Sabtu, 25 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Hari Ini Selasa 24 Februari 2026, Mengapa Harus Berdoa?

Mari simak renungan Katolik hari ini Selasa 24 Februari 2026. Tema renungan Katolik hari ini  “Mengapa Harus Berdoa?” 

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Hari Ini Selasa 24 Februari 2026, Mengapa Harus Berdoa?
TRIBUNFLORES.COM / GG
RENUNGAN HARIAN KATOLIK PATER JOHN LEWAR -Mari simak renungan Katolik hari ini Selasa 24 Februari 2026. Tema renungan Katolik hari ini  “Mengapa Harus Berdoa?”  

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Dalam doamu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doa mereka dikabulkan.

Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya Karena itu berdoalah begini, “Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu.

Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami atas kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Amin.”

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

“Mengapa Harus Berdoa?” 

Doa merupakan suatu bentuk komunikasi kita dengan Allah. Sebab doa 
adalah jawaban yang paling mulia atas kehadiran Allah di dalam semesta, 
dalam sejarah, dalam hidup sehari-hari dan dalam hati kita. Dengan 
berdoa, kita berelasi terus menerus dengan Allah yang hidup. 

Penginjil Matius melukiskan suatu rumusan doa dari Yesus Kristus, yang 
diajarkan-Nya kepada kita, agar kita tetap memiliki komunikasi yang 
intim dengan-Nya. Itulah doa Bapa Kami. Doa ini diajarkan oleh Bapa 
melalui Putra-Nya kepada kita. Kita telah dibaptis dan diangkat menjadi 
anak-anak Allah maka kita pun harus membangun dan menjaga 
hubungan kita dengan Allah sebagai Bapa Tuhan kita. 

Rumusan doa ini secara eksplisit mengungkapkan tiga unsur penting bagi 
kita orang beriman. Pertama, sapaan terhadap Allah Bapa, “Bapa kami 
yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah 
kehendak-Mu di bumi seperti di surga”. Sapaan ini menjadi suatu bentuk 
penghormatan manusia kepada Sang Pemberi Hidup, Dialah Allah Bapa 
Tuhan kita Pencipta langit dan bumi. 

Kedua, memohon berkat-Nya, “Berikanlah kami pada hari ini makanan 
kami yang secukupnya”. Rezeki apapun yang kita peroleh dalam hidup ini 
merupakan berkat dan pemberian Tuhan. Bukan saja soal makanan 
melainkan anugerah kehidupan. Maka rasa syukur secara alami 
membisikkan kepada kita agar berkontak dan berkomunikasi dengan 
Tuhan. 

Dan ketiga yakni pengampunan, “Dan ampunilah kami akan kesalahan 
kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami 
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah 
kami dari pada yang jahat”. Sebagai manusia yang rapuh kita sering 
jatuh dalam dosa. Kesadaran ini menghantar kita pada kemurahan hati 
Allah yang Maha Pengampun, supaya kita diampuni dan diselamatkan. 
Maka kita pun harus mengampuni orang yang berbuat salah kepada kita 
sebagai bentuk tindakan kasih kita kepada Allah. 

Kita hidup dalam dunia yang memiliki berbagai fasilitas komunikasi yang 
dapat menjangkau siapa saja di belahan bumi ini. Akan tetapi apakah 
fasilitas komunikasi itu dapat menjangkau Bapa yang di surga? Tidak. 
Fasilitas komunikasi di dunia ini disediakan sesuai fungsi dan tujuannya 
dan itu terbatas oleh ruang dan waktu. Komunikasi yang menghubungkan 
kita dalam perjumpaan dengan Allah hanya dengan doa. Doa bagi jiwa 
bagai makanan bagi tubuh. Dalam doa terjadi persatuan antara Allah dan 
kita manusia. Di situlah manusia berbicara kepada Allah dan Allah 
berbicara kepada manusia. 

Doa: Doa Bapa Kami... 

Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Selasa Pekan I Prapaskah. Salam 
doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam 
nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin.  (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved