Selasa, 28 April 2026

Misa Natal 2025

Teks Ibadah Sabda Rabu 24 Desember 2025, Perayaan Malam Natal

Mari simak teks misa ibadah sabda, Rabu 24 Desember 2025 perayaan malam Natal. Teks ibadah sabda lengkap renungan harian katolik

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Teks Ibadah Sabda Rabu 24 Desember 2025, Perayaan Malam Natal
TRIBUNFLORES.COM / GG
MISA NATAL - Mari simak teks misa ibadah sabda, Rabu 24 Desember 2025 perayaan malam Natal.Teks ibadah sabda lengkap renungan harian katolik dengan warna liturgi putih. 

Biarlah mereka bersorak-sorai di hadapan Tuhan, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. I a akan menghakimi dunia dengan keadilan,  dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya. (Refren) 

09. BACAAN KEDUA (Tit. 2:11-14) 

L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan 
semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginankeinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan pernyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. 
Demikianlah Sabda Tuhan.  
U  : Syukur kepada Allah.  

10. ALLELUIA (Luk 2:10-11) 

P : Alleluia 
U : Alleluia 
P : Aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa, * hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.  
U : Alleluia 

11. INJIL (Luk. 2:1-14) 

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Lukas.  Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.  Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. 
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak lakilaki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara surga yang memuji Allah, katanya: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." 
P : Demikianlah Injil Tuhan.  
U  : Terpujilah Kristus.  

12. RENUNGAN SINGKAT 

Malam ini, kita merayakan Hari Kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Allah yang mahakuasa, mahasuci dan luar biasa agung, memilih untuk menjadi seorang manusia dan berjalan bersama kita. Kita dalami satu dua hal dari kisah ini.  Pertama, Natal, Tuhan-beserta-kita. Sudah sejak lama, 
Tuhan mendampingi umat-Nya. Ia menuntun umat Israel melewati padang gurun menuju Tanah Terjanji. Di Tanah Terjanji, Tuhan tetap membimbing mereka agar mereka hidup baik dan selamat. Semua tuntunan ini ada yang didengarkan, ada yang tidak didengarkan. Tuhan tidak bisa berbicaralangsung tetapi memakai manusia (seperti nabi-nabi) untuk menegur dan meneguhkan sesamanya. Lebih banyak mereka tidak didengarkan karena mereka bukan dari surga. Mereka mendengarkan tentang surga tetapi bukan dari surga. Maka, pada saatnya, Tuhan sendiri memutuskan untuk datang ke dunia. Ia menjadi salah satu dari kita manusia. Pertama-tama bukan untuk mengalami hidup sebagai manusia, melainkan untuk menunjukkan kepada manusia jalan keselamatan menuju kehidupan kekal. Tuhan mau berjalan bersama kita, agar kita bisa melihat dengan mata kepala kita sendiri perbuatanperbuatan ajaib-Nya; agar kita bisa mendengarkan dengan telinga kita sendiri Sabda-Nya yang menuntun kita kepada keselamatan. Kita bersyukur karena Tuhan sudi datang dan menunjukkan jalan kepada kita menuju surga. Jika ada orang yang datang dari surga, berkata tentang surga, dan mengajak orang ke surga, maka kita tidak punya pilihan lain, selain menerima-Nya dan mengikuti-Nya, karena kita pasti selamat. Itulah sebabnya, Natal merupakan momen Tuhan hadir dalam keluarga kita dan berjalan bersama kita. 
Kedua, Natal, persatuan surga dan dunia. Dalam Injil, kita mendengarkan bahwa para malaikat menampakkan diri kepada para gembala untuk menyampaikan kabar sukacita kelahiran Yesus Kristus. Kisah ini menunjukkan bahwa para penghuni surga berbahagia dan turut merayakan kelahiran Tuhan di tengah umatNya. Kegembiraan ini mereka bagikan juga kepada umat-Nya. Yang menarik adalah mereka memilih para gembala. Pemilihan ini menyimbolkan kesederhanaan dan kepolosan. Para gembala itu hidupnya sederhana dan bergantung dari kemurahan Tuhan. Jika ada hujan, maka padang akan hijau dan makanan ternak akan banyak. Mereka juga hidup dalam kepolosan karena tidak ada yang dapat disembunyikan. Tugas mereka dilihat oleh semua orang. Surga dialami di dunia ini ketika orang hidup sederhana, apa adanya, dan jujur 
dengan kehidupannya.  Natal merupakan upaya penghadiran surga ke dunia. Ada damai, kesederhanaan, kepolosan, dan kegembiraan. Inilah nilai-nilai surgawi. Kita diajak untuk terus mempertahankan nilai-nilai ini agar kita bisa menghadirkan dan merasakan surga di dunia ini. Karena itu, jika kita masih bermusuhan, kita upayakan berdamai, sebab Tuhan sendiri datang dan bersantap bersama kita semua. Natal hanya akan memiliki makna jika kita menjabat tangan orang yang kita jengkeli atau yang bermusuhan dengan kita. Semoga Natal membawa kedamaian dalam hati kita. Kemuliaan di surga tinggi dan damai di bumi bagi orang yang berkenan kepada 
Tuhan. Selamat Natal untuk kita semua. 

13. HENING SEJENAK 
14 SYAHADAT  

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada 
Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa….. 

15. DOA UMAT  

P : Saudara-saudari terkasih, seorang Putra telah lahir bagi kita. Immanuel, Tuhan-beserta-kita, itulah nama-Nya. Dengan pengantaraan Dia yang terbaring di palungan, marilah kita menyampaikan 
doa-doa kepada Allah, Bapa kita:  

P : Bagi Gereja kita. Semoga iman akan perutusan Yesus mendorong Gereja Kudus agar selalu membarui diri dan masyarakat seturut kehendak Bapa. Marilah kita mohon…  
P : Bagi perdamaian dunia. Semoga nyanyian para malaikat sungguh terwujud di dunia kita kini, sehingga di antara umat manusia terciptalah: perdamaian dan kerukunan, bukan perang dan permusuhan; kebahagiaan dan kegembiraan, bukan penderitaan dan kesedihan. Marilah kita mohon… 
P : Bagi orang yang menderita. Di tengah kegembiraan Natal ini, banyak juga orang yang menderita karena bencana, kelaparan, penyakit, dan kemiskinan. Semoga kita dan orang-orang lain yang 
berkehendak baik, terdorong mengulurkan tangan untuk menolong mereka dengan hati yang penuh cinta kasih. Marilah kita mohon…  
P : Bagi kita yang berkumpul di sini. Semoga kita yang merayakan dan mengalami suasana Natal malam ini, tidak melupakan mereka yang terpencil dan menderita, serta membawa makna perayaan ini ke rumah dan tempat tinggal kita masing-masing. 
Marilah kita mohon… 

P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.  
[hening sejenak lalu lanjut]. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved