Senin, 1 Juni 2026

Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 23 Oktober 2025, Api yang Membakar Hati

Mari simak renungan harian Katolik Kamis 23 Oktober 2025. Tema renungan harian Katolik api yang membakar hati.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Kamis 23 Oktober 2025, Api yang Membakar Hati
TRIBUNFLORES.COM / HO-FANY
ALTAR GEREJA KATOLIK - Altar gereja Katolik di Kemah Tabor Mataloko, Ngada, NTT, Februari 2025.Mari simak renungan harian Katolik Kamis 23 Oktober 2025. Tema renungan harian Katolik api yang membakar hati. 

"Aku datang untuk melemparkan api ke bumi, dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!" (Luk. 12:49).

Perkataan Yesus terdengar keras, bahkan mengejutkan. Ia bukan hanya membawa damai, melainkan juga perpecahan. Namun di balik kata-kata ini, Yesus mengungkapkan misi-Nya: menyalakan api Roh Kudus di hati manusia, supaya hidup kita benar-benar berubah.

Api yang Menyucikan

Api dalam Kitab Suci sering menjadi simbol Roh Kudus, penyucian, dan semangat kasih. Yesus rindu supaya dunia terbakar oleh api kasih dan kebenaran Allah.

Namun, api itu juga menguji. Ia membakar hal-hal yang kotor, meluruhkan dosa, dan memurnikan hati.

Seperti emas dimurnikan dengan api, demikianlah iman kita dimurnikan lewat tantangan dan pengorbanan.

Baptisan Penderitaan

Yesus berkata, “Aku harus menerima suatu baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku sebelum hal itu berlangsung!”

Baptisan di sini menunjuk pada penderitaan dan salib yang harus Ia tanggung. Salib adalah jalan agar api keselamatan benar-benar menyala.

Kita pun diajak ikut serta dalam penderitaan Kristus, dengan memikul salib kehidupan sehari-hari.

Perpecahan karena Iman

Yesus menegaskan bahwa iman sejati kadang menimbulkan perpecahan, bahkan dalam keluarga.

Karena Injil menuntut pilihan yang radikal. Kasih Kristus tidak bisa dinegosiasikan dengan kepentingan duniawi. Mereka yang setia pada Injil bisa jadi ditolak, bahkan oleh orang terdekat.

Namun perpecahan ini bukanlah tujuan utama. Ia hanyalah konsekuensi dari pilihan untuk tetap setia kepada Yesus.

Relevansi untuk Zaman Sekarang

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved