Senin, 18 Mei 2026

Injil Katolik Hari Ini

Injil Katolik Hari Selasa 7 Oktober 2025 dan Mazmur Tanggapan

Mari simak Injil Katolik hari ini Selasa 7 Oktober 2025. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Injil Katolik Hari Selasa 7 Oktober 2025 dan Mazmur Tanggapan
TRIBUNFLORES.COM / GG
MISA - Pater Louis Jalang OCD saat membaca Injil di Nonggu,Januari 2025.Mari simak Injil Katolik hari ini Selasa 7 Oktober 2025. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Injil Katolik hari ini Selasa 7 Oktober 2025.

Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Selasa 7 Oktober 2025 merupakan Hari Selasa XXVII, Peringatan Wajib Pesta Santa Perawan Maria, Ratu Rosario dengan warna liturgi Putih.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Selasa 7 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 7 Oktober 2025, Seperti Maria yang Setia

 

Bacaan Pertama: Yunus 3:1-10

Penduduk Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan Tuhan menaruh belas kasih.

Untuk kedua kalinya Tuhan Tuhan bersabda kepada Yunus, “Bangunlah dan berangkatlah ke Niniwe, kota besar itu. Sampaikanlah kepadanya seruan yang Kusabdakan kepadamu.” Maka bersiaplah Yunus, lalu pergi ke iniwe, sesuai dengan sabda Allah.

Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru, “Empat puluh hari lagi maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.” Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa; baik dewasa maupun anak-anak mengenakan kain kabung. 

Setelah kabar itu sampai kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya; diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di atas abu. Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian, “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. 

Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah; dan haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, dan dari kekerasan yang dilakukannya. 

Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal, serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.” Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka; dan Ia pun tidak jadi melakukannya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mazmur: 130:1-4ab.7-8

Ref. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan?

Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.

Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.

Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel! Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Bait Pengantar Injil: Lukas 11:28

Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.

Marta menerima Yesus di rumahnya, ia telah memilih bagian yang paling baik.

Dalam perjalanan ke Yerusalem Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. 

Maria itu duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan sabda-Nya. Tetapi Marta sangat sibuk melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri? 

Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Yesus menjawabnya, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik 

“Marta, Marta… yang perlu hanyalah satu”

Hari ini kita mendengar kisah singkat namun sangat mendalam tentang Maria dan Marta, dua saudara yang menerima Yesus di rumah mereka. Marta sibuk melayani, sedangkan Maria duduk di kaki Yesus mendengarkan sabda-Nya.Patung Yesus

Bagi kita umat Katolik di zaman modern, bacaan ini menjadi cermin: apakah kita terlalu sibuk dengan aktivitas sehingga kehilangan kesempatan duduk tenang di hadapan Tuhan?

1. Konteks Bacaan

Yesus sedang dalam perjalanan menuju Yerusalem. Ia singgah di rumah Marta dan Maria di Betania.

⦁    Marta menyibukkan diri dengan banyak pekerjaan.

⦁    Maria duduk di dekat kaki Yesus, mendengarkan sabda-Nya.

Marta mengeluh kepada Yesus: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri?”

Yesus menjawab lembut:

“Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil daripadanya.”

2. Marta dan Maria dalam Hidup Kita

Kedua tokoh ini mewakili dinamika hidup beriman kita:

⦁    Marta → melambangkan aktivitas, pelayanan, kerja keras, rutinitas harian.
⦁    Maria → melambangkan doa, keheningan, mendengarkan Tuhan.

Keduanya penting, tetapi Yesus menegaskan bahwa doa dan sabda Allah harus menjadi prioritas. Tanpa doa, pelayanan bisa kehilangan jiwa.

3. Relevansi untuk Zaman Sekarang

⦁    Dalam keluarga Katolik: kita sering sibuk bekerja, mengurus rumah, atau mencari nafkah, sehingga doa bersama sering terabaikan.

⦁    Bagi kaum muda: dunia digital penuh notifikasi dan distraksi. Kita lebih sering menatap layar daripada menatap Sabda Tuhan.

⦁    Dalam pelayanan: kadang kita sibuk dengan acara, rapat, dan kegiatan gereja, tapi lupa duduk hening di hadapan Tuhan.

Patung Santo Santa

Yesus mengingatkan: yang perlu hanyalah satu — hubungan intim dengan Tuhan.

4. Tantangan Iman

Renungan ini mengajak kita untuk menata ulang prioritas:

⦁    Jangan sampai sibuk dengan hal-hal baik, tetapi lupa pada hal yang terpenting.

⦁    Sediakan waktu untuk doa pribadi, Adorasi, Rosario, atau membaca Kitab Suci.

⦁    Jadikan Yesus pusat, bukan aktivitas itu sendiri.

5. Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarilah kami seperti Maria yang setia duduk di kaki-Mu. Tenangkan hati kami yang sering sibuk seperti Marta. Jadikan Sabda-Mu pusat hidup kami, agar segala pelayanan dan pekerjaan kami berakar dalam kasih-Mu. Amin.  (Sumber iman katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved