Jumat, 1 Mei 2026

Misa Natal 2025

Teks Ibadah Sabda Kamis 25 Desember 2025, Hari Raya Natal

Mari simak teks misa hari raya Natal Kamis 25 Desember 2025. Teks misa hari raya Natal lengkap renungan harian katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Teks Ibadah Sabda Kamis 25 Desember 2025, Hari Raya Natal
TRIBUNFLORES.COM / GG
MISA - Pater Louis Jalang OCD saat membaca Injil di Nonggu,Januari 2025.Mari simak teks misa hari raya Natal Kamis 25 Desember 2025. Teks misa hari raya Natal lengkap renungan harian katolik dengan warna liturgi putih. Teks misa hari raya Natal disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD. 

16. KOLEKTE  

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atauAjakan Berbagi.  

17.  DOA PUJIAN  

[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.]  

P :  Saudara-saudari terkasih, Yesus Kristus, kelahiranYesus Kristus yang kita rayakan pada hari ini menunjukkan betapa Allah mengasihi kita. Dia rela menjadi manusia dan menjadikan kita anak-anakNya dalam Kristus. Oleh karena itu, marilah kita dengan tulus hati memuji dan memuliakan Dia, 
dengan berseru: 
Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya. 
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya. 
P : Ya Bapa yang setia dan murah hati, pada hari Natal ini, secara khusus kami memuji Engkau, sebab Yesus Kristus telah lahir di dunia, dan menjadi manusia demi keselamatan kami. Maka kami memuji dan memuliakan Engkau dengan berseru: 
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya. 
P : Ia rela menanggalkan kemuliaan surgawi yang dimiliki-Nya, untuk menjadi manusia, sama seperti kami. Ia lahir sebagai manusia dan menjadi Saudara kami. Dalam Dia, kami Engkau angkat menjadi putra-putri-Mu yang terkasih. Maka kami memuji dan memuliakan Engkau dengan berseru: 
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya. 
P : Ya Bapa, Engkau telah mengutus Putra-Mu, Yesus Kristus untuk membuka jalan bagi kami menuju kebahagiaan kekal. Dialah Pembawa damai dan sejahtera bagi umat manusia. Maka kami memuji dan memuliakan Engkau, dengan berseru: 
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya. 
P : Dia menjadi Guru dan Pemimpin kami, memberikan hidup-Nya bagi keselamatan kami. Dia menghimpun kami menjadi Gereja yang kudus untuk menampakkan cinta dan karya keselamatanMu bagi dunia. Maka kami memuji dan memuliakan Engkau, dengan berseru: 
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya. 
P : Betapa besar kasih-Mu kepada kami, ya Bapa. Maka bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Leo XIV, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu sambil bernyanyi/berseru:

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur atau lagu Gloria in excelsis Deo] 

Menyusul RITUS KOMUNI. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).  

18A. Cara A: DENGAN KOMUNI 

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri. 

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh 
kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se
paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak] 

19A. BAPA KAMI      

Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah 
kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.  Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai. 

20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut: 

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.  Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: 
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.  Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. 
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama. 
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan 
sembuh.  Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata: 
P : Tubuh Kristus. 
U : Amin. 

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni. ----------------------------------------------------------
18B. Cara B. TANPA KOMUNI 

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing. 

19B. BAPA KAMI     

Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah 
kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah 
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.  
Dapat dilaksanakan Salam Damai.  

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. 
Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari 
yang berada paling dekat saja. 

20B. DOA KOMUNI BATIN    

Berlutut/berdiri 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:  

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita. 
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).  
[hening sejenak] 

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu 
lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak] 

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.  Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan 
mengatakan:  

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  
U  : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.  
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.  
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Masa Natal. 

21. MENDARASKAN PUJIAN DANIEL (T.Dan. 3:62-72) 

P : Marilah kita memuji Tuhan yang rela menjadi manusia untuk menunjukkan kita jalan kepada 
keselamatan. Kita menjawab:

Nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama lamanya. 

Pujilah Tuhan, hai matahari dan bulan,   nyanyikanlah ….   

Pujilah Tuhan, hai segala bintang di langit,   nyanyikanlah ….   

Pujilah Tuhan, hai segala hujan dan embun,   nyanyikanlah ….   

Pujilah Tuhan, hai segala angin,   nyanyikanlah ….   

Pujilah Tuhan, hai api dan panas terik,   nyanyikanlah ….   

Pujilah Tuhan, hai kedinginan dan pembekuan,   nyanyikanlah ….   

Pujilah Tuhan, hai embun dan salju yang membadai,   
nyanyikanlah ….  

Pujilah Tuhan, hai es dan kedinginan,   nyanyikanlah ….   

Pujilah Tuhan, hai embun beku dan salju,   nyanyikanlah ….   

Pujilah Tuhan, hai siang dan malam,   nyanyikanlah ….   

Pujilah Tuhan, hai cahaya dan kegelapan,   nyanyikanlah ….   

Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin 

22. AMANAT PENGUTUSAN 

P : Saudara-saudari terkasih, betapa besar anugerah Allah yang kita terima melalui peristiwa Natal. Sungguh menakjubkan tindakan Allah yang kita rayakan pada hari ini.  Allah menjelma menjadi Manusia, dalam diri Yesus Kristus, Putra-Nya.  Berkat penjelamaan ini, kita diangkat menjadi anak
anak Allah, dan berhak menjadi ahli waris surge. Kita diingatkan oleh Allah supaya menerima Kristus, Sang Sabda. Ia tingga di antara kita, agar kita juga menjadi pewarta Sabda bagi sesama, pembawa cahaya bagi sesama, dan peneladan cinta kasih bagi sesama. 

23. DOA PENUTUP  

P : Marilah kita berdoa,  Ya Allah, dengan sukacita penuh iman, kami telah merayakan misteri agung penjelmaan Putra-Mu menjadi manusia. Bantulah kami mengakui kedalaman misteri ini dengan iman yang teguh dan mencintainya dengan kasih yang berkobar-kobar. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. 
U : Amin 

24. MOHON BERKAT TUHAN  

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.  
[hening sejenak] 

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.  

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]  

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.  

U : Amin.  

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.  

U  : Syukur kepada Allah.  

25. PENGUTUSAN  

P : Marilah pergi, kita diutus.  

U  : Amin.  

26. LAGU PENUTUP.

(sumber: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved