Sabtu, 9 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Selasa 9 September 2025, Menjadi "Imitator" dan "Apostol"

Mari simak reungan Katolik Selasa 9 September 2025. Tema renungan Katolik menjadi "imitator" dan "apostol".

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Selasa 9 September 2025, Menjadi "Imitator" dan "Apostol"
TRIBUNFLORES.COM / HO-ARJAN
RENUNGAN HARIAN KATOLIK - Gereja Katolik Yesus Kerahiman Ilahi, Aeramo di Kabupaten Nagekeo.Mari simak reungan Katolik Selasa 9 September 2025. Tema renungan Katolik menjadi "imitator" dan "apostol". 

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik  

Setelah berdoa semalam-malaman, Yesus, pada siang hari, memanggil murid-murid-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas yang disebut-Nya rasul. Panggilan menjadi murid dan penetapan rasul adalah sebuah anugerah yang berasal dari Tuhan sendiri. Menjadi murid dalam tradisi rabini adalah tinggal bersama dan belajar dari cara hidup sang guru dalam menghayati hidup beragama. Menjadi murid berarti menjadi seperti gurunya dan membutuhkan "total commitment". Lebih khusus, menjadi rasul (apostol): apo (jauh) - stello (diutus), orang-orang yang sungguh-sungguh mampu merepresentasikan Sang Guru. Menariknya, latar belakang dan karakter rasul-rasul Yesus sangat bervariasi. ltu berarti bahwa tidak ada "satu ragam " saja murid yang dapat menjadi tanda representasi kehadiran Yesus. 

Kita dipanggil sebagai orang Kristen bukan untuk menjadi "Fans" atau "orang Kristen biasa" penggembira Kristus. Menjadi orang Kristen adalah menjadi murid dan menjadi murid berarti menjadi "imitator". Ini adalah dasar. Menjadi "apostol" adalah sebuah pilihan, anugerah, dan kepercayaan yang Tuhan berikan; bukan karena prestasi atau karier. 

Segala bentuk pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita di gereja, ataupun dalam hidup religius bukanlah karier, melainkan anugerah. Namun, tidak jarang sebagian orang Kristen atau bahkan religius kecewa karena lengser atau diganti, atau tugasnya tidak berubah-ubah dari awal, atau kecewa membandingkan kemampuan dirinya dengan temannya yang mendapat jabatan penting dalam Gereja atau komunitas, atau tanggung jawabnya seruakin kecil atau ambisi kekuasaan, haus tanggung jawab. Kekecewaan ini muncul karena orang merasa "berhak" dan 'pantas". Di dalam tugas apa pun, kita tetap harus menghidupi panggilan dasar kita menjadi "imitator" dan "apostol" yang menghadirkan hidup Yesus di dalam cara hidup kekristenan kita. 

Ya Bapa, semoga kami semakin akrab dan serupa dengan Yesus Putra-Mu dan menjadi rasul-Nya dalam hidup dan pekerjaan kami sehari-hari. Amin. (Sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved