Misa Hari Minggu
Teks Misa Minggu 28 September 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik
Mari simak teks misa Minggu 28 September 2025. Teks misa ada renungan harian katolik. Teks misa disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/GEREJA-KATOLIK-MATALOKO-Gereja-Paroki-Roh-Kudus-Mataloko-di-Ngada-Bajawa-NTT-2025.jpg)
Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10
Dialah yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung, (Refren)
TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar.TUHAN menjaga orang-orang asing.(Refren)
Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! Haleluya!(Refren)
09. BACAAN KEDUA (1Tim. 6:11-16)
L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius.Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah
semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Bertandinglah
dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di
muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu: Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya, yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri.
Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
10. ALLELUIA (2Kor. 8:9)
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Yesus Kristus menjadi miskin, sekalipun ia kaya,*supaya oleh karena kemiskinan-Nya kamu menjadi kaya.
U : Alleluia
11. INJIL (Luk. 16:19-31)
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Lukas.Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada.Kemudian Pemimpin membacakan Injil. "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria
dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok,
berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing anjing datang dan menjilat boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat malaikat ke pangkuan Abraham.Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan
sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para
nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN SINGKAT
Saudara-saudari sekalian, kita baru saja mendengar kan perumpamaan tentang Lazarus yang miskin danorang kaya yang pelit. Satu hal yang amat menonjol dalam kisah ini adalah ketidakpedulian dari orang
kaya itu atas kehidupan Lazarus. Orang kaya itu tidak peduli dengan kehadiran Lazarus. Jika ia peduli, maka
pertama-tama ia akan menyapa Lazarus, dan kemudian berusaha untuk mencari pengobatan yang baik. Saking tidak pedulinya, Lazarus hanya mendapatkan makanan yang jatuh dari meja orang kaya itu. Itupun dengan catatan bahwa ada yang jatuh dari mejanya. Lazarus mungkin juga berjuang dengan anjing-anjing yang berusaha mendapatkan makanan. Sayangnya, ia tidak bisa berbuat apa-apa karena lemah. Ia pasrah saja ketika boroknya dijilati oleh anjing. Lazarus menjadi orang najis yang kotor dan disingkirkan. Sedangkan orang kaya itu hidup amat baik dan tidak berkekurangan apapun. Ia hidup dalam kemewahan. Sesungguhnya, yang membuat orang kaya itu tidak diselamatkan bukanlah karena kekayaannya, melainkan karena sikapnya. Kekayaan pada hakikatnya baik. Jika sikap dan hatinya terbuka, maka ia bisa menggunakan kekayaannya itu untuk membantu sesama juga. Itu yang tidak dilakukan oleh orang kaya tersebut. Ia hanya mementingkan dirinya sendiri. Orang kaya itu menciptakan jarak antara dirinya dengan Lazarus. Kelak, jarak ini terbentuk juga ketika ia mati. Ia menemui bahwa ada jurang yang amat dalam antara dirinya dan Lazarus. Jurang itu
diciptakan sendiri olehnya. Maka, orang kaya itu terhimpit oleh kesendiriannya dan oleh rasa ingat
dirinya. Kita pun belajar untuk saling memperhatikan satu sama lain. Kita hilangkan jurang-jurang pemisah yang membuat kita semakin jauh dan tidak peduli satu sama lain. Kita ganti jurang itu dengan membangun jembatan. Semakin dekat kita dengan sesama, semakin pendek jembatan yang menghubungi kita dan semakin kuat ikatan relasi kita. Jembatan ini akan membuka sekat-sekat ingat diri. Karena itu, mari kita bangun jembatan relasi yang kokoh dan bukannya menciptakan jurang-jurang yang memisahkan kita,
satu dari yang lain. Tuhan selalu menginginkan kita bersatu, sama seperti diri-Nya bersatu dengan kita semua.Tuhan menginginkan kita saling peduli, sebagaimana Ia peduli dengan kita. Tuhan memberkati.
13. HENING
14. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..