Senin, 4 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Hari Minggu 25 Januari 2026, Mari Ikutilah Aku

Mari simak renungan Katolik hari ini Minggu 25 Januari 2026. Tema renungan Katolik hari ini  “mari ikutilah aku”.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Hari Minggu 25 Januari 2026, Mari Ikutilah Aku
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD. Mari simak renungan Katolik hari ini Minggu 25 Januari 2026. Tema renungan Katolik hari ini  “mari ikutilah aku”. 

"Yesus diam di Kapernaum supaya genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya."

Ketika mendengar bahwa Yohanes Pembaptis telah ditangkap, Yesus menyingkir ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali.

Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya: Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain; bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar, dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut telah terbit Terang.

Sejak waktu itu Yesus memberitakan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.” Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas saudaranya.

Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia. Mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus.

Setelah pergi dari sana, Yesus melihat pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya; bersama ayah mereka, Zebedeus, mereka sedang membereskan jala di dalam perahu.

Yesus memanggil mereka, dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Yesus. Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

“Mari ikutilah Aku”

Saudari/a terkasih dalam Kristus 

Salam sejahtera untuk kita semua. Pada Minggu III Masa Biasa ini, kita diundang untuk merenungkan tema panggilan dan pengikutannya melalui bacaan dari Yesaya, Surat Paulus kepada Jemaat di Korintus, dan Injil Matius. Bacaan-bacaan ini tidak hanya membahas panggilan murid-murid Yesus, tetapi juga ajakan bagi kita untuk mengikuti-Nya dalam perjalanan iman kita. Mari kita gali lebih dalam makna panggilan ini.

Saudari/a terkasih 

Permenungan dari bacaan pertama  (Yes. 8:23b-9:3) ini, Yesaya mengisyaratkan datangnya terang ke dalam kegelapan, mengungkapkan janji penyelamatan bagi bangsa yang hidup dalam kesulitan. Dia menggambarkan kedatangan Mesias yang akan membawa sukacita dan harapan. Ini menunjukkan betapa pentingnya pengharapan dalam menjalani kehidupan yang sering kali penuh tantangan. Dalamb acaan kedua  (1Kor. 1:10-13, 17), Paulus mengingatkan jemaat di Korintus tentang pentingnya kesatuan dalam iman. Dia mengkhawatirkan perpecahan di antara mereka akibat mengandalkan pengajar yang berbeda. Keberanian Paulus mengajak kita untuk kembali kepada inti ajaran Kristus, yaitu cinta dan kesatuan, bukan perpecahan yang hanya menimbulkan konflik dan kebingungan. Sedangkan dalam bacaan Injil (Mat. 4:12-23), menggambarkan tentang Yesus yang memulai misi-Nya di Galilea dan memanggil murid-murid-Nya. Ketika Yesus menyatakan, "Mari ikutilah Aku," itu adalah ajakan untuk terlibat dalam pekerjaan besar-Nya, mengubah hidup mereka dan kehidupan orang-orang di sekitar mereka. Ini tidak hanya tentang mengikuti secara fisik, tetapi juga pengabdian hati dan jiwa. Maka poin-poin refleksi atas permenungan kita adalah “Menemukan Terang di Tengah Kegelapan”: Seperti yang dinyatakan dalam Yesaya, kita sering kali berada dalam situasi gelap. Sejauh mana kita mencari terang Tuhan dalam hidup kita? Renungkan bagaimana kita bisa lebih peka terhadap kehadiran Tuhan dan bersyukur atas cahaya-Nya dalam hidup kita, terutama ketika mengalami tantangan. “Kesatuan dalam Komunitas Iman”: Apa yang dilakukan Paulus tentang kesatuan mengingatkan kita bahwa kita perlu mengutamakan hubungan yang sehat dalam komunitas kita. Bagaimana kita bisa berkontribusi dalam menciptakan kesatuan dan harmoni di antara saudara-saudari dalam iman? Renungkan langkah-langkah konkret yang bisa diambil untuk mengurangi perpecahan dan meningkatkan saling pengertian. “Mengikuti Yesus dalam Aksi”: Panggilan Yesus untuk mengikuti-Nya adalah ajakan untuk terlibat dalam misi-Nya. Apa yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan panggilan ini dalam tindakan sehari-hari? Renungkan tindakan praktis yang bisa kita ambil untuk menunjukkan kasih dan melayani masyarakat, sembari terus mengikuti teladan Kristus.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved