Rabu, 29 April 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 24 Desember 2025, Perayaan Malam Natal

Mari simak bacaan Injil Katolik hari ini Rabu 24 Desember 2025. Bacaan injil katolik hari ini lengkap renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 24 Desember 2025, Perayaan Malam Natal
TRIBUNFLORES.COM/MARIA MANGKUNG
GEREJA KATOLIK DI FLORES - Mari simak bacaan Injil Katolik hari ini Rabu 24 Desember 2025. Bacaan injil katolik hari ini lengkap renungan harian Katolik. 

yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,

dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,

untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan mengunjungi kita: Surya pagi dari tempat yang tinggi,

untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan naungan maut, untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus. 

Renungan Harian Katolik

“Benedictus: Ketika Hati Lama yang Membisu Mulai Bernyanyi”

Hari ini Gereja mengajak kita merenungkan salah satu nyanyian paling indah dalam Kitab Suci, yaitu Kidung Zakharia—Benedictus. Setelah berbulan-bulan membisu karena ketidakpercayaannya, Zakharia akhirnya kembali dapat berbicara. Dan kata pertama yang keluar dari mulutnya bukanlah keluhan, bukan pula pembelaan diri, melainkan pujian kepada Allah.

Di malam Vigili Natal ini, ketika dunia bersiap menyambut kelahiran Yesus, bacaan ini hadir sebagai jembatan rohani: dari sunyi menuju pujian, dari penantian menuju penggenapan, dari gelap menuju terang.

1. Zakharia: Dari Kebisuan Menuju Pewartaan

Zakharia membisu bukan karena Tuhan ingin menghukumnya, tetapi untuk membentuknya. Kebisuan itu seperti “ruang retret” dalam batin Zakharia—tempat di mana ia belajar kembali percaya, belajar diam, belajar mendengarkan.

Dan ketika waktunya tiba, suaranya dipulihkan bukan untuk berbicara sembarangan, tetapi untuk memberitakan karya Allah.

"Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya..." (Luk. 1:68)
Bagi kita, masa Adven sering terasa seperti masa yang penuh kebisingan: keramaian toko, persiapan pesta, aktivitas keluarga, dan kalender yang penuh. Tapi Zakharia mengingatkan kita: Tuhan sering berbicara justru ketika kita memilih diam.

Mungkin kita juga perlu “membisu sejenak”—menutup layar ponsel, berhenti membandingkan hidup, berhenti mengeluh—supaya Tuhan bisa berbicara.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved