Rabu, 6 Mei 2026

Injil Katolik Hari Ini

Injil Katolik Hari Senin 22 September 2025 dan Mazmur Tanggapan

Mari simak Injil Katolik hari ini Senin 22 September 2025. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Injil Katolik Hari Senin 22 September 2025 dan Mazmur Tanggapan
TRIBUNFLORES.COM / MARIA MANGKUNG
GEREJA KATOLIK - Gereja Santo Fransiskus Xaverius Wailiti, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur di Pulau Flores.Mari simak Injil Katolik hari ini Senin 22 September 2025. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik. 

Dalam Injil Lukas 8:16-18, Yesus berkata: “Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menaruhnya di bawah tempat tidur, melainkan menaruhnya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk dapat melihat cahayanya.”

Perumpamaan sederhana ini menyentuh inti kehidupan Kristiani: kita dipanggil untuk menjadi terang, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi dunia.

1. Terang Iman yang Tidak Boleh Padam

Yesus menegaskan bahwa iman, kasih, dan kebenaran yang kita terima tidak boleh disembunyikan. Jika seseorang telah menerima Injil, ia dipanggil untuk menjadi saksi. 

Dalam konteks zaman digital, terang iman itu bisa hadir dalam cara kita menggunakan media sosial. Apakah postingan kita memberi inspirasi? Apakah komentar kita membawa damai? Atau sebaliknya justru menambah kegelapan?

2. Tanggung Jawab Sebagai Murid Kristus

Yesus menutup perikop ini dengan kalimat: “Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi; tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil juga apa yang ia anggap ada padanya.”

Artinya, jika kita setia menggunakan talenta, iman, dan kasih yang diberikan Allah, berkat akan berlipat ganda. Tetapi jika kita menyia-nyiakan, semuanya bisa hilang.

Renungan Katolik ini mengingatkan kita bahwa menjadi murid Kristus bukan hanya soal menerima, tetapi juga memberi: memberi waktu untuk berdoa, memberi perhatian bagi sesama, dan memberi kesaksian melalui perbuatan baik.

3. Menjadi Terang di Dunia yang Gelap

Dunia sering diliputi kegelapan: kebencian, hoaks, korupsi, persaingan tidak sehat, hingga kemiskinan. Dalam situasi itu, Yesus mengundang kita untuk tidak menyembunyikan terang iman kita.

Bisa jadi terang itu kecil, tapi tetap mampu menuntun orang lain keluar dari kegelapan.

Kita tidak diminta melakukan hal besar, cukup mulai dengan hal kecil: tersenyum, menolong, berkata benar, membagikan kabar sukacita. Semua itu menjadi “pelita” yang bisa mengubah suasana.

4. Refleksi Hidup

Apakah saya sudah berani menyalakan terang Kristus dalam kehidupan sehari-hari?
Ataukah saya masih menyembunyikan iman karena takut dicemooh atau ditolak?
Apakah media sosial saya mencerminkan terang Kristus atau malah kegelapan dunia?

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved