Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Hari Ini Rabu 11 Maret 2026, Menggenapi Bukan Meniadakan
Mari simak renungan Katolik hari ini Rabu 11 Maret 2026. Tema renungan Katolik hari ini "Menggenapi Bukan Meniadakan".
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/RENUNGAN-HARIAN-KATOLIK-PATER-JOHN-LEWAR.jpg)
Renungan Harian Katolik :
“Menggenapi Bukan Meniadakan”
Yesus datang ke dunia untuk menggenapi hukum Taurat, bukan meniadakannya. Seluruh hidup dan karya-Nya menjadi ungkapan nyata hukum tersebut, walaupun tidak dimengerti oleh kaum Farisi dan ahli Taurat, sebab Yesus mewujudkannya dengan cara yang baru. Hukum Taurat yang dihadirkan oleh Yesus melalui kehadiran-Nya bukan semata-mata hukum. Lebih dari sekadar kumpulan hukum-hukum yang mematikan, Yesus mewujudkan hukum Taurat menjadi keselamatan bagi semua orang.
Ketika orang-orang pada zaman itu sibuk memikirkan hukum-hukum untuk diterapkan dalam kehidupan, Yesus sudah melaksanakannya melalui pengajaran dan perbuatan kasih-Nya yang mengagumkan. Dalam diri Yesus, hukum Taurat menjadi cinta kasih. Cinta kasih menjadi yang utama, bahkan menjadi nilai tertinggi dari hukum Taurat. “Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (Mat. 5:17). Sedikit pun tidak diubah oleh Yesus, tetapi digenapi dan disempurnakan.
Hidup kita terus bertumbuh, berkembang, dan berbuah bukan karena dikekang oleh hukum-hukum, tetapi oleh lingkungan cinta kasih. Memelihara hidup yang penuh dengan cinta kasih menjadi panggilan kita bersama setiap hari. Kita hidup di tengah masyarakat yang sering kali mengedepankan ego masing-masing.
Walaupun negara kita adalah negara hukum, dalam praktiknya kita masih cukup sering menyaksikan terjadinya main hakim sendiri. Tidak jarang banyak orang dirugikan, bahkan nyawa melayang karena ego manusia yang tidak terkendali. Selain itu, hukum juga sering kali menjadi komoditas yang sangat laris diperjualbelikan, terutama oleh kaum yang memiliki daya beli dan kuasa besar. Mereka menjadi kebal hukum bukan karena hidup benar, tetapi karena mengendalikan uang dan kekuasaan.
Rasa keadilan sering kali terabaikan, bahkan hilang dari mereka yang menjadi korban ketidakadilan akibat penyelewengan praktik hukum di tengah masyarakat.
Mari, dalam masa pertobatan ini, kita semakin memperbarui diri dengan menghadirkan cinta kasih bagi setiap orang. Hal ini akan terus bertumbuh bila dalam pikiran dan hati selalu bergema martabat manusia. Kita adalah sama-sama pribadi yang diciptakan oleh Tuhan; kita sama-sama membawa gambar-Nya dalam hidup.
Memang, karena kelemahan dan kerapuhan kita sebagai manusia, kita sering kali berperilaku seolah-olah tidak hidup dalam kasih. Namun hal itu tidak mengurangi nilai luhur dalam setiap pribadi. Kita ada karena cinta Tuhan melalui kehadiran keluarga dan lingkungan.
Mari kita juga menghadirkan cinta kasih melalui kehadiran diri kita, terutama di kalangan yang miskin dan menderita. Paus Fransiskus menegaskan bahwa Gereja haruslah menjadi ibu yang solider bagi sesama yang menderita. Wajah Tuhan yang berbelas kasih sejatinya tampak nyata dari karya pelayanan yang dilakukan oleh Gereja.
Sebagai seorang ibu, Gereja membuka tangannya bagi siapa saja sehingga mereka memperoleh pertolongan, mengalami sentuhan yang lemah lembut, dan dibangkitkan semangat hidupnya. Hidup bersama di tengah masyarakat tidak cukup ditopang oleh bantuan yang bersifat sosial semata, tetapi juga psikologis dan spiritual.
Jangan pernah merasa tenang dan nyaman ketika masih banyak orang di sekitar kita yang dihantui ketakutan dan kegelisahan karena kerasnya tekanan ekonomi setiap hari.
Doa
Tuhan, ajarlah kami mencintai kehendak-Mu bukan karena takut pada aturan, tetapi karena kami ingin hidup benar di hadapan-Mu. Bimbinglah hati kami agar setia dalam hal-hal kecil setiap hari. Semoga hidup kami menjadi kesaksian sederhana tentang kasih dan kebenaran-Mu di tengah dunia sekarang. Amin.
Sahabatku yang terkasih, selamat Hari Rabu, hari ke-19 Masa Prapaskah. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Renungan Katolik Hari Ini Rabu 11 Maret 2026
Renungan Katolik Rabu 11 Maret 2026
Renungan Hari Rabu 11 Maret 2026
Renungan Katolik Hari Rabu 11 Maret 2026
Renungan Harian Katolik Rabu 11 Maret 2026
Tribun Flores.com
| Injil Katolik Hari Ini Rabu 11 Maret 2026 dan Mazmur Tanggapan |
|
|---|
| Renungan Katolik Rabu 11 Maret 2026, Untuk Menggenapinya |
|
|---|
| Bacaan Liturgi Hari Ini Rabu 11 Maret 2026, Pesta St Eulogius dan Leokrita |
|
|---|
| Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 11 Maret 2026 dan Renungan Harian Katolik |
|
|---|
| Peringatan Santo dan Santa Pelindung Hari Ini Rabu 11 Maret 2026 |
|
|---|