Rabu, 6 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Selasa 7 Oktober 2025, Marta dan Maria

Mari simak renungan Katolik Selasa 7 Oktober 2025. Tema renungan Katolik seperti Marta dan Maria.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Selasa 7 Oktober 2025, Marta dan Maria
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD. Mari simak renungan Katolik Selasa 7 Oktober 2025. Tema renungan Katolik seperti Marta dan Maria. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Selasa 7 Oktober 2025.

Tema renungan Katolik seperti Marta dan Maria.

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Renungan Katolik disiapkan untuk hari Selasa XXVII, Peringatan Wajib Pesta Santa Perawan Maria, Ratu Rosario dengan warna liturgi Putih.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 7 Oktober 2025, Seperti Maria yang Setia

 

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Selasa 7 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama: Yunus 3:1-10

Penduduk Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan Tuhan menaruh belas kasih.

Untuk kedua kalinya Tuhan Tuhan bersabda kepada Yunus, “Bangunlah dan berangkatlah ke Niniwe, kota besar itu. Sampaikanlah kepadanya seruan yang Kusabdakan kepadamu.” Maka bersiaplah Yunus, lalu pergi ke iniwe, sesuai dengan sabda Allah.

Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru, “Empat puluh hari lagi maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.” Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa; baik dewasa maupun anak-anak mengenakan kain kabung. 

Setelah kabar itu sampai kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya; diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di atas abu. Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian, “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. 

Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah; dan haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, dan dari kekerasan yang dilakukannya. 

Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal, serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.” Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka; dan Ia pun tidak jadi melakukannya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mazmur: 130:1-4ab.7-8

Ref. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan?

Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.

Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.

Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel! Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Bait Pengantar Injil: Lukas 11:28

Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.

Marta menerima Yesus di rumahnya, ia telah memilih bagian yang paling baik.

Dalam perjalanan ke Yerusalem Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. 

Maria itu duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan sabda-Nya. Tetapi Marta sangat sibuk melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri? 

Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Yesus menjawabnya, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik 

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Salam sejahtera untuk kita semua. Pada hari ini, Gereja merayakan Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Peringatan ini mengajak kita untuk merenungkan tentang kekuatan doa Rosario, serta bagaimana kita dapat menyeimbangkan antara aktivitas pelayanan dan kontemplasi dalam hidup kita, seperti yang digambarkan dalam kisah Marta dan Maria. Tema "Marta dan Maria" mengajak kita untuk merenungkan bagaimana kita dapat meneladani Maria dalam merenungkan misteri-misteri kehidupan Kristus melalui doa Rosario, dan bagaimana kita dapat meneladani Marta dalam melayani sesama dengan kasih.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Dalam kitab nabi Yunus 3:1-10, kita membaca tentang bagaimana Yunus, setelah sebelumnya memberontak, akhirnya taat kepada perintah Allah untuk pergi ke Niniwe dan memberitakan pertobatan. Orang-orang Niniwe percaya kepada Allah, menyerukan untuk berpuasa, dan mengenakan kain kabung, dari yang terbesar sampai yang terkecil. Allah melihat apa yang mereka lakukan, yaitu bagaimana mereka berbalik dari tingkah laku mereka yang jahat; maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.

Kisah ini menunjukkan kuasa pertobatan dan belas kasihan Allah yang tidak terbatas. Dalam Injil Lukas 10:38-42, Yesus mengunjungi rumah Marta dan Maria. Marta sibuk sekali melayani, sedangkan Maria duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya. Marta menghampiri Yesus dan berkata, "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." Tetapi Tuhan menjawabnya:

"Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil daripadanya." Yesus tidak meremehkan pelayanan Marta, tetapi Ia menekankan bahwa mendengarkan firman Allah adalah hal yang lebih penting. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yaitu hubungan yang intim dengan Yesus. Ini menunjukkan bahwa kita perlu menyeimbangkan antara pelayanan aktif dan kontemplasi, serta memprioritaskan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan. 

Refleksi kita adalah tentang Doa dan Tindakan: Apakah kita menyeimbangkan antara doa dan tindakan dalam hidup kita? Apakah kita meluangkan waktu untuk merenungkan firman Allah, ataukah kita terlalu sibuk dengan kegiatan duniawi? Prioritas: Apakah kita memprioritaskan hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup kita? Apakah kita mengutamakan hubungan kita dengan Allah di atas segala-galanya? Teladan Maria: Bagaimana kita dapat meneladani Maria dalam merenungkan misteri-misteri kehidupan Kristus melalui doa Rosario? Bagaimana kita dapat menemukan kedamaian dan kekuatan dalam doa?

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama: pada Peringatan Santa Perawan Maria Ratu Rosario ini, marilah kita merenungkan panggilan untuk berdoa dan melayani dengan seimbang. Kedua, semoga kita diberi hikmat untuk meneladani Maria dalam merenungkan firman Allah dan Marta dalam melayani sesama. Ketiga, maka marilah kita berdoa agar kita selalu terbuka untuk menerima kasih dan kebenaran-Nya, serta menjadi saksi yang hidup bagi-Nya di dunia ini, melalui doa Rosario dan tindakan kasih kita.  (Sumber iman katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved