Misa Hari Minggu
Teks Misa Minggu 4 Januari 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Mari simak teks misa Minggu 4 Januari 2026. Teks misa lengkap renungan harian katolik.Ikuti misa hari Minggu dengan penuh iman.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gereja-Paroki-StTheresia-Mbata-di-Desa-Rana-Mbata-Kecamatan-Kota-Komba-Utara.jpg)
P : Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan, Sabda Allah yang telah kita dengar memperkuat keyakinan kita akan belas kasih Allah. Karena itu, dengan penuh kepercayaan, marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kepada Allah, Bapa kita: P : Bagi para pewarta iman. Kita mendoakan para misionaris, katekis, Pembina iman, dan pemuka umat. Semoga mereka sanggup mewartakan iman dengan setia dan konsekuen agar kerasulan mereka berhasil baik. Marilah kita mohon…
P : Bagi para pemimpin masyarakat. Semoga mereka bersikap rendah hati dalam melayani dan mengabdi bagi kepentingan orang banyak. Semoga mereka tetap berusaha mencari dan menemukan kebijaksanaan dan cinta kasih sebagai landasan utama karya pengabdian mereka. Marilah kita mohon…
P : Bagi umat yang menjauhi Gereja. Semoga sikap mereka yang sedemikian itu, menjadi tantangan
bagi kita supaya hidup lebih sesuai dengan Injil, sehingga kesaksian hidup kita dapat menjadi
cahaya bintang bagi mereka. Marilah kita mohon…
P : Bagi kita yang hadir di sini. Kita memohon kepada Tuhan, supaya perjumpaan kita dengan-Nya di dalam berbagai perayaan iman, mendorong kita untuk menempuh jalan hidup baru yang lebih
bermakna. Marilah kita mohon…
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Demikianlah, ya Bapa, doa-doa yang kami sampaikan ke hadirat-Mu. Semoga Engkau berkenanmengabulkannya, sebab semua ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan
Kristus, Tuhan kami.
U : Amin
16. KOLEKTE
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atauAjakan Berbagi.
17. DOA PUJIAN
[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.]
P : Saudara-saudari terkasih, marilah kita memuji dan memuliakan Allah, karena begitu besar kasih setiaNya. Ia telah menganugerahkan Putra-Nya yang tunggal sebagai Cahaya bagi dunia. Oleh sebab itu, marilah kita berseru kepada-Nya: Sungguh agung Kristus, Raja Pembawa damai.
U : Sungguh agung Kristus, Raja Pembawa damai.
P : Allah Bapa surgawi, Yesus Kristus adalah Cahaya sejati yang bersinar di tengah kegelapan dan
menerangi bangsa-bangsa yang diam di dalamnya. Semua orang yang menyambut Dia, Engkau angkat menjadi warga Kerajaan Surga. Maka kami berseru:
U : Sungguh agung Kristus, Raja Pembawa damai. P : Bangsa-bangsa akan berjalan dalam terang-Nya dan menggabungkan diri berarak menuju Cahaya Abadi. Maka kami berseru:
U : Sungguh agung Kristus, Raja Pembawa damai.
P : Orang-orang buta disembuhkan-Nya, sehingga dapat menyaksikan indahnya karya-Mu, terlebih dapat bertatap muka dengan Kristus, Sang Cahaya sejati. Maka kami berseru:
U : Sungguh agung Kristus, Raja Pembawa damai.
P : Ia senantiasa menyertai Gereja-Nya, sehingga kami hidup dalam terang Sabda dan karya-Nya, serta menjadi tanda kehadiran-Nya yang menyelamatkan. Maka kami berseru:
U : Sungguh agung Kristus, Raja Pembawa damai.
P : Allah Bapa yang mahabaik, bersama Bunda Maria yang dengan penuh iman memuliakan Engkau,
bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Leo XIV, Bapa Uskup kami
[nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kamimelambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]
Menyusul RITUS KOMUNI. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
18A. Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh
kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se
paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]
19A. BAPA KAMI
Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah
kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlahmasukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya.
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.
Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni. ----------------------------------------------------------------------------------------------
18B. Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
19B. BAPA KAMI
Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Dapat dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
20B. DOA KOMUNI BATIN
Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang
kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Masa Natal.
21. MENDOAKAN MAZMUR 107:1-9
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik!
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan, yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan.
Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan; mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah lesu
di dalam diri mereka. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dilepaskan-Nya mereka dari kecemasan mereka.
Dibawa-Nya mereka menempuh jalan yang lurus, sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang. Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga,
dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin
22. AMANAT PENGUTUSAN
P : Saudara dan saudari yang dikasihi Tuhan. Juruselamat telah datang ke dunia
dan menampakkan diri-Nya kepada bangsa-bangsa dari berbagai suku dan bahasa. Kedatangan-Nya
membawa pola hidup yang menyelamatkan, yang mesti kita ikuti. Jalan hidup-Nya harus menjadi jalan hidup manusia. Kita sudah berjumpa dengan Yesus, dan kita sudah mengenal-Nya. Maka marilah kita juga memperkenalkan-Nya kepada semua orang melalui sikap dan tutur kata kita, yang mencontohi cara hidup-Nya.
23. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa, Ya Allah, kami bersyukur atas anugerah yang Engkau berikan untuk menghidupkan kami, yaitu Yesus Putra-Mu, Sabda yang menjadi manusia. Berjalanlah di depan kami selalu dan di mana pun. Semoga seluruh dunia menikmati kehangatan cinta-Mu dan menemukan kesembuhan dan keselamatan di dalam-Nya.
Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin
24. PENGUMUMAN PASKAH DAN PESTA-PESTA YANG
BERUBAH TANGGALNYA
[Teks pengumumannya dapat dilihat pada lampiran di halaman terakhir]
25. MOHON BERKAT TUHAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.
[hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
26. PENGUTUSAN
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
27. LAGU PENUTUP
DOA PENGUTUSAN ANAK-ANAK MISIONER
[Biasanya pada Hari Raya Penampakan Tuhan ini, usai misa atau ibadah, anak-anak Serikat Kerasulan Misioner (SEKAMI) akan berjalan dari rumah ke rumah mengunjungi keluarga. Sebelum mereka berangkat, anak-anak dikumpulkan dan bisa didoakan doa pengutusan berikut ini. Doa ini bisa dibawakan oleh Pemimpin Ibadah, atau oleh Ketua Stasi atau Ketua Lingkungan]
P : Adik-adik yang dicintai Tuhan, hari ini kita akan mengunjungi rumah-rumah untuk mengabarkan
bahwa Tuhan Yesus memberkati rumah-rumah yang adik-adik kunjungi. Itu ditandai dengan membuat tulisan Bahasa Latin CMB dari ungkapan Christus Mansionem Benedicat, yang berarti Kristus memberkati rumah ini. Tulisan ini diapiti oleh tahun 2026, yang berarti Tuhan memberkati rumah ini selama tahun 2026. Untuk itu, kita diajak untuk berdoa dan bernyanyi memuji Tuhan di rumah-rumah yang akan kita kunjungi. Itulah karya misi kita yang sederhana, supaya rumah-rumah itu juga berdoa sepanjang hari dan sepanjang tahun. Mari kita berdiri, kita katupkan tangan kita dan kita pejamkan mata untuk memohon rahmat, penyertaan, perlindungan, dan berkat Tuhan untuk tugas kita ini.
[Semua berdiri lalu Pemimpin mengatupkan tangan dan mendoakan doa berikut. Jika memungkinkan, ada juga dua orang di depan Pemimpin, yang memegang lilin bernyala mengapiti salib menghadap ke arah para SEKAMI.]
P : Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus,
U : Amin
P : Marilah kita berdoa, Ya Tuhan, kami bersyukur karena Engkau telah lahir dan hadir di tengah-tengah kami. Engkau adalah Terang bagi jalan hidup kami dan Engkau menunjukkan jalan menuju kepada keselamatan abadi. Kami memohonkan agar Engkau mendampingi anakanak Serikat Kerasulan Misioner ini, agar mereka mampu menghadirkan Dikau melalui pelayanan misioner mereka yang sederhana ini. Semoga kunjungan mereka dari rumah ke rumah juga membawakan berkat daripada-Mu bagi rumah-rumah tersebut. Semoga keluarga yang dikunjungi juga semakin kokoh dalam iman mereka kepada-Mu, dan meningkatkan iman mereka di dalam keluarga mereka melalui doa bersama. Semoga anak-anak ini pun Engkau berkati, agar sepanjang tahun ini mereka selalu sehat dan sukses dalam kegiatan sekolah mereka. Kami mohonkan ini dengan pengantaraan Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.
U : Amin
[Jika ada air yang sudah diberkati oleh imam, maka sesudah doa ini, anak-anak SEKAMI bisa direciki dengan air berkat tersebut. Kemudian ditutup dengan mendoakan Bapa Kami bersama, lalu Tanda Salib Penutup].
P : Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus,
U : Amin
[Bisa menyanyikan lagu Natal yang sesuai seperti Hai Gembala
Bergegas, atau lagu pengutusan yang diketahui oleh SEKAMI]
(Sumber: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News