Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Harian Katolik Kamis 22 Januari 2026, Engkau Anak Allah
Mari simak renungan harian Katolik Kamis 22 Januari 2026. Tema renungan harian Katolik "engkau anak Allah".
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/GEREJA-KATOLIK-MAUKELI-Gereja-Katolik-Maukeli-di-Mauponggo-Nagekeo-Flores-NTT.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tema renungan harian Katolik "engkau anak Allah".
- Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
- Renungan harian Katolik untuk hari Kamis Biasa II, Hari ke-5 Pekan Doa Sedunia, Perayaan fakultatif Santo Vinsensius Palloti, Pengaku Iman, Santo Anastasius, Martir, dengan warna liturgi hijau.
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Kamis 22 Januari 2026.
Tema renungan harian Katolik "engkau anak Allah".
Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
Renungan harian Katolik untuk hari Kamis Biasa II, Hari ke-5 Pekan Doa Sedunia, Perayaan fakultatif Santo Vinsensius Palloti, Pengaku Iman, Santo Anastasius, Martir, dengan warna liturgi hijau.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Kamis 22 Januari 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 22 Januari 2026, Kerinduan Manusia akan Kesembuhan
Bacaan Pertama 1 Samuel 18:6-9;19:1-7
"Saul berikhtiar membunuh Daud."
Sesudah Daud mengalahkan Goliat, orang Filistin itu, pasukan-pasukan Israel pulang. Maka di segala kota Israel, keluarlah wanita-wanita menyongsong Raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya, “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.”
Maka bangkitlah amarah Saul dengan amat sangat! Perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya, “Kepada Daud mereka perhitungkan berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkan beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itu pun akan jatuh kepadanya.”
Sejak hari itu Saul selalu menaruh dendam kepada Daud. Maka Saul mengatakan kepada Yonatan, anaknya, dan kepada semua pegawai-pegawainya, bahwa Daud harus dibunuh.
Tetapi Yonatan, anak Saul itu, sangat suka kepada Daud, sehingga Yonatan memberitahukan kepada Daud, “Ayahku Saul berikhtiar membunuhmu.
Oleh sebab itu, hati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana. Aku akan keluar dan mendampingi ayahku di padang tempatmu itu.
Aku akan berbicara dengan ayahku perihalmu dan aku akan melihat bagaimana keadaannya, lalu memberitahukannya kepadamu.”
Lalu Yonatan mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul, ayahnya, katanya, “Janganlah Raja berbuat dosa terhadap Daud, hambanya, sebab ia tidak berbuat dosa terhadapmu.
Bukankah apa yang diperbuatnya sangat baik bagimu! Daud telah mempertaruhkan nyawanya dan telah mengalahkan orang Filistin itu, dan karena dia, Tuhan telah memberikan kemenangan besar kepada seluruh Israel.
Tatkala melihatnya, engkau bersukacita karenanya. Mengapa engkau hendak berbuat dosa terhadap orang yang tidak bersalah dengan membunuh Daud tanpa alasan?”