Selasa, 5 Mei 2026

Misa Rabu Abu

Teks Misa Rabu 18 Februari 2026, Perayaan Hari Rabu Abu

Mari simak teks misa hari Rabu abu 28 Februari 2026. Teks misa disiapkan untuk hari Rabu lengkap renungan harian Katolik dengan warna liturgi ungu.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Teks Misa Rabu 18 Februari 2026, Perayaan Hari Rabu Abu
TRIBUNFLORES.COM / HO-IK NAGEKEO
GEREJA KATOLIK - Tampak depan gereja Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo di Nagekeo.Mari simak teks misa hari Rabu abu 28 Februari 2026. Teks misa disiapkan untuk hari Rabu lengkap renungan harian Katolik dengan warna liturgi ungu. 

P : Marilah berdoa,  Allah Bapa yang maharahim, Engkau tidak menghendaki kematian orang yang berdosa, melainkan pertobatannya. Berkatilah kami yang menerima abu ini, yang mengingatkan bahwa kami berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu, Semoga dengan pantang dan puasa, kami memperoleh pengampunan dosa dan bangkit untuk hidup baru bersama Kristus, Tuhan dan pengantara kami, sepanjang segala masa. 
U : Amin 

■ Jika ada abunya telah diberkati oleh Pastor, maka Pemimpin meminta salah seorang yang hadir untuk menandai dahinya (dalam tanda salib) dengan abu. Lalu, Pemimpin menandai dahi setiap orang dengan abu, sambil berkata:  Bertobatlah dan percayalah kepada Injil. 
■ Sementara pemberian abu berlangsung, dapat dinyanyikan lagu tobat atau puasa. Sesudah itu, pemimpin mencuci tangan dan dilanjutkan dengan Doa Umat (tanpa mendoakan Aku Percaya). 

12.2. Untuk Abu Yang Belum Diberkati Pastor 

[Sesuai Petunjuk dalam Buku Perayaan Sabda Hari Minggu dan Hari Raya Tanpa Imam, halaman 140-141] 

Sesudah Renungan Singkat, piring berisi abu dipegang oleh seorang pelayan/ajuda, lalu Pemimpin berkata: 

P : Saudara-saudari terkasih, sekarang kita hendak mengadakan upacara pemberian abu, yang menjadi tradisi kita pada permulaan Masa Prapaskah. Menerima tanda abu ini berarti bersedia untuk bertobat, berjanji kepada Tuhan untuk mengamalkan masa suci ini sebagai masa pembaruan.  Mari dengan rendah hati kita mohon kepada Tuhan, Bapa kita, agar Ia sudi memberkati abu ini dan memberkati kita yang hendak menerimanya. 
Marilah berdoa, Allah yang maharahim, Engkau berkenan bila kami merendahkan diri, dan Engkau menyayangi kami bila kami bertobat. Sudilah Engkau memberkati abu ini. Berkatilah juga kami semua yang akan ditandai 
dengannya. Semoga abu yang kami terima ini menjadi semangat tobat kami. Dan semoga puasa serta pantang yang hendak kami jalankan ini menyucikan hati dan menguatkan kehendak kami untuk senantiasa mengarahkan diri kepada-Mu.

Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. 
U : Amin 

[Abu diperciki dengan air suci atau air yang telah diberkati. Kemudian pemimpin menandai dahi setiap orang dengan abu, sambil berkata:] 

P : Bertobatlah, dan percayalah kepada Injil. Atau 

P : Ingatlah, kita ini abu, dan kita akan kembali menjadi abu. 

Sementara pemberian abu ini berlangsung, hendaknya dinyanyikan lagu-lagu tobat/puasa. Selesai pemberian abu, pemimpin mencuci tangan. Acara dilanjutkan dengan Doa Umat. 

13. DOA UMAT  

P : Saudara-saudari terkasih, Sabda Allah yang baru saja kita dengar memperkuat diri kita yang berharap pada belaskasih Allah. Karena itu, dengan penuh kepercayaan, kita menyampaikan permohonan kita kepada-Nya.  
P : Bagi Gereja yang kudus. Kita berdoa semoga Gereja mengawali masa Prapaskah ini dengan semangat 
tobat dan pembaruan diri yang ikhlas, agar dapat mengamalkan kelimpahan anugerah Allah dalam hidpnya sehari-hari secara lebih berdayaguna. 
Marilah kita mohon… 
P : Bagi masyarakat kita. Semoga segala peristiwa yang biasa kita saksikan dan alami bersama menjadi 
pelajaran yang berharga bagi peningkatan nilai-nilai kemanusiaan, berdasarkan ajaran Kristus. Marilah kita mohon…  
P : Bagi mereka yang berkekurangan, miskin, dan terlantar. Kita berdoa supaya mereka mendapatkan 
perhatian sewajarnya berkat pembaruan diri kita di dalam masa pertobatan ini. Marilah kita mohon….  
P : Bagi kita semua di sini. Kita mohonkan kekuatan Tuhan untuk kita khususnya apda masa tobat ini, supaya kita kuat menghadapi segala godaan, yang merintangi sikap-sikap mendengarkan Sabda Tuhan, kerajinan berdoa, dan penertiban diri atas dorong-dorongan hawa nafsu. Semoga kekuatan Roh Tuhan mendampingi kita. Marilah kita 
mohon….  
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.  
[hening sejenak lalu lanjut]. 
P : Demikianlah ya Bapa, doa-doa yagn kami sampaikan ke hadirat-Mu. Semoga Engkau berkenan mengabulkannya, sebab semua ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaran 
Kristus, Tuhan kami. 
U : Amin 

14. KOLEKTE  

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.  

15.  DOA PUJIAN  

[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.] 

P : Saudara-saudari terkasih, sadar akan karya penyelamatan Allah bagi kita, marilah kita memuji Dia. Kita menjawab seruan berikut ini dengan berseru: Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan. 
U : Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan. 
P : Kami memuji nama-Mu, ya Bapa, Engkau telah mengangkat kami menjadi putra-putra-Mu. Maka kami memuji Engkau. Karena kasih-Mu yang besar, Engkau memelihara kami dengan menyediakan segala yang kami perlukan untuk hidup. Maka kami memuji Engkau: 
U : Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan. 
P : Ketika kami berdosa dan menjauhkan diri dari-Mu, Engkau tidak membiarkan kami binasa.  Sebaliknya Engkau mendekati kami dalam diri Yesus Putra-Mu. Melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya, Engkau membebaskan kami dari kuasa dosa dan maut. Maka kami memuji Engkau: 
U : Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan. 
P : Engkau telah mengutus Roh Kudus untuk membimbing dan mendampingi hidup kami, sehingga kami dapat ambil bagian dalam pewartaan kabar gembira. Maka kami memuji Engkau:  
U : Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan. 
P : Engkau memanggil kami melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, sebagai pengikut-pengikut-Nya. Dengan ini kami ambil bagian dalam hidup-Nya. Maka kami memuji Engkau: 
U : Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan. 
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: 

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] 

Menyusul RITUS KOMUNI. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).  

16A. Cara A: DENGAN KOMUNI 

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak] 

17A. BAPA KAMI      

Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi 
bebaskanlah kami dari yang jahat.  

Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai. 

18A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut: 

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.  Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari 
yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: 
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.  
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan
Nya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama. 
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.  Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang 
menyambut komuni, seraya setiap kali berkata: 
P : Tubuh Kristus. 
U : Amin. 

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni. --------------------------------------------------------------------------

16B. Cara B. TANPA KOMUNI 

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing. 

17B. BAPA KAMI      

Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.  Dapat dilaksanakan Salam Damai.  
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja. 

18B. DOA KOMUNI BATIN    

Berlutut/berdiri 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:  

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita. 

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).  [hening sejenak] 
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku 
terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini 
di sini bersama kita.  
Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:  
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  
U  : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.  
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.  
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Masa Prapaskah. 

19.  MENDOAKAN MAZMUR 51:3-13  

[Bisa didoakan oleh dua orang bergantian] Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku  menurut rahmat-Mu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,  dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku,  aku senantiasa bergumul dengan dosaku. Terhadap Engkau,  terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa  dan melakukan apa yang Kauanggap jahat,  supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. Sesungguhnya,  Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin,  dan dengan diam-diam  Engkau memberitahukan hikmat kepadaku. Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir,  basuhlah aku,  maka aku menjadi lebih putih dari salju! Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan  bersorak-sorak kembali! 

Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! 
Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah,  dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! 
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu,  dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus  dari padaku!  

Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan 
sepanjang segala abad. Amin. 

20. AMANAT PENGUTUSAN  

P : Saudara-saudari terkasih, Tuhan Yesus mengajak kita sekalian untuk berdoa, berpuasa, dan beramal 
dalam keheningan. Selama masa Prapaskah ini, mari kita tingkatkan kedekatan kita dengan Tuhan dengan berdoa, bertobat, dan berpuasa. Kita juga tingkatkan kepedulian kita kepada sesama dengan menyisipkan satu dua sen untuk membantu mereka yang amat membutuhkan bantuan. Mari bersolider sebagaimana Tuhan juga solider dengan kita.  

21. DOA PENUTUP  

P : Marilah kita berdoa,  

Ya Tuhan, kami telah diteguhkan untuk selalu dekat dengan Dikau dan dengan sesama. Semoga hati 
kami selalu dibersihkan dan dibarui dalam masa istimewa ini, agar kami selalu saling menolong dalam hidup kami.  Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. 
U : Amin 

22. MOHON BERKAT TUHAN 

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.  
[hening sejenak] 

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.  
[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]  

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.  

U : Amin.  
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.  
U  : Syukur kepada Allah.  

23. PENGUTUSAN  

P : Marilah pergi, kita diutus. 
U  : Amin. 

24. LAGU PENUTUP .

(Sumber  Petrus Cristologus Dhogo, SVD /kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved