Selasa, 5 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Kamis 11 September 2025, Kasihilah Musuhmu

Mari simak renungan Katolik Kamis 11 September 2025. Tema renungan Katolik Kasihilah Musuhmu.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Kamis 11 September 2025, Kasihilah Musuhmu
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD. Mari simak renungan Katolik Kamis 11 September 2025. Tema renungan Katolik Kasihilah Musuhmu. 

Suatu takaran yang baik,yang dipadatkan, yang digoncang dan tumpah ke luar akan dicurahkan ke pangkuanmu. Sebab ukuran yang kalian pakai, akan diukurkan pula kepadamu.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus. 

Renungan Harian Katolik: 

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Salam sejahtera untuk kita semua. Permenungan kita diambil dari bacaan hari ini. Dalam bacaan hari ini, kita dihadapkan pada panggilan yang radikal dan menantang, yaitu mengasihi musuh. Tema "Kasihilah musuhmu" mengajak kita untuk merenungkan apa artinya mengasihi tanpa syarat, bahkan kepada mereka yang mungkin menyakiti atau membenci kita, dan bagaimana kita dapat mewujudkan kasih itu dalam tindakan nyata.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Dalam surat Paulus (Kolose 3:12-17), Paulus menasihati jemaat di Kolose untuk mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran. Ia menekankan pentingnya saling mengampuni dan mengenakan kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Damai sejahtera Kristus harus memerintah dalam hati mereka, dan mereka harus bersyukur serta saling mengajar dengan hikmat. Ini menunjukkan bahwa kasih adalah dasar dari kehidupan Kristen dan bahwa kita dipanggil untuk hidup dalam harmoni dan persatuan dengan sesama.

Dari bacaan Injil Lukas 6:27-38, Yesus memberikan ajaran yang sangat menantang tentang kasih. Ia berkata, "Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu." Yesus melanjutkan dengan mengatakan, "Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

Jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang yang mengasihi mereka. ... Tetapi kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebabༀIa baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

 Yesus menekankan bahwa ukuran yang kita pakai untuk mengukur orang lain akan diukurkan kembali kepada kita dan bahwa kita dipanggil untuk meneladani kemurahan hati Allah yang tanpa batas. Refleksi kita adalah tentang Pakaian Kasih: Apakah kita mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran dalam hidup kita sehari-hari? Apakah kita berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik setiap hari? Kasih kepada Musuh: Apakah kita mampu mengasihi orang-orang yang menyakiti atau membenci kita? Bagaimana kita dapat mempraktikkan ajaran Yesus untuk mengasihi musuh-musuh kita dalam kehidupan nyata? Apakah kita berdoa bagi mereka yang menganiaya kita? Kemurahan Hati: Apakah kita murah hati kepada orang lain, memberikan dengan sukacita dan tanpa mengharapkan balasan? Apakah kita meneladani kemurahan hati Allah dalam hidup kita?

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama: pada hari ini, marilah kita merenungkan panggilan yang menantang untuk mengasihi musuh-musuh kita. Kedua, semoga kita diberi kekuatan untuk melampaui batas-batas kebencian dan permusuhan, serta menjadi saksi kasih Kristus yang tanpa syarat di dunia ini. Ketiga, akhirnya marilah kita berdoa agar kita selalu terbuka untuk menerima kasih karunia Allah dan menjadi saluran berkat bagi semua orang, bahkan mereka yang sulit untuk dikasihi. (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved