Kamis, 23 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Hari Jumat 20 Maret 2026, Dia yang Benar, Tidak Dikenal

Mari simak renungan Katolik hari Jumat 20 Maret 2026.Tema renungan Katolik hari Jumat “dia yang benar, tidak dikenal".

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Hari Jumat 20 Maret 2026, Dia yang Benar, Tidak Dikenal
TRIBUNFLORES.COM / GG
RENUNGAN HARIAN KATOLIK PATER JOHN LEWAR -Mari simak renungan Katolik hari Jumat 20 Maret 2026.Tema renungan Katolik hari Jumat “dia yang benar, tidak dikenal". 

Ringkasan Berita:
  • Tema renungan Katolik hari Jumat “dia yang benar, tidak dikenal".
  • Renungan Katolik hari Jumat ada dibagian akhir artikel ini.
  • Renungan Katolik untuk HARI JUMAT PEKAN IV PRAPASKAH, Santo Fransiskus Maria dari Camporosso, Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.

Oleh: Pastor John Lewar SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari Jumat 20 Maret 2026.

Tema renungan Katolik hari Jumat “dia yang benar, tidak dikenal".

Renungan Katolik hari Jumat ada dibagian akhir artikel ini.

Renungan Katolik untuk HARI JUMAT PEKAN IV PRAPASKAH, Santo Fransiskus Maria dari Camporosso, Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Jumat 20 Maret 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Katolik Jumat 20 Maret 2026, Saat-Nya Belum Tiba

Bacaan Pertama Kebijaksanaan 2:1a.12-22

"Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati yang keji terhadapnya."
Orang-orang fasik berkata satu sama lain, karena angan-angannya tidaktepat "Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita.

Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita. Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, dan menyebut dirinya anak Tuhan.

Bagi kita ia merupakan celaan atas anggapan kita, hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita. Sebab hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain, dan lain dari lainlah langkah lakunya.

Kita dianggap olehnya sebagai orang yang tidak sejati, dan langkah laku kita dijauhinya seolah-olah najis adanya. Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia, dan ia bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah.

Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang. Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya.

Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan."

Demikianlah mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka. Maka mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah, tidak yakin akan ganjaran kesucian, dan tidak menghargakan kemuliaan bagi jiwa yang murni.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved