Kupang-Umat-Katolik.jpg)
Akulah jalan, kebenaran dan sumber kehidupan, sabda Tuhan.hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.
Bacaan Injil: Luk 6:1-5
Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?
Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.
Tetapi beberapa orang Farisi berkata: “Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”
Lalu Yesus menjawab mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?”
Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
“Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”
“Yesus, Sabat, dan Kebebasan Sejati”
Hari ini, bacaan Injil dari Lukas 6:1-5 membawa kita merenungkan makna hari Sabat dan siapa yang sebenarnya menjadi pusat dari hukum itu. Para murid Yesus memetik bulir gandum di ladang pada hari Sabat. Tindakan sederhana itu langsung dipersoalkan oleh orang-orang Farisi. Bagi mereka, aturan lebih penting daripada belas kasih, hukum lebih penting daripada manusia. Namun Yesus menegaskan, “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”
Sabat: Hukum atau Anugerah?
Dalam tradisi Yahudi, hari Sabat adalah hari kudus, hari perhentian dari segala pekerjaan (lih. Kel 20:8-11). Tujuannya bukan sekadar melarang bekerja, melainkan mengingat Allah sebagai Pencipta dan Penyelamat. Sayangnya, makna itu sering terkubur dalam tumpukan aturan tambahan. Sabat berubah dari anugerah menjadi beban, dari tanda kasih Allah menjadi alat penghakiman.