Senin, 11 Mei 2026

Prapaskah 2026

Teks Misa Hari Minggu 22 Maret 2026, Pekan V Prapaskah Tahun A

Mari simak teks misa hari Minggu 22 Maret 2026.  Teks misa hari Minggu lengkap renungan harian katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Teks Misa Hari Minggu 22 Maret 2026, Pekan V Prapaskah Tahun A
TRIBUNFLORES.COM / GG
GEREJA ST THERESIA MBATA -Mari simak teks misa hari Minggu 22 Maret 2026.  Teks misa hari Minggu lengkap renungan harian katolik. 

Kata Yesus kepada Marta: “Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta kepadanya: “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”

Jawab Marta: “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: “Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau.” Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus.

Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.

Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepadanya: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: “Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka: “Tuhan, marilah dan lihatlah!” Maka menangislah Yesus.

Kata orang-orang Yahudi: “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!” Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?” Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.

Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”

Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!” Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.”

P : Demikianlah Injil Tuhan.  
U  : Terpujilah Kristus.  

11. RENUNGAN HARIAN KATOLIK

Saudara-saudari terkasih, kita sudah mendengarkan kisah panjang tentang Yesus membangkitkan Lazarus. Kisah ini menjadi semacam katekese atau penjelasan oleh Yesus tentang Tuhan, yang menguasai kehidupan dan sekaligus memberikan ketenangan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.

Pertama, Yesus tidak hadir saat kematian Lazarus. Ketika Lazarus meninggal, Yesus tidak ada di sana, padahal Lazarus adalah sahabat Yesus dan Dia sudah diinformasikan bahwa Lazarus sedang sakit. Setidaknya, Yesus bisa datang menjenguk Lazarus. Bahkan dalam keluhan Marta, saudara Lazarus, disebutkan bahwa jika Yesus ada, pasti Lazarus tidak meninggal. Namun Yesus memilih untuk menunda keberangkatan-Nya selama dua hari. Dia baru datang ketika Lazarus sudah empat hari terbaring di dalam makam.

Apa yang diperbuat Yesus kemudian menunjukkan kemuliaan Tuhan, yaitu Dia membangkitkan Lazarus. Dia memberikan kehidupan lagi kepada Lazarus, persis seperti yang diinginkan oleh Marta dan Maria. Kisah ini menunjukkan bahwa kadangkala kita merasa Tuhan tidak peduli dengan kita atau merasa bahwa Tuhan terlambat datang menolong kita. Harapan kita pun menjadi runtuh dan kita tidak berdaya. Namun sesungguhnya, Tuhan selalu memiliki rencana-Nya sendiri. Boleh jadi, Tuhan akan memberikan yang lebih baik daripada yang kita minta. Jika Tuhan belum memenuhi permohonan kita, bisa jadi Dia sedang mendengarkan keluh kesah kita dan menyadarkan kita akan apa yang lebih kita butuhkan. Yang bisa kita lakukan adalah tetap berharap pada-Nya, karena Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dan membiarkan kita berjuang sendirian.

Kedua, Yesus tergerak hati-Nya oleh belas kasih. Ketika Dia datang, Marta dan Maria, saudari Lazarus, menumpahkan keluh kesah mereka. Kehilangan seorang laki-laki adalah kehilangan yang amat besar karena kehidupan mereka bergantung dari laki-laki; semua warisan dan urusan dipegang oleh laki-laki. Karena itu, mereka sungguh kehilangan Lazarus. Mereka tahu bahwa Yesus bisa membantu, namun kelihatannya semuanya sudah terlambat.

Di saat seperti inilah, Yesus merasa terharu. Hatinya pun tergerak untuk menolong mereka. Dia segera berangkat ke makam dan kemudian membangkitkan Lazarus. Dia bukan saja memberikan kehidupan kepada Lazarus tetapi juga kehidupan kepada Marta dan Maria. Dari situasi ini, kita belajar untuk saling menaruh belas kasih kepada sesama. Belas kasih akan membangkitkan semangat dan harapan.

Mungkin kita tidak bisa memberikan apa-apa, tetapi kehadiran kita sudah bisa menolong sesama untuk merasa kuat, karena mereka tidak merasa ditinggalkan sendirian. Banyak orang kemudian merasa kehilangan harapan ketika mereka merasa sedih dan ditinggalkan sendiri. Yesus mengajak kita untuk saling menaruh belas kasih dan saling menolong. Kebersamaan kita akan membangkitkan energi positif yang amat berguna bagi sesama yang terpuruk untuk bangkit lagi.

Mari kita saling memperhatikan dan saling menolong, sama seperti Yesus yang hadir dan menolong Marta dan Maria. Tuhan memberkati.

12. HENING SEJENAK 

13. SYAHADAT  

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada 
Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa….. 

14. DOA UMAT

Pemimpin (P):

Saudara-saudari terkasih, Yesus bersabda:

“Akulah kebangkitan dan kehidupan. Siapa yang percaya kepada-Ku akan hidup, sekalipun sudah mati.” Dengan perantaraan-Nya, marilah kita panjatkan doa-doa permohonan kita.

Doa-doa permohonan:

Bagi Gereja yang kudus

Semoga Gereja senantiasa mewartakan kabar kebangkitan Kristus sehingga menyemangati harapan hidup para anggotanya dalam iman.
Respons: Marilah kita mohon…

Bagi masyarakat

Semoga masyarakat diterangi oleh harapan akan masa depan dan selalu mengusahakan nilai-nilai kebaikan sebagai tanggapan atas anugerah Allah.
Respons: Marilah kita mohon…

Bagi mereka yang sakit dan cacat

Semoga mereka meyakini bahwa penderitaan akan berlalu dan kelak akan mati serta bangkit bersama Kristus untuk hidup baru.
Respons: Marilah kita mohon…

Bagi kita semua

Semoga Allah Bapa menguatkan iman kita akan Kristus yang memberi hidup abadi, agar kita tidak mudah putus asa, melainkan tetap berani maju dengan penuh pengharapan dan kegembiraan.
Respons: Marilah kita mohon…

Hening sejenak untuk doa dan permohonan pribadi.

P: Demikianlah ya Bapa, doa-doa yang kami sampaikan ke hadirat-Mu. Kami percaya akan bantuan dan perhatian-Mu sebab hanya kepada-Mulah kami berharap. Demi Kristus, pengantara kami.

Umat (U): Amin

15. KOLEKTE

Dilakukan setelah Doa Umat.

Kolekte adalah wujud cinta kepada Tuhan dan sesama yang berkekurangan.

Dikumpulkan diiringi lagu bertema syukur kepada Tuhan atau ajakan berbagi, lalu diletakkan di depan mimbar.

16. DOA PUJIAN

Dilakukan setelah Kolekte, Pemimpin berdiri di depan altar, umat berdiri.

Setiap aklamasi diulang oleh umat: “Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.”

Rangkaian Doa Pujian:

Pengantar Prapaskah
Allah mengajak umat bertobat dan memuji-Nya.
U: Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.

Menyesali kekurangan dan kelalaian
Bertobat kepada Allah.
U: Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.

Melepaskan belenggu nafsu tidak teratur
Fokus pada hal-hal bernilai abadi.
U: Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.

Hidup sederhana dan berbagi
Menghayati kemurahan hati Allah dan membantu sesama.
U: Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.

Persiapan merayakan Paskah
Agar layak merayakan misteri Paskah dan menikmati Paskah abadi di surga.

U: Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.

Pujian bersama seluruh umat
Bersama Paus Fransiskus, Uskup setempat, dan Pastor Paroki.
Diakhiri dengan lagu bertemakan Prapaskah.

Catatan:

Setelah Doa Pujian, dilanjutkan Ritus Komuni dengan dua kemungkinan:

Menyambut komuni (Cara A)

Menghayati komuni batin/rindu (Cara B)

17A. Cara A: DENGAN KOMUNI 

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri. 

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh 
kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak] 

18A. BAPA KAMI      

Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa. 

U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.  
Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai. 

19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut: 

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.  Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil 
berkata: 
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.  

Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: 

Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. 

Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama. 

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.  

Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata: 

P : Tubuh Kristus. 
U : Amin. 

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni. ---------------------------------------------------------------------------------------------- 

17B. Cara B. TANPA KOMUNI 

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita 
menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing. 

18B. BAPA KAMI      

Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri. 

U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.  
Dapat dilaksanakan Salam Damai.  

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. 

Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja. 

19B. DOA KOMUNI BATIN    

Berlutut/berdiri 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan 
Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:  

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita. 

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).  [hening sejenak] 

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang
kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak] 
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.  
Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:  
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  
U  : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.  
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.  
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Prapaskah. 

20. MENDOAKAN MADAH PUJIAN MARIA (Luk. 1:46-55) 

P : Marilah kita mendoakan bersama-sama Madah Pujian Maria. Yang ada Alkitab, kita buka Injil Lukas (Luk. 1:46-55) dan kita doakan bersamasama. 
Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan  kerendahan hamba-Nya.  

Sesungguhnya, mulai dari sekarang  segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, 
karena Yang Mahakuasa  telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku  
dan nama-Nya adalah kudus.

Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. 
Ia memperlihatkan kuasa-Nya  dengan perbuatan tangan-Nya  dan mencerai-beraikan  
orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa  
dari takhtanya  dan meninggikan orang-orang yang rendah; 

Ia melimpahkan segala yang baik  kepada orang yang lapar,  dan menyuruh orang yang kaya pergi  dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya,  karena Ia mengingat rahmat-Nya, 
seperti yang dijanjikan-Nya  kepada nenek moyang kita,  kepada Abraham dan keturunannya  
untuk selama-lamanya. 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, 

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin. 

21. DOA PENUTUP  

P : Marilah kita berdoa,  

Ya Allah yang mahakuasa, kami telah menerima Sabda-Mu yang menguatkan kami. Kami mohon semoga kami senantiasa diterima sebagai anggota Tubuh Kristus, Putra-Mu, yang hidp dan berkuasa sepanjang segala masa.   
U : Amin 

22. MOHON BERKAT TUHAN  

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.  [hening sejenak] 

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.  

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]  

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.  

U : Amin.  

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.  

U  : Syukur kepada Allah.  

23. PENGUTUSAN  

P : Marilah pergi, kita diutus.  

U  : Amin.  

24. LAGU PENUTUP. (Sumber P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD /kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved