Rabu, 3 Juni 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Rabu 25 Februari 2026, Menjadi Tanda

Mari simak renungan Katolik Rabu 25 Februari 2026. Tema renungan Katolik "menjadi tanda".

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Rabu 25 Februari 2026, Menjadi Tanda
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD. Mari simak renungan Katolik Rabu 25 Februari 2026. Tema renungan Katolik "menjadi tanda". 

Ringkasan Berita:
  • Tema renungan Katolik "menjadi tanda".
  • Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
  • Renungan Katolik untuk hari Rabu Pekan I Prapaskah, Santa Walburga, Abbas, dengan warna liturgi ungu.

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Rabu 25 Februari 2026.

Tema renungan Katolik "menjadi tanda".

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Renungan Katolik untuk hari Rabu Pekan I Prapaskah, Santa Walburga, Abbas, dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi katolik hari Rabu 25 Februari 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 25 Februari 2026, Banyak yang Menuntut Tanda

Bacaan Pertama Yunus 3:1-10

"Penduduk Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat."

Tuhan berfirman kepada Yunus, "Bangunlah dan berangkatlah ke Niniwe, kota besar itu. Sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu." Maka bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah.

Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru, "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."

Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.

Setelah kabar sampai pada raja kota Niniwe, turunlah raja dari singgasananya; ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di atas abu.

Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian, "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.

Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah; dan haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, dan dari kekerasan yang dilakukannya.

Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal, serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa."

Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah atas malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka; dan Ia pun tidak jadi melakukannya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved