Sabtu, 25 April 2026

Doa Harian Katolik

Tata Cara Pengakuan Dosa dalam Gereja Katolik

Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan saat mengaku doa di hadapan pastor. Simak selengkapnya, tata cara pengakuan dosa

Tayang:
Penulis: Nofri Fuka | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Tata Cara Pengakuan Dosa dalam Gereja Katolik
TRIBUNFLORES.COM / GG
BERDOA - Seorang suster sedang berdoa. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Sahabat Tribuners berikut ini tata cara pengakuan dosa dalam Gereja Katolik.

Sahabat Tribuners dapat menjadikan naskah ini sebagai pedoman saat mengaku dosa.

Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan saat mengaku doa di hadapan pastor.

Simak selengkapnya, tata cara pengakuan dosa dalam Gereja Katolik di bawah ini;

 

Baca juga: Doa Pembuka Syukur Ibadah Natal Sukacita atas Kelahiran Yesus 

 

 

1. Pemeriksaan Batin dan Pertobatan Pribadi

Sebelum bertemu Imam, umat yang akan mengaku dosa (peniten) terlebih dahulu melakukan pemeriksaan batin dengan jujur di hadapan diri sendiri dan Tuhan.

Peniten diminta merenungkan kembali dosa-dosa yang dilakukan sejak pengakuan dosa terakhir, menyesalinya dan bertekad sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya.

2. Pelaksanaan di Ruang Pengakuan Dosa

a. Tanda Salib dan Salam

Peniten memasuki ruang pengakuan, membuat Tanda Salib sambil mengucapkan:
“Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.” Lalu menyapa Imam: “Berkatilah saya, Romo, sebab saya telah berdosa.”

b. Menyebutkan Waktu Pengakuan Dosa Terakhir

Peniten menyampaikan kapan terakhir kali menerima Sakramen Tobat, misalnya:
“Pengakuan terakhir saya… (sebutkan waktu).”

c. Pengakuan Dosa

Peniten mengungkapkan dosa-dosanya secara jujur, singkat, dan jelas, tanpa bertele-tele. Semua dosa berat wajib disebutkan secara terbuka.

d. Nasihat dan Penitensia dari Imam

Imam memberikan nasihat rohani yang sesuai dengan pengakuan peniten, lalu menetapkan penitensi.
Penitensi bisa berupa doa, tindakan kasih, atau perbuatan lain sebagai bentuk pertobatan dan pemurnian diri.

e. Doa Tobat

Peniten mengucapkan Doa Tobat sebagai tanda penyesalan mendalam atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

f. Absolusi

Imam memberikan absolusi atau pengampunan dosa melalui rumusan resmi Gereja.

g. Penutup

Imam menutup dengan kata-kata seperti: “Pergilah dalam damai.” Peniten membuat Tanda Salib dan mengucapkan terima kasih.

Menurut Keuskupan Agung Jakarta, saat Imam memberikan absolusi, peniten hendaknya membuat tanda salib, lalu setelah keluar dari ruang pengakuan berdoa Doa Syukur Atas Pengampunan (PS 27) selain doa penitensi.

3. Melaksanakan Penitensia

Setelah meninggalkan ruang pengakuan, peniten wajib segera melakukan penitensi yang diberikan Imam.
Jika penitensi berupa doa, umat dapat mendarasnya langsung di luar ruang pengakuan dosa.

Teks Doa Tobat Katolik

Doa tobat berikut adalah versi umum yang sering digunakan (PS No. 52):

Doa Tobat

Allah yang maharahim,
aku menyesal atas dosa-dosaku,
aku sungguh patut Engkau hukum,
terutama karena aku telah tidak setia kepada-Mu
dan melalaikan kewajibanku.

Aku benci pada semua dosaku,
sebab aku takut akan hukuman-Mu,
tetapi terutama karena aku telah menyakiti hati-Mu,
ya Allah yang mahabaik dan mahakasih.

Aku berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu,
akan bertobat dan tidak akan berbuat dosa lagi.
Amin.

Demikianlah tata cara pengakuan dosa dalam Gereja Katolik.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved