Kamis, 7 Mei 2026

Santo dan Santa

Peringatan Santo dan Santa Pelindung Hari Ini Senin 16 Maret 2026

Mari simak peringatan santo dan santa pelindung hari ini, Senin 16 Maret 2026. Santo Heribertus dari Cologne, Uskup.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan

Dalam kotbah-kotbahnya ia menghimbau agar umat bertobat dan percaya kepada kerahiman Allah. Kepada imam-imamnya, ia mengadakan kunjungan-kunjungan pastoral dan menggalakkan pembinaan rohani untuk meneguhkan mereka dalam panggilan dan karyanya.

Uskup Heribertus dikenal sebagai seorang uskup yang saleh dan sayang pada umatnya. Ia sudah dihormati sebagai seorang kudus bahkan pada saat ia masih hidup. Ia juga dikenal sebagai seorang pembuat mujizat. Salah satu mujzatnya yang paling terkenal adalah pada saat bencana kekeringan terjadi di keuskupannya.

Bapa uskup Heribertus mempersembahkan misa khusus dan memohon agar bencana kekeringan ini dapat segera berakhir.  Hujanpun turun dengan sangat lebatnya hanya beberapa saat setelah misa selesai.

Santo Heribertus tutup usia pada tahun 1021 karena serangan penyakit. Awalnya Jenazah Uskup Agung ini disimpan di gereja biara Benediktin yang dibangunnya di Deutz. Kini disimpan dalam sebuah wadah emas di gereja Paroki St.Heribert di Köln Jerman.

Beato Torello, Pertapa

Hidupnya pada semasa kanak-kanak di desa biasa-biasa saja. Tetapi, setelah ayahnya meninggal dunia, Torello mulai mengubah seluruh cara hidupnya. Ia bergaul dengan teman-teman yang suka mabuk. Mereka bukannya bekerja, malahan berkeliaran di kota sepanjang hari. Torello menyukai teman-teman barunya ini dan berusaha keras mendapatkan pengakuan mereka.

Suatu hari, ketika ia sedang bermain olahraga di tempat terbuka, seekor ayam jago terbang turun dari tempatnya bertengger dan mendarat di lengan Torello. Si jago lalu berkokok tiga kali; kokok yang panjang dan lantang.

Torello terdiam kelu. Ia pergi dan tak hendak melanjutkan permainannya. Ia tidak dapat tidak berpikir bahwa apa yang dilakukan si ayam jago bukanlah suatu kebetulan belaka. Ia diperingatkan, dengan cara yang sama seperti St Petrus dulu diperingatkan. Cara hidup Torello yang tak bertanggung jawab akan menghantarnya jauh dari Yesus.

Sektika itu juga Torello berniat mengubah hidupnya. Ia pergi menemui Abbas San Fedele yang membantunya menyambut Sakramen Tobat dengan baik. Lalu Torello pergi ke suatu daerah hutan yang tenang dan memilih sebuah tempat dekat sebuah pohon besar. Ia melewatkan delapan hari lamanya dalam doa.

Di akhir doa, ia memutuskan hendak menjadi seorang pertapa. Ia pulang ke Poppi dan menjual segala harta miliknya. Ia menyisakan bagi dirinya hanya cukup uang untuk membeli sepetak tanah dekat pohon besar yang ditemukannya di hutan.

Di sebelah pohon besar ia mendirikan sebuah gubuk di mana ia menghabiskan sepanjang sisa masa hidupnya. Ia menanam sayur-mayur untuk makanannya dan mengambil air dari sungai. Ia berdoa dan mengamalkan mati raga, yang paling berat adalah tidur hanya tiga jam saja dalam semalam.

Torello merasa bahwa menjadi seorang pertapa adalah panggilan hidup yang Tuhan kehendaki baginya. Demikianlah ia melewatkan hidupnya dalam damai. Semasa ia masih hidup, sedikit saja orang yang tahu mengenai hidupnya sebagai seorang pertapa.

Hanya seorang sahabat tahu akan kehidupan Torello yang tersembunyi di hutan. Torello wafat dalam usia delapanpuluh tahun sesudah melewatkan lebih dari limapuluh tahun hidup sebagai pertapa. Beato Torello wafat pada tahun 1282. (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved