Misa Rabu Abu
Teks Misa Sore Rabu Abu 18 Februari 2026, Masa Puasa dan Pertobatan
Mari simak teks misa sore hari Rabu abu 28 Februari 2026. Teks misa sore disiapkan untuk hari Rabu lengkap renungan harian Katolik.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/GEREJA-KATOLIK-MAUKELI-Gereja-Katolik-Maukeli-di-Mauponggo-Nagekeo-Flores-NTT.jpg)
Ringkasan Berita:
- Teks misa sore disiapkan untuk hari Rabu lengkap renungan harian Katolik dengan warna liturgi ungu.
- Teks misa sore hari Rabu abu disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD.
- Ikuti misa sore hari Rabu abu dengan penuh iman.
Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD
TRIBUNFLORES.CO, MAUMERE - Mari simak teks misa sore hari Rabu abu 28 Februari 2026.
Teks misa sore disiapkan untuk hari Rabu lengkap renungan harian Katolik dengan warna liturgi ungu.
Teks misa sore hari Rabu abu disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD.
Ikuti misa sore hari Rabu abu dengan penuh iman.
Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini Rabu 18 Februari 2026, Momen Kita Berbalik dari Dosa
Persiapan Misa
Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Pada meja perayaan disiapkan lilin bernyala yang mengapiti salib.
Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian.
Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.
Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”.
Kemudian dinyanyikan lagu pembuka Masa Prapaskah.
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dalam persekutuan Roh Kudus, selalu beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Hari ini adalah hari Rabu Abu, hari memulai ziarah menuju Paskah. Kita menandai perjalanan ini dengan menandai dahi kita dengan Abu. Menaruh abu di kepala dan berpuasa merupakan tanda bertobat dalam Kitab Suci. Orang berdosa mau mengungkapkan penyesalannya dan mohon belas kasih Tuhan. Ia mau bertobat, mau menaruh cinta kasih kepada Tuhan dan sesamanya. Bila kita ditandai dahi dengan abu pada permulaan masa Prapaskah ini, maka kita mengakui bahwa kita berdosa. Kita mohon ampun kepada Tuhan bagi seluruh Gereja dan kita mau bertobat. Iman kita akan Sabda Tuhan membawa kita menerjang maut menuju hidup yang
kekal bersama Tuhan. [hening sejenak]
Tobat dan Pengampunan ditiadakan, diganti upacara pembagian abu sesudah renungan singkat.
03. DOA PEMBUKA