Selasa, 5 Mei 2026

Misa Sore Hari Minggu

Teks Misa Sore Minggu 8 Maret 2026 Prapaskah III Tahun A

Mari simak teks misa sore hari Minggu 8 Maret 2026. Teks misa sore hari Minggu ada renungan harian katolikhari biasa pekan III Prapaskah tahun A.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan

Kata perempuan itu kepada-Nya:
“Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.”

Kata Yesus kepadanya:
“Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.”

Kata perempuan itu:
“Aku tidak mempunyai suami.”

Kata Yesus kepadanya:
“Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”

Kata perempuan itu kepada-Nya:
“Tuhan, nyata sekarang padaku bahwa Engkau seorang nabi. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.”

Kata Yesus kepadanya:
“Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Jawab perempuan itu kepada-Nya:
“Aku tahu bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.”

Kata Yesus kepadanya:
“Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”

Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorang pun berkata: “Apa yang Engkau kehendaki?” atau “Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?”

Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang di sana:
“Marilah, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?”

Maka mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.

Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya:
“Rabi, makanlah.”

Akan tetapi Ia berkata kepada mereka:
“Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.”

Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain:
“Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?”

Kata Yesus kepada mereka:
“Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.

Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai. Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka.”

Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu yang bersaksi:
“Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.”

Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya supaya Ia tinggal pada mereka; dan Ia pun tinggal di situ dua hari lamanya.

Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya. Mereka berkata kepada perempuan itu:
“Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.”

11. RENUNGAN HARIAN KATOLIK

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria. Perjumpaan ini kemudian menghasilkan pertemuan Yesus dengan orang-orang Samaria yang lain. Mari kita mendalami satu dua pokok penting untuk pertumbuhan iman kita.

Pertama, perjumpaan pribadi Yesus dengan perempuan Samaria.
Dalam kisah Injil disebutkan bahwa Yesus berada di pinggir sumur sendirian karena para murid-Nya pergi ke kota untuk membeli makanan. Kemudian datanglah seorang perempuan Samaria untuk menimba air. Yesus pun memulai percakapan dengan meminta air. Yesus memang haus, tetapi permintaan air itu juga dimaksudkan untuk membuka percakapan dengan perempuan tersebut. Lalu terjadilah percakapan yang mendalam yang membuahkan pertobatan dari perempuan Samaria tersebut.

Dari kisah ini kita belajar bahwa Yesus selalu datang ke dalam kehidupan kita. Ia hadir dalam setiap perjuangan hidup kita. Jika kita membuka mata hati kita, kita akan menyadari kehadiran-Nya. Tuhan selalu mengundang kita untuk berbicara dengan-Nya. Seperti perempuan Samaria, Tuhan selalu meluangkan waktu untuk menolong dan menenangkan hati kita. Pada masa Prapaskah ini, marilah kita memberi waktu untuk semakin dekat dengan Tuhan. Kedekatan kita dengan Tuhan pada akhirnya akan membawa pertobatan di dalam hati kita.

Kedua, perjumpaan Yesus dengan orang-orang Samaria.
Setelah mengetahui bahwa ia sedang berbicara dengan Mesias, perempuan Samaria itu membagikan kebahagiaannya kepada orang-orang Samaria yang lain. Akhirnya, Yesus dapat memasuki kota Samaria dan tinggal selama dua hari bersama penduduk Samaria.

Hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa karena orang Samaria tidak bergaul dengan orang Yahudi. Orang Yahudi bahkan menganggap orang Samaria sebagai orang kafir. Namun, berkat perjumpaan perempuan Samaria dengan Yesus, sekat-sekat perpisahan itu runtuh dan mereka pun dipersatukan dalam Tuhan.

Kisah ini mengajarkan kita untuk meningkatkan kehidupan bersama dengan saling mendukung satu sama lain agar hidup lebih baik. Iman yang hidup akan terungkap dalam sikap yang mengutamakan persatuan, bukan perpecahan. Setiap orang yang mengimani Yesus harus mengupayakan perdamaian atau rekonsiliasi, sebagaimana Yesus juga berjuang untuk mempersatukan kita semua.

Baiklah selama masa Prapaskah ini, kita berupaya menyingkirkan perselisihan dan perpecahan di antara kita. Jika ada perselisihan, marilah kita berusaha mencari jalan rekonsiliasi atau perdamaian. Tuhan kita mencintai perdamaian dan persatuan, bukan perselisihan dan perpecahan.

12. HENING SEJENAK 
13. SYAHADAT  

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa….. 

14. DOA UMAT  

P : Saudara-saudari terkasih, dalam roh dan kebenaran, marilah kita berdoa kepada Allah Bapa, sumber segala kehidupan.  
P : Bagi Gereja yang kudus. Kita berdoa semoga Bapa Suci, para Uskup, para imam, dan semua pejabat Gereja dikuatkan dalam melaksanakan tugas-tugas mereka yang agung dengan penuh tanggung jawab. Semoga mereka dengan segenap hati mencintai umatnya dan membimbing Gereja pada jalan yang menuju Allah. Marilah kita mohon…. 
P : Bagi masyarakat kita. Semoga Tuhan berkenan mencurahkan Roh-Nya kepada masyarakat ktia, agar di tengah kegiatan hidup sehari-hari kita senantiasa mengalami kehadiran dan penyertaan
Nya Marilah kita mohon…. 
P : Bagi mereka yang meninggalkan Gereja. Semoga Allah berkenan membuka mata hati mereka yang meninggalkan Gereja-Nya yang kudus, katolik, dan apostolik. Semoga berkat teladan hidup umat beriman, mereka tertarik untuk kembali ke pangkuan Gereja dan hidup seturut teladan dan ajaran Yesus, Putra-Nya. Marilah kita mohon…. 
P : Bagi kita semua. Semoga kisah percakapan Yesus dengan Wanita Samaria yang kita dengarkan hari ini, menjadi bahan renungan bagi kita dalam hidup sehari-hari. Kita berdoa juga agar kita semakin mengabdikan diri kepada Allah, dalam Roh dan Kebenaran, sehingga dapat sungguh-sungguh mengalami Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita. Marilah kita mohon…. 
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.  
[hening sejenak lalu lanjut]. 
P : Allah Bapa yang maharahim, sengsara dan wafat Putra-Mu Yesus Kristus, merupakan bukti cinta 
kasih-Mu kepada kami. Perkenankanlah kami hidup sesuai dengan semangat-Nya. Mampukanlah kami untuk berani memberi kesaksian tentang cinta kasih-Mu, dalam hidup dan karya kami, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. 
U : Amin 

15. KOLEKTE  

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.  

16.  DOA PUJIAN  

[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.]  

P : Saudara-saudari terkasih, Allah Bapa yang mahakuasa, telah memberi anugerah kehidupan kepada kita yang tak ternilai, agar kita rela menyalurkan kembali rahmat yang kita terima dari Allah. Maka marilah kita berseru: 
Sungguh agung karya-Mu, Tuhan. 
U : Sungguh agung karya-Mu, Tuhan. 
P : Bapa yang maharahim, perhatian-Mu kepada orangorang yang meninggal sungguh besar. Karya-Mu sungguh-sungguh mengagumkan: orang mati Engkau hidupkan. Maka kami berseru: 
U : Sungguh agung karya-Mu, Tuhan. 
P : Ya Bapa, Engkau mengutus Putra-Mu, Yesus Kristus, datang ke tengah-tengah kami, menghibur 
keluarga-keluarga yang sedang berduka karena kematian salah satu anggotanya. Maka kami 
berseru: 
U : Sungguh agung karya-Mu, Tuhan. 
P : Engkau telah mengutus Yesus, Putra-Mu sebagai Gembala yang Baik, yang selalu mencari domba 
yang tersesat dan mengajak berpesta serta bersukaria ketika menemukannya. Maka kami berseru: 
U : Sungguh agung karya-Mu, Tuhan. 
P : Atas segala kerahiman dan kebaikan-Mu, ya Bapa, kami sangat berterima kasih, dan dengan hati gembira kami akan tetap mengikuti-Mu. Maka kami berseru: 
U : Sungguh agung karya-Mu, Tuhan. 
P : Maka ya Bapa, dengan gembira hati, bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan 

Bapa Suci Paus Leo XIV, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: 

[menyanyikan satu lagu bertemakan Prapaskah] 

Menyusul RITUS KOMUNI. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).  

17A. Cara A: DENGAN KOMUNI 

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri. 

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak] 

18A. BAPA KAMI      

Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi 
bebaskanlah kami dari yang jahat.  
Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai. 

19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut: 

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.  Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari 
yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: 

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.  
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: 
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. 
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama. 

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.  Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata: 
P : Tubuh Kristus. 
U : Amin. 

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni. ------------------------------------------------------------------------------
17B. Cara B. TANPA KOMUNI 

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing. 

18B. BAPA KAMI      

Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri 
Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi 
bebaskanlah kami dari yang jahat. Dapat dilaksanakan Salam Damai.  
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. 
Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja. 

19B. DOA KOMUNI BATIN    

Berlutut/berdiri 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:  

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita. 
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. 
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).  [hening sejenak] 
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu 
lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, 
meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak] 
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.  Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:  
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  
U  : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.  
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.  
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Prapaskah. 

20. MENDOAKAN MAZMUR 34:2-10 

P : Marilah kita mendoakan bersama-sama Mazmur 34:2-10. Yang ada Alkitab, kita buka dan kita 
doakan bersama-sama. Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu;  puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah;  biarlah orang-orang yang rendah hati  mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku,  marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku,  dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,  maka mukamu akan berseri-seri,  dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru,  dan TUHAN mendengar;  Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah  di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia,  lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin. 

21. DOA PENUTUP  

P : Marilah kita berdoa,

Ya Tuhan, kami berterima kasih atas kesempatan merayakan ibadah ini. Kami bersyukur pula untuk keselamatan yang kami peroleh berkat Yesus PutraMu. Semoga kami senantiasa membersihkan hati kami, agar dengan hati murni kami menyambut-Mu untuk berdiam di dalam hati kami. 
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.  
U : Amin 

22. MOHON BERKAT TUHAN  

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.  [hening sejenak] 
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.  

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]  

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.  

U : Amin.  
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.  
U  : Syukur kepada Allah.  

23. PENGUTUSAN  

P : Marilah pergi, kita diutus.  
U  : Amin.  

24. LAGU PENUTUP 

(Sumber: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved