Hari Rabu Abu
Rabu Abu di Paroki Santo Yosef Bajawa, Pastor Alvian Ajak Umat Kembali kepada Allah
Usai perayaan, kepada TRIBUNFLORES.COM, Pater Alvian mengelaborasi pesan bacaan suci yang menjadi inti refleksi
Penulis: Charles Abar | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Umat-dan-Rabu-abu.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Umat Katolik Paroki Santo Yosef Bajawa, Kabupaten Ngada, memadati gereja dalam perayaan Rabu Abu, Rabu (18/02/2026).
Perayaan Ekaristi dipimpin Pastor Rekan, Pater Alvian Noy, OCD, bersama para imam Konselebran lainnya. Misa yang dimulai pukul 09.00 WITA itu berlangsung khidmat dan penuh penghayatan.
Usai perayaan, kepada TRIBUNFLORES.COM, Pater Alvian mengelaborasi pesan bacaan suci yang menjadi inti refleksi Rabu Abu. Ia menegaskan bahwa Rabu Abu memiliki makna mendalam sebagai panggilan untuk kembali kepada Allah.
“Makna Rabu Abu adalah Tuhan Yesus senantiasa memanggil kita, seperti yang diingatkan dalam bacaan Injil, untuk kembali kepada Allah, kembali kepada Dia Sang Sumber Hidup. Dengan demikian kita memperoleh kebahagiaan sejati,” ungkap Pater Alvian.
Baca juga: Kalender Liturgi Katolik Kamis 19 Februari 2026, Hari Sesudah Rabu Abu
Ia menjelaskan, kembali kepada Allah berarti menempuh jalan pertobatan. Namun pertobatan, tegasnya, tidak berhenti pada kata-kata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Pertobatan itu harus dikonkretkan. Kita dipanggil untuk menyatakan solidaritas terhadap sesama, kepedulian terhadap lingkungan, serta membangun kasih persaudaraan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, panggilan hidup umat Kristiani adalah hidup dalam perutusan. Seruan pertobatan bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi gerakan batin yang menghasilkan perubahan sikap dan tindakan.
“Ketika pertobatan menjadi nyata dalam hidup kita, maka kita sungguh kembali kepada Allah. Itu tampak dalam kepedulian terhadap sesama, terhadap situasi yang terjadi di sekitar kita, serta dalam upaya membangun kebaikan dan kasih persaudaraan. Di situlah identitas kita sebagai anak-anak Allah menjadi konkret,” jelasnya.
Dalam kehidupan bersama, baik dalam keluarga, komunitas, maupun masyarakat, kasih yang dihayati umat, lanjut Pater Alvian, harus bersumber dari Kristus sendiri yang telah memanggil dan mengutus umat-Nya.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan pesan khusus kepada kaum muda agar tidak menyia-nyiakan masa rahmat, terutama dalam Masa Prapaskah yang diawali dengan Rabu Abu.
“Untuk anak muda, jangan takut dan jangan cemas. Masa Prapaskah adalah masa rahmat. Jangan sia-siakan hidup, waktu, dan kesempatan yang Tuhan berikan. Hiduplah lebih solider dalam semangat Kristus Yesus,” tutupnya. (Cha)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Misa Hari Rabu Abu
Hari Rabu Abu
Ibadah Sabda Hari Rabu Abu
Sejarah Hari Rabu Abu
Perayaan Rabu Abu di Ngada
Pater Alvian Noy
TribunFlores.com
| Kalender Liturgi Katolik Kamis 19 Februari 2026, Hari Sesudah Rabu Abu |
|
|---|
| Teks Misa Sore Rabu Abu 18 Februari 2026, Masa Puasa dan Pertobatan |
|
|---|
| Kalender Liturgi Katolik Hari Ini Rabu 18 Februari 2026, Perayaan Rabu Abu |
|
|---|
| Teks Misa Rabu 18 Februari 2026, Perayaan Hari Rabu Abu |
|
|---|
| Teks Ibadah Sabda Rabu Abu 18 Februari 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik |
|
|---|