Berita TTU
Cuaca Ekstrem Landa TTU, 1 Rumah Warga Desa Humusu Wini Tertimpa Pohon Tumbang
Satu rumah warga di Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, TTU rusak setelah tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/POHON-TUMBANG-Satu-unit-rumah-milik-warga-Desa-Humusu-Wini.jpg)
Ringkasan Berita:
- Satu rumah warga di Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, TTU rusak setelah tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang dan hujan, dengan kerusakan terjadi pada bagian atap.
- Cuaca ekstrem melanda wilayah Pantura TTU, ditandai angin kencang, hujan, dan gelombang tinggi, sehingga nelayan dilarang melaut dan masyarakat diimbau waspada.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
TRIBUNFLORES.COM, KEFAMENANU - Sebanyak 1 unit rumah di Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tertimpa pohon yang tumbang. Hal ini disebabkan oleh angin kencang dan hujan yang melanda wilayah Pantai Utara (Pantura), Kabupaten TTU beberapa waktu terakhir.
Saat diwawancarai, Minggu, 18 Januari 2026, Kepala BPBD Kabupaten TTU, Octho Nule mengatakan, rumah milik warga Desa Humusu Wini rusak akibat tertimpa pohon tumbang. BPBD Kabupaten TTU telah menerima laporan tersebut dari pemerintah desa setempat.
Ia menjelaskan, atap rumah tersebut mengalami kerusakan. Sedangkan dinding rumah tersebut dilaporkan dalam keadaan baik.
Baca juga: Angin Kencang Mengamuk di Larantuka Flores NTT, Warga Lari Berhamburan
Angin Kencang
Dikatakan Octho, beberapa hari terakhir wilayah Pantura Kabupaten TTU dilanda angin kencang, hujan serta gelombang tinggi. Para nelayan di wilayah itu dilarang pergi melaut.
Octho mengimbau masyarakat Kabupaten TTU tingkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang sedang terjadi di Kabupaten TTU, Provinsi NTT.
Imbauan ini menindaklanjuti arahan Presiden RI dan rapat koordinasi Kepala BNPB bersama Mendagri, semua Kepala BPBD se provinsi dan se kabupaten/kota seluruh Indonesia beberapa waktu lalu. Imbauan tersebut berkaitan dengan persiapan menghadapi cuaca ekstrem Bulan Desember lalu sampai beberapa bulan ke depan.
Dalam rapat tersebut pemerintah kabupaten diminta untuk mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi Basah dimana pemerintah daerah diminta melakukan pemetaan terhadap daerah rawan potensi Hidrometeorologi Basah.
"Jadi di setiap wilayah kabupaten/kota harus melakukan pemetaan dari situ kami menindaklanjuti dengan mengeluarkan surat kepada semua camat dan kepala desa agar mengimbau seluruh masyarakat untuk siap siaga menghadapi Bencana Hidrometeorologi Basah ini," ujarnya.
Para camat dan kepala desa/lurah saat ini sedang melakukan pemetaan terhadap wilayah potensi bencana ini. Sementara untuk wilayah curam dan gunung diimbau waspada terhadap potensi longsor.
Dengan demikian, ketika terjadi cuaca hujan dengan intensitas tinggi masyarakat bisa mengantisipasi hal ini dengan mengungsi sementara waktu. Semua informasi mengenai potensi bencana dan bencana selalu diupdate melalui Dinas Infokom.
Setiap saat, BPBD Kabupaten TTU selalu memberikan informasi terkait perkembangan cuaca yang terjadi. Informasi itu disampaikan melalui grup WhatsApp Desa/Kelurahan Siaga Bencana yang berisikan semua kepala desa dan lurah di Kabupaten TTU.
Bencana Hidrometeorologi Basah ini meliputi; angin puting beliung, intensitas hujan rendah sedang dan tinggi diikuti dengan petir dan angin kencang.
BPBD Kabupaten TTU juga selalu merilis informasi terkini dari BMKG di media sosial maupun di media online dan sejumlah sarana informasi lainnya. Para kepala desa dan lurah juga diminta selalu memantau situasi di daerah masing-masing.
Kabupaten TTU dimudahkan dengan Call Center 112 yang sudah banyak diakses oleh masyarakat. Hal ini mempermudah masyarakat melaporkan situasi bencana yang terjadi di wilayah mereka masing-masing.
Meskipun begitu, pembangunan posko siaga bencana di Kabupaten TTU tetap dilaksanakan dengan terus berkoordinasi dengan Call Center 112. (bbr)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| 80 Tahun Menanti Warga Desa Kiuola TTU Akhirnya Miliki Jembatan, Tidak Lagi Terjang Banjir |
|
|---|
| Nekat Terobos Banjir Temui Warga Susulaku, Bupati TTU: Pemimpin Itu Melayani Bukan Dilayani |
|
|---|
| Eka Ho’e, Ritual Sakral Suku Uspupu di TTU NTT Menyapa Leluhur dan Alam |
|
|---|
| Jembatan Kaenbaun di TTU Putus Total, Akses Warga Terhambat |
|
|---|
| Anggota Polres TTU di NTT Masuk DPO, Terancam Dipecat dari Polri |
|
|---|