Bacaan Liturgi Katolik
Bacaan-bacaan Liturgi Selasa 9 September 2025, Hari Biasa Pekan XXIII
Mari simak bacaan-bacaan liturgi Selasa 9 September 2025. Bacaan-bacaan liturgi disiapkan untuk hari biasa pekan XXIII.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PASTOR-BACA-INJIL-Seorang-pastor-saat-membaca-Injil-di-Katedral-Ende.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan-bacaan liturgi Selasa 9 September 2025.
Bacaan-bacaan liturgi disiapkan untuk hari biasa pekan XXIII dan Pesta Fakultatif Santo Petrus Klaver.
Hari Selasa warna liturgi hijau.
Bacaan hari Selasa: Kol. 2:6-15; Mzm. 145:1-2,8-9,10-11; Luk. 6:12-19 dan BcO Am. 9:1-15.
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Selasa 9 September 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik
Bacaan pertama:
Kol 2:6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.
Kol 2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
Kol 2:8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.
Kol 2:9 Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,
Kol 2:10 dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.
Kol 2:11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,
Kol 2:12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.
Kol 2:13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita,
Kol 2:14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: