Misa Hari Minggu
Teks Misa Minggu 1 Maret 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Mari simak teks misa Minggu 1 Maret 2026. Teks misa lengkap renungan harian Katolik.Ikuti misa hari Minggu dengan penuh iman.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/MISA-Suasana-misa-Natal-di-Paroki-StTheresia-Mbata-Minggu-25-Desember-2022.jpg)
Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang bertakwa kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya.
Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. (Refren)
Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita, kasih setia-Mu ya Tuhan,
kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu. (Refren)
08. BACAAN KEDUA (2Tim. 1:8b-10)
L : Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus Kepada Timotius
Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi InjilNya oleh kekuatan Allah. Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan
kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
09. BAIT PENGANTAR INJIL (Mrk. 9:6)
P : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
P : Dari awan terdengarlah suara Bapa, * "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia."
U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
10. INJIL (Mat. 17:1-9.)
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.
Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada.
Kemudian Pemimpin membacakan Injil.
Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersamasama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. Kata Petrus kepada Yesus: “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan. Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: “Berdirilah, jangan takut!” Dan ketika
mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorang pun kecuali Yesus seorang diri. Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: “Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorang pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati.”
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
11. RENUNGAN HARIAN KATOLIK
Kita barusan mendengarkan kisah Yesus menampakkan kemuliaan-Nya di gunung yang tinggi. Penyebutan tempat ini menghantar para pembaca untuk melihat hubungannya dengan gunung Sinai. Sebabnya adalah Musa dan Elia pernah berada di gunung Sinai. Musa sendiri menerima Hukum Tuhan di gunung Sinai; sedangkan Elia pernah mendaki gunung Horeb. Horeb adalah nama lain dari Sinai. Di gunung Horeb ini, Elia mendapatkan kekuatan baru. Sebelumnya ia menjadi takut dibunuh karena ia menghancurkan mezbah-mezbah penyembahan berhala dan menegakkan kembali perjanjian Israel dengan Yahweh. Kehadiran kedua orang ini, serentak pula membawa
dua pengertian. Pertama, para murid bisa melihat bahwa Yesus adalah Tuhan. Di gunung Sinai, Tuhan berbicara kepada Musa dan Elia. Sekarang, kedua orang ini hadir dan Yesus berbicara secara khusus dengan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Tuhan. Itulah sebabnya para murid itu melihat kemuliaan-Nya.
Kedua, Yesus hadir di dunia untuk menegakkan kembali perjanjian antara umat Israel dengan Yahweh yang telah dibangundengan perantaraan Musa, dan yang telah diperjuangkan dengan sangat berat oleh Nabi Elia. Yesus datang untuk memulihkan kembali perjanjian itu, bahkan ketika perjanjian itu dimeteraikan lagi oleh darah-Nya sendiri. Dari kisah ini kita belajar bahwa Tuhan selalu bersama kita. Dia tidak pernah membiarkan kita sendirian. Kita bisa melihat kemuliaan-Nya dalam perjalanan hidup kita. Dalam diam, Dia menyelenggarakan, melindungi,
dan memberkati hidup kita. Dia setia pada perjanjianNya untuk menjadi Allah yang melindungi kita.
Pada saat yang bersamaan, kita juga diingatkan untuk setia lagi pada perjanjian kita untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya Allah kita. Di masa Prapaskah ini, kita diajak untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dalam doa dan puasa. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya kita untuk setia pada perjanjian kita, terutama pada janji Baptis kita, sehingga kita lebih layak untuk membaharui janji baptis kita pada perayaan malam Paskah nanti. Tuhan terus menampakkan kemuliaan-Nya kepada kita. Hanya kalau kita berada bersama-Nya, kita bisa merasakan kehadiran-Nya dan kemuliaan-Nya. Semoga kita bisa merasakan hal ini di dalam rumah dan komunitas kita. Tuhan memberkati.