Setiap hari merupakan kesempatan bagi kita untuk membiarkan hati kita disentuh oleh penderitaan orang lain. Dalam situasi dewasa ini, apakah kita rela dan mau menjadikan rumah kita sebagai tempat penampungan sementara bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana? Apakah kita yang mampu menyekolahkan anak ke luar negeri dan makan di restoran dengan harga mahal masih dapat menutup mata terhadap tetangga kita yang anaknya tidak mampu sekolah dan makan hanya sekali dalam sehari? Apakah kita yang mempunyai mobil dan waktu, tega membiarkan tetangga kita sakit dan tidak dapat pergi berobat ke klinik, puskesmas, atau rumah sakit? Apakah kita yang mempunyai waktu, dana, dan tempat berteduh, tidak mau keluar mengajari anak-anak tetangga kita yang tidak mampu?
Yang kita lakukan adalah pergi ke luar atau setidaknya menengok sebentar apa yang terjadi di luar pagar rumah kita. Penderitaan orang lain mengajarkan kepada kita tentang nilai hidup. Kita tidak perlu mengistimewakan mereka supaya bisa merasakan seperti yang kita rasakan. Kita cukup memberikan apa yang mereka butuhkan bagi hidup mereka. Kita juga tidak akan mampu mengatasi semua penderitaan orang. Pada suatu saat, kita hanya akan mampu ada bersamanya. Menemani dia saja sudah cukup baginya. Hidup di dunia ini cuma sementara, yang kekal adalah hidup di alam baka. Namun, tetap saja tidak sedikit dari kita yang menghabiskan seluruh energi untuk meraih kemuliaan dan kemenangan fana. Kita berusaha mendapatkan dan mereguk kenikmatan semaksimal mungkin, membangun monumen-monumen kebanggaan diri seturut ukuran dunia, entah itu kesuksesan, kekayaan, pangkat, kuasa, kehormatan, atau reputasi. ltulah masalah yang dialami orang kaya yang disampaikan dalam Injil hari ini. la tidak memberi ruang kepada Tuhan dan orang lain. Kita hendaknya menghayati keyakinan bahwa hidup yang sementara ini hanyalah kesempatan bagi kita untuk berbuat kasih dan kebaikan sebagai bekal memasuki kehidupan abadi di surga.
Ya Bapa Yang Maha Rahim, bantulah kami agar kami mampu keluar dari egoisme dan cinta diri supaya kami mau berbagi dengan sesama dan akhirnya boleh bersukacita bersama Engkau dan para kudus-Mu. Amin. (sumber iman katolik.com/adiutami.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News