Safari Ramadan 2026
Begini Safari Ramadan Ala Sekretaris Kom-HAK KWI di Bali dan Sumba Timur
Bulan ramadan merupakan momen yang sangat baik untuk melakukan berbagai hal positif, salah satunya Safari Ramadan untuk memperkuat kepedulian sosial
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Safari-Ramadan-2026.jpg)
Ringkasan Berita:Bulan ramadan merupakan momen yang sangat baik untuk melakukan berbagai hal positif, salah satunya Safari Ramadan untuk memperkuat kepedulian sosial, mempererat persaudaraan, dan berbagi melalui sedekah atau buka puasa bersama.
TRIBUNFLORES.COM,DENPASAR- Bulan ramadan merupakan momen yang sangat baik untuk melakukan berbagai hal positif, salah satunya Safari Ramadan untuk memperkuat kepedulian sosial, mempererat persaudaraan dan berbagi melalui sedekah atau buka puasa bersama.
Tak terkecuali bagi Romo Aloys Budi Purnomo Pr, Sekretaris Komisi Huhungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (Kom-HAK KWI). Di pekan kedua Ramadan 2026, Romo Budi –demikian ia akrab disapa-- melakukan safari Ramadan di Indonesia Tengah. Safari Ramadan dilaksanakan di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) di dua tempat.
Pertama, Romo Budi menghadiri Buka Bersama di Pengadilan Agama Kemenag Waingapu, Rabu (4/3/2026). Ia hadir bersama RD Jack, Ketua Kom-HAK Keuskupan Weetebula. Kedua, Romo Budi meneguhkan Buka Bersama di Aula Bintang Kejora Paroki Maria, Bunda Selalu Menolong (MBSM) di Kambajawa, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis malam (5/3/2026).
“Buka bersama di Aula Gereja Paroki MBSM berlamgsung istimewa. Suasana akrab, hangat penuh persaudaraan tercipta. Ratusan orang dari berbagai latar belakang agama berkumpul untuk buka puasa antaragama, sebuah momen yang menyatukan umat Muslim dan Katolik dalam semangat kebersamaan,” ujar Romo Budi.
Baca juga: Tingkatkan Literasi, Mahasiswa Unika dan Siswa SMAK Santu Thomas Aquinas Ruteng Buat Mading
Selain Romo Budi, acara Buka Bersama di MBSM dihadiri beberapa tokoh agama, termasuk Pastor Paroki MBSM, RD Yakobus Lodo Mema, yang juga dikenal sebagai Pastor Jack; dan Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumba Timur, Haji Ilyas Ismail.
Manusia pada dasarnya bersaudara
Pastor Paroki MBSM Kambajawa, Pastor Jack, mengatakan acara tersebut muncul dari kesadaran sederhana bahwa manusia pada dasarnya adalah saudara dan saudari. Menurutnya, kebersamaan antaragama ini memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat. "Acara kedekatan ini seperti menemukan mutiara atau emas di tengah kekeringan," kata Pastor Jack.
Ia menekankan bahwa ajaran kasih dalam iman Kristen tidak terbatas pada sesama umat Katolik, tetapi berlaku untuk semua manusia. "Ajaran Yesus adalah kasih. Mengasihi sesama seperti diri sendiri, bukan hanya umat Katolik, tetapi semua orang," katanya.
Wakil Ketua MUI Sumba Timur, Haji Ilyas Ismail, memuji kegiatan tersebut sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan masyarakat. Ia menyatakan bahwa kegiatan tersebut muncul dari inisiatif bersama antara pemimpin Muslim dan Katolik di Waingapu. "Kami mencoba menciptakan kegiatan untuk menyatukan masyarakat dalam persaudaraan," kata Ilyas.
Contoh nyata kerukunan antaragama
Sementara itu, Romo Aloys Budi Purnomo, menganggap kegiatan tersebut sebagai contoh nyata kerukunan antaragama di Indonesia. “Apa yang dilakukan di Paroki Maria Bunda Selalu Menolong adalah praktik terbaik yang dapat kita bagikan, menunjukkan bahwa persaudaraan sejati dapat terwujud,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Romo Budi memainkan musik instrumental Sholawat Badar selama acara buka puasa bersama. Ia juga membawakan lagu "Indonesia Pusaka," yang diikuti lantunan suara para hadirin.