Minggu, 10 Mei 2026

Inji Katolik Hari Ini

Injil Katolik Hari Selasa 16 Desember 2025 dan Mazmur Tanggapan

Simak Injil Katolik hari ini Selasa 16 Desember 2025. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Injil Katolik Hari Selasa 16 Desember 2025 dan Mazmur Tanggapan
TRIBUNFLORES.COM / GG
GEREJA ST.PETRUS WATU NDOA -Gereja Stasi St.Petrus Watu Ndoa di Translok Mbay, Kabupaten Nagekeo. Mari simak Injil Katolik hari ini Selasa 16 Desember 2025. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan da renungan harian Katolik. 
Ringkasan Berita:
  • Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan da renungan harian Katolik.
  • Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
  • Hari Selasa 16 Desember 2025, Kalender Liturgi Selasa 16 Desember 2025 merupakan hari Selasa Biasa Pekan III Adven, Santo Sturmius Abbas, Santa Teofanu Janda, dengan warna liturgi ungu.

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Injil Katolik hari ini Selasa 16 Desember 2025.

Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Hari Selasa 16 Desember 2025, Kalender Liturgi Selasa 16 Desember 2025 merupakan hari Selasa Biasa Pekan III Adven, Santo Sturmius Abbas, Santa Teofanu Janda, dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Selasa 16 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Katolik Selasa 16 Desember 2025, Si Bungsu

Bacaan Pertama Zefanya 3:1-2.9-13

"Keselamatan dijanjikan kepada semua orang yang hina dina."

Beginilah firman Tuhan, “Celakalah si pemberontak dan si cemar, kota yang penuh penindasan! Ia tidak mau mendengarkan teguran siapapun dan tidak memedulikan kecaman. Ia tidak percaya kepada Tuhan dan tidak menghadap Allahnya. 

Tetapi Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya mereka sekalian menyerukan nama Tuhan dan bersama-sama beribadah kepada-Nya. 

Orang-orang yang memuja Aku, yang terserak-serak, akan datang dari seberang sungai-sungai negeri Etiopia dan membawa persembahan kepada-Ku. Pada hari itu, engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap-Ku. 

Sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang angkuh dan congkak, dan engkau takkan menyombongkan diri lagi di gunung-Ku yang kudus. Di tengah-tengahmu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, yang akan mencari perlindungan pada nama Tuhan. 

Mereka itulah sisa Israel. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong. Dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu. Sebaliknya seperti kawanan domba mereka akan merumput dan berbaring dengan tenang, dan tidak ada orang yang mengganggu mereka lagi.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 34:2-3.6-7.17-18.19.23

Ref. Tuhan mendengarkan doa orang beriman.

atau Orang yang tertindas berseru, dan Tuhan mendengarkannya.

Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.

Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakan mereka Ia lepaskan.

Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

Bait Pengantar Injil 

Ref. Alleluya, alleluya.

Tuhan, datanglah dan jangan berlambat; ringankanlah beban umat-Ku.

Bacaan Injil Matius 21:28-32

"Yohanes Pembaptis datang dan orang-orang berdosa percaya kepadanya."

Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan pemuka-pemuka bangsa Yahudi, “Bagaimana pendapatmu? Ada orang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada yang sulung dan berkata, ‘Anakku, pergilah bekerja di kebun anggur hari ini’. Jawab anak itu, ‘Baik, Bapa’. 

Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab, ‘Tidak mau’. Tetapi kemudian ia menyesal lau pergi juga. Siapakah di antara kedua orang anak itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka, “Yang kedua.” 

Maka berkatalah Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur akan mendahului kalian masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes Pembaptis datang menunjukkan jalan kebenaran kepada kalian, dan kalian tidak percaya kepadanya. 

Dan meskipun kalian melihatnya, namun kemudian kalian tidak menyesal, dan kalian tidak juga percaya kepadanya.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik 

 “Pertobatan yang Nyata: Ketika Kata Tidak Sama dengan Perbuatan”

Dalam Injil Matius 21:28–32, Yesus menyampaikan sebuah perumpamaan sederhana namun penuh daya gugat: kisah tentang dua anak yang diminta ayah mereka untuk pergi bekerja di kebun anggur. Anak pertama menolak, tetapi kemudian menyesal dan pergi. Anak kedua berkata “baik, ayah,” namun tidak melakukannya. Yesus lalu bertanya kepada pendengarnya: “Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawabannya jelas: anak pertama.

Melalui perumpamaan ini, Yesus meluruskan sebuah hal yang sering kali rancu dalam kehidupan rohani: ketaatan bukan diukur dari kata-kata, melainkan dari tindakan nyata. Relasi dengan Allah tidak dinilai dari seberapa fasih seseorang berbicara tentang iman, tetapi seberapa sungguh ia menjalankannya dalam hidup sehari-hari.

1. Pertobatan Sejati Tidak Selalu Dimulai dengan Kata “Ya”

Menarik bahwa anak pertama yang akhirnya taat adalah anak yang awalnya menolak. Sikap ini mengingatkan kita bahwa pertobatan sering kali berangkat dari pergulatan, dari ketidaksiapan, dari ketidakmampuan. Ada kalanya kita pun berkata “tidak” pada kehendak Tuhan:

“Tuhan, aku belum siap mengampuni.”
“Tuhan, aku lelah untuk berdoa.”
“Tuhan, aku tidak sanggup melepaskan kebiasaan buruk ini.”
Namun Injil hari ini mengingatkan bahwa Allah tidak menilai tindakan awal kita, melainkan arah hati yang terus diperbarui. Bahkan ketika kita sempat menolak, Tuhan selalu memberi jalan untuk berubah, untuk kembali, untuk mencoba lagi.

Inilah inti dari pertobatan sejati: bukan kesempurnaan di awal, tetapi keberanian untuk berbalik kepada Tuhan dan melakukan apa yang benar.

 2. Kepura-puraan Rohani

Anak kedua berkata, “Baik, ayah,” namun tidak melakukan apa pun. Ia menjadi gambaran dari mereka yang tampak saleh di luar namun tidak memiliki kesetiaan batin.

Yesus mengarahkan perumpamaan ini kepada para imam kepala dan orang-orang Farisi mereka yang mengaku taat tetapi menolak pertobatan yang ditawarkan oleh Yohanes Pembaptis. Namun pesan ini tetap relevan bagi kita saat ini.

Dalam hidup rohani, kita pun bisa saja berkata:

“Aku percaya,” tapi hidup tanpa doa.
“Aku mengasihi Tuhan,” tapi membiarkan dendam merusak hati.
“Aku mau mengikuti kehendak Tuhan,” tapi tidak berani meninggalkan dosa.

Kata-kata bisa indah, tetapi ketaatan membutuhkan tindakan. Allah tidak mencari orang-orang dengan penampilan rohani yang rapi, tetapi orang yang hati dan tindakannya sejalan dengan hasrat-Nya.

 3. Allah Bersukacita Melihat Pertobatan Orang Berdosa

Ada hal menarik yang Yesus tegaskan:

“Pemungut cukai dan pelacur akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Ini bukan pujian bagi dosa mereka, tetapi bagi kerendahan hati mereka untuk bertobat. Allah tidak menutup pintu bagi siapa pun yang mau kembali. Justru mereka yang menyadari kelemahan dan keterjatuhannya sering kali lebih terbuka terhadap rahmat daripada mereka yang merasa sudah “cukup baik.”

Hal ini menjadi undangan bagi kita untuk:

menghindari sikap menghakimi orang lain,
berhenti merasa lebih suci daripada sesama,
membuka ruang bagi rahmat untuk mengubah hidup kita sendiri.

4. Renungan Katolik Harian: Membawa Injil Hari Ini ke Dalam Hidup

Jika kita memeriksa hati, mungkin kita juga sering menjadi seperti kedua anak itu—kadang menolak, kadang berjanji namun tidak melaksanakan.

Renungan Katolik harian hari ini mengajak kita untuk membuat satu pertanyaan sederhana:

Apakah aku hidup sesuai kehendak Bapa?

Kita tidak harus sempurna. Kita hanya perlu mulai melangkah:

Memaafkan walau berat.
Mengurangi dosa yang terus berulang.
Memulai kembali kebiasaan doa.
Menjalani tanggung jawab sehari-hari dengan setia.
Melakukan hal kecil dengan cinta yang besar.

5. Kesimpulan: Tuhan Melihat Hati yang Bertindak

Yesus menutup perumpamaan ini dengan sebuah teguran, tetapi juga harapan. Yang penting bukanlah kata “ya” yang kosong, tetapi tindakan nyata yang bertumbuh dari kerendahan hati.

Renungan hari ini mengingatkan kita:

Pertobatan bukan tentang bagaimana kita memulai, tetapi bagaimana kita kembali kepada Tuhan dan melangkah bersama-Nya. (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved