Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Hari Ini Jumat 26 Desember 2025, Martir Cinta Kasih
Mari simak renungan hari ini Jumat 26 Desember 2025. Tema renungan hari ini "Martir cinta kasih".
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/RENUNGAN-HARIAN-KATOLIK-PATER-JOHN-LEWAR.jpg)
Karena bukan kamu yang berbicara, melainkan Roh Bapamu; Dialah yang akan berbicara dalam dirimu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh; demikian juga seorang ayah akan menyerahkan anaknya.
Anak-anak akan memberontak terhadap orangtuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
"Martir cinta kasih"
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Pada hari kemarin, kita merayakan Pesta natal. Suasana batin hati kita
diliputi sukacita karena kelahiran Yesus, Juruselamat dan Raja damai,
Sang Sabda yang telah menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah
kita. Tetapi hari ini Gereja mengajak kita untuk merenungkan peristiwa
kematian Diakon Stefanus.
Sebagaimana diceritakan dalam Kitab Suci, Stefanus satu dari tujuh
diakon yang dipilih untuk menolong para rasul dalam karya pelayanan,
diakonia. Dia bertugas dalam karya sosial mengurus para janda dan kaum
miskin. Kisah Rasul memperlihatkan secara tajam bagaimana Stefanus
yang penuh dengan karunia kuasa, mengadakan mukjizat-mukjizat dan
tanda-tanda bagi kebaikan dan keselamatan orang banyak. Tampaknya
ada orang-orang yang tidak menyukainya karena mereka tidak sanggup
melawan hikmatnya. Terlebih lagi para anggota Mahkamah Agama
sangat tertusuk hati, tidak tahan dan menggertakan gigi, sehingga
mereka menyeret Stefanus ke luar kota, lalu melemparinya sampai
mati. Stefanus hanya berdoa, katanya: “Ya Tuhan Yesus, terimalah
rohku.”
Dia dibunuh secara keji karena imannya akan Sang Sabda yang telah
menjadi manusia. Senjata utama Stefanus dalam menghadapi
penganiayaan ini adalah cintanya yang begitu besar kepada Tuhan. Dan
cinta kepada Tuhan ini mendorong dia, sehingga menjelang kematiannya,
terucap sebuah doa yang keluar dari mulutnya:”Tuhan, janganlah dosa ini
ditanggungkan kepada mereka.
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Santo Stefanus telah mewariskan kepada kita nilai hidup kristiani yang
luar biasa. Pertama, iman yang teguh. Stefanus begitu dekat dengan
Tuhan yang diimaninya. Tuhan menganugerahi dia rahmat berlimpah.
Banyak mukjizat terjadi atas dirinya. Dalam iman, Tuhan juga pasti
memberikan kepada kita berkat berlimpah dalam hidup.
Kedua, berani membela kebenaran. Stefanus tidak gentar menghadapi
siapapun dalam situasi yang genting. Dia membela kebenaran iman akan
Yesus, Sang Sabda yang menjelma menjadi manusia. Hendaknya kita pun
tidak malu bersaksi tentang Tuhan yang lahir di Betlehem. Jangan putus
asa bila ada tantangan yang menghadang, bila kita diejek dan diolok -
olok karena mengakui Yesus bayi mungil itu.
Ketiga, hargailah kehidupan. Stefanus adalah korban sebuah tindakan
kekerasan dan.penganiayaan. Kita diajak untuk menghargai harkat dan
martabat sesama, menghargai hidup setiap orang. Semua ingin hidup
damai dan rukun Semoga Natal, meningkatkan iman kita kepada Tuhan, memberanikan
kita membela yang benar dan mendorong kita untuk menjunjung tinggi
hidup orang lain.
Menjadi murid itu penuh resiko sekaligus merupakan konsekwensi yang
harus ditanggung. Yesus sendiri sudah menegaskan bahwa jalan
kemuridan adalah menyangkal diri dan memanggul salib setiap hari.
Kisah Stefanus menunjukkan resiko kemuridan itu yakni penolakan dan
kematian.