Minggu, 19 April 2026

Misa Natal 2025

Teks Misa Malam Natal Rabu 24 Desember 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik

Mari simak teks misa Malam Natal Rabu 24 Desember 2025. Teks misa Malam Natal lengkap renungan harian katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Teks Misa Malam Natal Rabu 24 Desember 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik
TRIBUNFLORES.COM / GG
GEREJA - Gereja Paroki St.Theresia Mbata di Desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Mari simak teks misa Malam Natal Rabu 24 Desember 2025. Teks misa Malam Natal lengkap renungan harian katolik dengan warna liturgi putih. 

Ringkasan Berita:
  • Mari simak teks misa Malam Natal Rabu 24 Desember 2025.
  • Teks misa Malam Natal lengkap renungan harian katolik dengan warna liturgi putih.
  • Teks misa Malam Natal disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD.
  • Ikuti misa malam Natal dengan penuh iman.

Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak teks misa Malam Natal Rabu 24 Desember 2025.

Teks misa Malam Natal lengkap renungan harian katolik dengan warna liturgi putih.

Teks misa Malam Natal disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD.

Ikuti misa malam Natal dengan penuh iman.

Baca juga: Renungan Hari Ini Selasa 23 Desember 2025, Kisah Kelahiran Yohanes, Aneh tapi Nyata

Persiapan Misa

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Pada meja perayaan disiapkan lilin bernyala yang mengapiti salib. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.  

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”.  PELETAKKAN KANAK YESUS DAN PENYALAAN LILIN Bagian ini dapat dilakukan pada awal perayaan Sabda. Sebaiknya semua lampu dipadamkan. Jika ada nyanyian maklumat Kelahiran Yesus Kristus, maka maklumat itu bisa dinyanyikan. 

Setelah maklumat kelahiran selesai dinyanyikan, dengan penerangan lilin, para petugas liturgi 
berarak masuk. Pemimpin membawa patung kanak Yesus. Mereka menuju kandang Natal yang sudah disiapkan dan meletakkan patung kanak Yesus itu di palungan di dalam gua Natal tersebut. Sesudah itu, kedua lilin yang ada di depan gua Natal dinyalakan, menyusul lilin di altar. Lampu-lampu pun dinyalakan, dan dinyanyikan lagu Pembuka. Pemimpin dan petugas liturgi lalu memberi hormat pada kanak Yesus, lalu berjalan menuju ke depan altar, memberi hormat seperti biasa dan mengambil tempat di depan untuk memulai ibadah Malam Natal. 

01. TANDA SALIB DAN SALAM  

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.  
U  : Amin.  
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.  
U : Sekarang dan selama-lamanya.  

02. KATA PEMBUKA   

P : Selamat malam semuanya. Malam ini kita berkumpul di sini untuk merayakan Kelahiran Penyelamat kita, Yesus Kristus. Sebagaimana dikatakan oleh Nabi Yesaya dalam bacaan pertama nanti, kita semua telah melihat terang yang bersinar. Kita pun bergembira karena kita semua menjadi hidup. Rasul Paulus menegaskan bahwa Kristus menjadi manusia agar kita dibebaskan dari segala kejahatan dan agar kita dikuduskan.  

Mari kita buka hati kita untuk menerima Dia yang datang dan lahir di kandang hati kita yang hina. Ketika kita membiarkannya masuk ke dalam kehinaan kita, maka kita pun dikuduskan-Nya. Dia mau berjalan bersama kita, agar kita dapat dituntunNya kepada jalan yang benar.  Kita ingat pada malam yang penuh rahmat ini, situasi dunia kita yang masih diliputi peperangan, konflik, dan bencana. Kita juga ingat semua mereka yang kesulitan mencari makan karena krisis ini. Kita bawa semua mereka ke hadapan Tuhan, agar mereka tidak merasa sendirian dan mereka dan kita semua mendapatkan bantuan untuk keluar dari krisis ini.  [hening sejenak]  

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN  

P  : Di hadapan Tuhan yang datang dan kini hadir di tengah kita, marilah menyesali dan mengakui segala dosa,  serta memohon ampun atas segala kekurangan kita supaya pantas bertemu dengan 
Dia dan layak merayakan Sabda penyelamatan-Nya. 
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.  
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal. 
U : Amin.  

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved