Masa Adven 2025
Teks Misa Adven II Minggu 7 Desember 2025 Jelang Natal
Mari simak teks misa adven II Minggu 7 Desember 2025. Teks misa adven II lengkap renungan harian Katolik untuk pekan adven II.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/GEREJA-MAGEPANDA-Gereja-Katolik-Magepanda-Sikka-NTT-Minggu-9-Februari-2025.jpg)
11. RENUNGAN SINGKAT
Saudara-Saudari terkasih, Penginjil Matius memperkenalkan kepada kita sosok Yohanes Pembaptis dan seruan pertobatannya. Ia sendiri mewartakan pesan pertobatan ini dengan cara hidupnya. Mari kita simak bersama sosok Yohanes Pembaptis ini. Pertama, cara hidupnya yang sederhana. Penginjil menuliskan bahwa Yohanes hidup di padang gurun. Pakaiannya dari bulu unta yang diikat dengan ikat pinggang kulit. Makanannya hanyalah belalang dan madu hutan. Cara hidup seperti ini memang amat ekstrim, tetapi cara hidupnya mewartakan pesan tertentu. Ia menggantungkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Ia hidup di padang gurun yang mengingatkan juga akan perjalanan orang Israel di padang gurun, yang hanya berharap pada kemurahan Tuhan. Ia juga berpakaian seadanya untuk mengurangi penampilan fisik yang berlebihan dan menuntut biaya tinggi. Ia makan apa adanya untuk menunjukkan kesederhanaan hidup. Kita belajar dari Yohanes Pembaptis ini,pertama-tama bukan untuk hidup ekstrim seperti dirinya. Kita belajar semangat kelepasan dan kemurnian hidup. Kita tetap butuh tempat tinggal, pakaian, dan makanan yang adalah kebutuhan primer atau kebutuhan paling utama bagi hidup kita. Namun, Yohanes Pembaptis mengingatkan kita untuk tidak mengikatkan diri kita atau menggantungkan hidup kita pada hal-hal tersebut. Kita bisa berhasil memperoleh banyak hal-hal seperti itu, tetapi kita tidak boleh kalah dalam membina relasi kita dengan Tuhan, karena pada akhirnya semuanya tidak akan kita bawa. Masa adven merupakan masa di mana kita berada lagi di padang gurun untuk coba membangun hidup kita lebih dekat kepada Tuhan. Semoga hati kita lebih terarah kepada Tuhan di tengah perjuangan pemenuhan kebutuhankebutuhan jasmani kita. Kedua, ia mewartakan juga dengan kata-kata. Yohanes Pembaptis menyatakan dengan tegas agar orang Israel bertobat. Kata-katanya keras menegur mereka yang menuntun orang ke jalan yang salah. Ia tidak takut mewartakan hal-hal yang benar. Kita tentu tidak mungkin melakukan hal yang sama dengan tegas dan keras kepada sesama kita di zaman kini. Namun, poin yang bisa kita pelajari dari Yohanes Pembaptis adalah kesetiaan terhadap kebenaran. Yang salah diminta bertobat dan yang tidak lurus diminta untuk lurus apa adanya. Kita bisa memulai hal ini dari dalam keluarga kita. Kebiasaan mencintai kebenaran sama sekali tidak merugikan kehidupan, malah ia memperkaya dan membuat nyaman keadaan batin seseorang. Karena itu, baiklah kita memulai untuk berkata yang benar dan jujur. Jika kita tidak dapat menegur sesama dengan tegas, cukuplah kita rajin menegur dan memperbaiki diri kita agar katakata kita menjadi kata-kata yang bisa dipegang. Semoga semangat Yohanes Pembaptis menginspirasi kita untuk hidup jujur dan berbicara benar. Tuhan memberkati.
12. HENING SEJENAK
13. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
14. DOA UMAT
P : Saudara-saudari terkasih, marilah kita berdoa kepada Allah Bapa di surga, yang setia pada janji
Nya dan yang selalu menghendaki kedamaian, agar kita sanggup mengubah hati dan menyiap
kan jalan bagi Putra-Nya Yesus Kristus.
P : Bagi para penanggung jawab dalam Gereja. Kita berdoa semoga mereka mampu membangkitkan kerinduan dan harapan akan kedatangan Tuhan Sang Raja Damai pada umat yang mereka bimbing. Marilah kita mohon…
P : Bagi Bangsa dan Negara kita. Semoga bangsa dan negara kita dijauhkan dari segala macam
bencana, sehingga semua warga menikmati damai sejahtera yang sejati. Marilah kita mohon…
P : Bagi semua orang yang menderita. Semoga berkat Allah melimpah atas semua orang yang
menderita, terutama yang sedang mengalami bencana, sehingga mereka mengalami kasih dan
penghiburan. Marilah kita mohon…
P : Bagi kita semua yang hadir di sini. Semoga kita sungguh-sungguh bertobat dan rela mengampuni sesama, dan semoga berkat Allah yang melimpah menguatkan iman, harapan dan kasih untuk
menyongsong kedatangan Tuhan kita Yesus
Kristus, Sang Raja Damai. Marilah kita mohon…
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Demikianlah ya Tuhan, segala ungkapan permohonan kami. Semoga Engkau berkenan mendengarkan dan mengabulkannya dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.
U : Amin
15. KOLEKTE
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
16. DOA PUJIAN
Sang Mesias dan Bentara-Nya (Luk. 1:68-79)
[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.]
P : Saudara-saudari terkasih, Allah telah menepati janji keselamatan-Nya dalam diri Yesus Kristus. Maka marilah kita memuji Dia dengan berseru:
Pujilah Tuhan, hai umat Allah.
U : Pujilah Tuhan, hai umat Allah.
P : Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya. Ia mengangkat bagi kita seorang Penyelamat yang gagah perkasa, Putra Daud, hamba-Nya. Maka
marilah kita memuji Dia:
U : Pujilah Tuhan, hai umat Allah.
P : Seperti yang dijanjikan-Nya dari sedia kala, dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua lawan yang membenci kita; untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita, dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus. Maka marilah kita memuji Dia:
U : Pujilah Tuhan, hai umat Allah.
P : Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita, akan membebaskan kita dari tangan musuh, agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut, dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya
seumur hidup. Maka marilah kita memuji Dia:
U : Pujilah Tuhan, hai umat Allah.
P : Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan, Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut, dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera. Maka marilah kita memuji Dia:
U : Pujilah Tuhan, hai umat Allah.
P : Oleh sebab itu, ya Allah yang mahakuasa, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Leo XIV, Bapa
Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], serta
semua orang yang diselamatkan, kami melambungkan madah pujian bagi-Mu sambil berseru:
[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]
Menyusul RITUS KOMUNI. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
17A. Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami
sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh
kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]
18A. BAPA KAMI
Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah
kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya.
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan
sembuh. Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.
Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni. ---------------------------------------------------------
17B. Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
18B. BAPA KAMI
Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Dapat dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
19B. DOA KOMUNI BATIN
Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok
anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).
[hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah
sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku
memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan
mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Masa Adven.
20. MADAH PUJIAN DARI TAMBAHAN KITAB DANIEL
[Diambil dari T.Dan. 3:62-72]
[Bisa dibacakan bergantian oleh dua orang atau dua kelompok]
Pujilah Tuhan, hai matahari dan bulan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai segala bintang di langit, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia
selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai segala hujan dan embun, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai segala angin, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia
selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai api dan panas terik, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai kedinginan dan pembekuan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia
selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai embun dan salju yang membadai, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai es dan kedinginan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia
selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai embun beku dan salju, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai siang dan malam, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai cahaya dan kegelapan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan
sepanjang segala abad. Amin.
21. AMANAT PENGUTUSAN
P : Saudara-saudari terkasih, Yohanes Pembaptis mengajak kita untuk bertobat dan membaharui diri kita. Jalan hidup kita yang tidak lurus, kita luruskan. Kehidupan kita yang tidak dekat dengan Tuhan, kita ubah agar lebih dekat dengan Tuhan. Salah satu caranya adalah kita mengakukan dosa-dosa kita, agar kita dibebaskan dari beban dosa kita. Semoga di masa yang penuh rahmat ini, hati kita juga kian terbuka terhadap Tuhan sehingga kita menjadi umat-Nya yang selalu setia kepada-Nya. Mari kita saling membantu agar persiapan kita menyongsong kedatangan Yesus Kristus menjadi lebih baik.
22. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa, Kami mohon ya Tuhan, semoga misteri yang kami rayakan ini mendatangkan keselamatan bagi kami. Semoga kami selalu berusaha untuk bertobat dan membaharui diri kami sehingga kami selalu siap untuk menyambut datangnya Kerajaan-Mu.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
U : Amin
23. MOHON BERKAT TUHAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.
[hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup
yang kekal.
[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
24. PENGUTUSAN
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU PENUTUP. (Sumber: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News